IEBF 2014, Mengemas dan Memasarkan Ekowisata Flores Yang Eksotik

Rombongan IEBF 2014 yang dipimpin Esthy Reko Astuty dan Rizki Handayani diterima pemda Manggarai, Flores, NTT.
Rombongan IEBF 2014 yang dipimpin Esthy Reko Astuty dan Rizki Handayani diterima pemda Manggarai, Flores, NTT.

Jakarta (Paradiso) – Pulau Flores di Nusa Tenggara Timur (NTT) mempunyai daya tarik ekowisata luar biasa, berbagai destinasi wisata alam maupun budaya masih tersaji natural dan belum tersentuh modernisasi. Justru keaslian dan keunikan Flores ini menjadi daya tarik kuat wisatawan berkunjung di pulau terbesar di provinsi NTT ini, untuk itu perlu dijaga keasliannya meski perlu penambahan fasilitas penunjang.

Dalam upaya memasarkan Flores ke dunia internasional, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif melalui Direktorat Promosi Konvensi, Insentif, Even dan Minat Khusus bekerjasama dengan Indecon (Indonesia Ecotourism Network) menggelar kegiatan IEBF 2014 (International Ecotourism Business Forum) di Flores, NTT. Kegiatan IEBF 2014 ini berlangsung selama 5 hari, yakni pada tanggal 30 September – 4 Oktober  2014.

Bentuk kegiatan IEBF adalah mengundang buyers yang merupakan pelaku ekowisata dari Luar Negeri untuk selanjutnya mempertemukan mereka dengan sellers dari dalam negeri, local community, serta media lokal dan nasional.

Sebelum melaksanakan forum bisnis, para buyers terlebih dahulu diajak untuk mengunjungi objek wisata di kawasan NTT seperti Danau Kelimutu, Gua batu cermin, kampung adat, sawah lodok, serta kebun kopi yang dikelola oleh masyarakat lokal, tujuannya adalah untuk mengenalkan produk wisata secara langsung kepada para buyers serta memberikan kesempatan untuk berinteraksi dengan masyarakat lokal disana.

Para peserta IEBF 2014
Para peserta IEBF 2014

Esthy Reko Astuty, Dirjen Pemasaran Pariwisata Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengatakan IEBF 2014 yang digelar di Flores kali ini merupakan yang ke-10, ditujukan untuk memperkenalkan lebih dekat produk wisata daratan dan budaya selain komodo yang telah menjadi daya tarik unggulan.

“Hal ini guna mendukung distribusi wisatawan serta meningkatkan lama tinggal wisatawan di Flores, sehingga masyarakat lokal mendapatkan manfaat lebih dari sektor pariwisata,” ujar Esthy di Ende, Flores, NTT, Rabu (1/10/2014).

IEBF 2014 diawali dari Kabupaten Ende dan berakhir di Labuan Bajo, dengan perjalanan wisata ke desa adat dan daya tarik alam maupun budaya yang dikombinasikan dengan kegiatan trekking, dan juga berdiskusi dengan masyarakat pelaku wisata serta pemerintah daerah. Di Labuan Bajo para buyers dan sellers bertemu dalam kegiatan table top untuk melakukan transaksi bisnis.

“Berbicara tentang ekowisata memang tidak pernah lepas dari upaya pelestarian alam dan pemberdayaan masyarakat lokal, sehingga pada akhirnya kegiatan semacam ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi kelestarian lingkungan serta kesejahteraan masyarakat sekitar, khususnya wilayah Nusa Tenggara Timur,” tambah Ary Suhendi ketua Indecon.

Kesempatan sama, Rizki Handayani Direktur Promosi Konvensi, Insentif, Even dan Minat Khusus menjelaskan pengembangan bisnis ekowisata tentu harus mempertimbangkan isu dan karakter terkini untuk dapat beradaptasi pada tren pasar tanpa mereduksi nilai-nilai yang dijunjungnya.

“IEBF sebagai sarana menyampaikan informasi tentang pengembangan ekowisata di Indonesia saat ini kepada calon wisatawan sebelum mereka merencanakan perjalanannya. Dan juga memfasilitasi pelaku ekowisata lokal yang tidak dapat menembus pasar internasional karena keterbatasan akses dan biaya,” jelas Rizky Handayani yang akrab biasa disapa Bu Kiki.

Rizki menambahkan, kegiatan ini juga memperkuat jaringan antara pelaku ekowisata, terutama antara pengelola destinasi dan masyarakat untuk mengembangkan upaya-upaya sinergis

Mitchell, salah satu buyers dari Jerman mengaku sangat antusias mengikuti kegiatan IEBF 2014 ini, suatu pengalaman tersendiri melihat langsung produk ekowisata di Flores yang eksotik. Dia mengaku sempat kagum melihat keindahan Flores yang dibalut budaya yang masih terjaga.

“Selama ini banyak klien dari kantor (travel agent) saya di Jerman yang menanyakan paket tour ke Indonesia, sekarang saya bisa menawarkan Flores yang begitu menarik, tidak kalah dibanding Bali,” terang Mitchell.

Para buyer ikuti kegiatan table top di Labuan Bajo, NTT.
Para buyer ikuti kegiatan table top di Labuan Bajo, NTT.

Kesempatan sama, Kim buyers dari Korea Selatan cukup terkesima dengan keindahan Flores, terlebih dengan keramahtamahan masyarakat Flores yang antusias menyambut wisatawan asing.

“Flores sangat unik dan berbeda dengan wilayah Indonesia lainnya, saya akan coba tawarkan paket wisata ke Flores setiba di Korea Selatan. Saya yakin klien saya akan tertarik datang ke Flores,” ujar Kim yang mengaku menyukai moke (minuman keras tradisional Flores).

Pada hari terakhir para peserta IEBF 2014 melakukan kegiatan table top (transaksi bisnis wisata) di Jayakarta Hotel, Labuan Bajo, NTT, Sabtu (4/10/2014). Disini mereka bisa bertukar informasi maupun langsung membeli paket tour Flores yang telah dipersiapkan dengan pilihan beragam dari pelaku industri pariwisata lokal Flores.

Sumbar Tuan Rumah IEBF 2015

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Barat, Burhasman mengatakan Sumatera Barat pada tahun 2015 mendatang akan menjadi tuan rumah IEBF. “Tahun 2015 yang akan datang, Sumatera Barat sudah ditetapkan oleh kemenparekraf sebagai tuan rumah internasional bisnis ecotourism forum,” ujarnya di Jayakarta Hotel, Labuan Bajo, NTT, Jumat (3/10/2014).

Sumatera Barat yang ditetapkan sebagai tuan rumah ecotourism nanti karena memiliki agrowisata dan ekowisata. “Para buyer dari perusahaan internasional dan nasional bisa melihat langsung destinasi Sumatera Barat,” katanya.

Rizki Handayani menambahkan, seperti di Flores, Sumbar juga memiliki produk ekowisata yang sangat kuat. IEBF 2015 nanti akan menjadi pintu gerbang mempromosikan produk ekowisata Sumbar ke dunia.

“Sumbar juga memiliki destinasi ekowisata yang tidak kalah menariknya, seperti Mentawai yang adat istiadatnya masih terjaga hingga kini. Selain itu juga destinasi favorit para peselancar dunia,” ujar Rizki.

Dia berharap penyelenggaraan tahun depan bisa lebih meningkat dari tahun sekarang, terutama dari jumlah keikutsertaan buyers dari luar negeri. Dengan IEBF, diharapkan destinasi ekowisata di Indonesia kedepan akan menjadi tujuan favorit wisatawan dunia. (bowo)

Facebook Comments

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.