Hotel di Puncak dan Bali Penuh saat Libur Lebaran

puncak penuhBogor (Paradiso) – Tingkat hunian hotel di kawasan Puncak Cipanas, Cianjur, Jawa Barat, meningkat sejak menjelang hari raya Idul Fitri 1435 H. Bahkan, sejumlah hotel di kawasan Cipanas sudah terisi penuh sejak dua hari menjelang Lebaran.

“Hari ini hanya beberapa kamar saja yang tersisa dari ratusan kamar yang kami miliki. Sejak sepekan terakhir, kamar yang ada telah terpesan hingga 70 persen dari ratusan kamar yang ada,” kata Dadeng, salah seorang staf hotel berbintang tiga di Jalan Raya Cipanas, Rabu (30/7/2014).

Dia menjelaskan, tingkat pemesanan mulai meningkat sejak satu bulan sebelum puasa dan terus meningkat satu pekan menjelang hari raya. Sebagian besar merupakan pendatang warga keturunan dari berbagai wilayah di Jabodetabek.

Untuk hari ini, lanjutnya, pihaknya mengarahkan tamu ke hotel lain karena kamar sudah terisi. Kamar yang tersisa adalah beberapa kamar ukuran kecil dengan double bed.

Sementara sejumlah penginap, yang sebagian besar warga keturunan, mengaku sengaja tinggal di hotel selama libur Idul Fitri karena pembantu rumah tangganya pulang kampung selama satu minggu.

“Pembantu pulang kampung, kami memilih diam di hotel sambil menikmati libur panjang hari raya,” kata Steven (36), warga Jakarta Timur, penghuni salah satu kamar hotel.

Kondisi yang sama dialami sejumlah hotel kelas melati yang banyak terdapat di sepanjang Jalur Puncak-Cianjur. Sebagian besar pengelola mengaku terpaksa menolak calon penghuni karena sudah tidak memiliki kamar kosong.

“Hari ini dari 58 kamar semua terisi penuh sampai tanggal 2 Agustus. Kami banyak mengarahkan pendatang ke vila yang disewakan karena untuk kamar hotel sudah terisi penuh,” kata Ardi, staf front office hotel melati di Jalan Raya Pasekon.

Hotel-hotel di Selatan Bali Juga Penuh

Tingkat hunian hotel-hotel di selatan Bali pun juga penuh saat libur Lebaran. Seperti di Padma Resort Bali at Legian yang berada di Legian, tingkat okupansi mencapai 95 persen.

“Ini untuk periode seminggu sebelum Lebaran sampai seminggu setelah Lebaran. Tapi memang bulan Juli dan Agustus kita lagi running di atas 90 persen,” ungkap Marketing and Communications Manager Padma Resort Bali at Legian, Yohanes Hutauruk.

Ia mengaku tamu yang menginap memang bukan kebanyakan turis domestik, melainkan didominasi turis asal Australia dan Asia. Dari Asia, sebagian besar adalah turis Tiongkok, Jepang, Taiwan.

Tak jauh berbeda dengan kawasan Nusa Dua, seperti hotel Courtyard, tingkat hunian hotel ini mencapai nyaris 100 persen. Public Relations Manager Courtyard by Marriott Bali Nusa Dua Danti Yuliandari menuturkan turis domestik mendominasi. “Domestik sekitar 80 persen,” ungkapnya.

Tarif kamar hotel di Courtyard mulai dari 155 dollar AS atau sekitar Rp 1,7 juta. Sementara di Padma Resort Bali at Legian mulai dari Rp 3,2 juta.

Sedangkan di Jimbaran, seperti di hotel Le Méridien Bali Jimbaran, menerima tamu sebagian besar berasal dari Indonesia, Malaysia, dan Singapura. Seperti diungkapkan Assistant Manager, Public Relations, & Partnership Bali Resorts Collection Angga Adhitya Syailendra, hotel ini memang menawarkan harga khusus untuk tamu domestik.

“Penawaran harga rupiah ini diberikan khusus bagi warga negara Indonesia, pemegang KIMS atau KITAS dan harus ditunjukkan pada saat kedatangan di hotel,” ungkap Angga.

Harga kamar dimulai dari Rp 1,7 juta (++) untuk kategori kamar Classic per malam. Harga tersebut termasuk minuman selamat datang khas Le Méridien Bali Jimbaran dan makan pagi untuk 2 orang dewasa di restoran Bamboo Chic.

Bergeser ke kawasan Jalan Tuban di Kuta, hotel Bali Dynasty Resort mencapai tingkat hunian 90 persen di masa libur Lebaran. Public Relations Bali Dynasty Resort Irma Wardani menuturkan sebagian besar tamu yang menginap berasal dari Jakarta. (*/ant)

Facebook Comments

Leave a Reply

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.