Indonesia Berjaya di Sungailiat Triathlon Internasional 2017

BANGKA (Paradiso) – Event Sungailiat Triathlon Internasional 2017 telah usai digelar. Atlet Indonesia berhasil mendominasi  gelar juara Sungailiat Triatlon Internasional 2017 di Bangka, Provinsi Bangka Belitung ini.

Dikategori lomba sprint distance putra dan putri, seluruh tropi juara diborong atlet asal Indonesia. Di kategori sprint distance putra, posisi pertama diraih Muhammad Ahlul Firman dari Tricamp Bandung, disusul Hari Rochman dan Febram Yulkhairil, keduanya dari Emperailcyle Dunatek, masing-masing di urutan kedua dan ketiga.

Ketiga pemenang sukses membukukan waktu tercepat, setelah melewati tantangan berenang di lintasan sepanjang 750 meter, bersepeda 20 kilometer dan lari sejauh 5 kilometer.

Sementara di kategori sprint distance putri, waktu tercepat dibukukan Inge Prasetyo, disusul Wahyu Rianti dan Shanelya Hermansah di posisi kedua dan ketiga.

Inge Prasetyo mengaku tak menyangka meraih gelar juara, meskipun ia sengaja pulang dari Boston, Amerika untuk mengikuti Sungailiat Triathlon 2017. Ia pernah mencatatkan namanya sebagai juara di ajang Ironman Taiwan 2016. Sementara Triatlon Sungailiat, merupakan kali kedua yang diikutinya.

Atlet indonesia juga memborong gelar juara di kategori standard distance putra. Peringkat pertama ditempati Ahlul Firman dari Jawa Barat, Hari Rochman dari Paskhas TNI di posisi kedua dan atlet lokal Bangka, Juhardan di posisi ketiga.

Selain dari Indonesia, posisi juara satu untuk kategori Standard Distance putri diraih atlet asal Inggris, Rosanna Bille. Michelle Chrispin asal Australia di posisi kedua dan Katherine Mitchell, asal Inggris di posisi ketiga. Panitia menyediakan hadiah uang tunai, tropi dan medali.

Lebihi Target Peserta

Peserta Sungailiat Triathlon Internasional 2017 mencapai 523 peserta atau melebihi target 500 peserta, sebagaimana yang direncanakan panitia. “Peserta tahun lalu kembali datang dengan membawa lebih banyak teman-temannya. Ini membuat peserta bertambah,” kata Panitia Event Organizer, Fatona, Sabtu (22/4).

Jumlah peserta tahun ini, menurut Fatona, juga meningkat dibanding tahun 2016 yakni sebanyak 420 peserta. Peserta yang berpartisipasi dalam ajang tahunan ini berasal dari 16 negara antara lain Algeria, Australia, Austria, Inggris, Malaysia danJerman.

Tingginya animo peserta di Sungailiat Triathlon Internasional dinilai sebagai dampak positif citra pariwisata daerah. “Destinasi wisata kita diakui dunia. Selain itu Sungailiat Triathlon juga punya ciri khas dengan adanya pergelaran budaya dan nganggung (makan bersama menggunakan dulang),” katanya.

Adapun peserta yang berlomba melewati tantangan berenang di laut, maraton dan bersepeda. Rincian kategori, long distance 47 peserta, standard distance 214 peserta, standard relay 24 peserta (8 tim) dan sprint distance 238 peserta.

Kemenpar Akan Promosikan ke Dunia

Tim Percepatan 10 Destinasi Pariwisata Prioritas, Kementerian Pariwisata Republik Indonesia Larasati Sedyaningsih, menilai Sungailiat Triathlon, salah satu teknik pemasaran pariwisata di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, khususnya Kabupaten Bangka untuk menarik wisatawan.

Dia melihat wisatawan asing sudah banyak mengikuti event sport tourism ini. Untuk itu event Sungailiat Triathlon ini harus selalu diadakan setiap tahun karena sangat berguna untuk pengembangan pariwisata daerah. Para wisatawan asing bisa melihat pantai, keindahan alam, keramahan masyarakatnya hingga wisata kuliner.

Menurut Larasati, tugas kementerian pariwisata untuk melakukan pemasaran dan membina destinasi wisata yang ada di daerah. Untuk itu kementerian pariwisata akan membantu menyebarluaskan informasi mengenai Sungailiat Triathlon ke seluruh dunia terutama ke para pegiat triathlon.

“Tahun depan kita bisa meningkatkan lebih besar marketingnya ke negara-negara lain terutama yang menjadi pusat triathlon,” kata Larasati.

Diakuinya, untuk mengikuti triathlon para peserta harus benar-benar berlatih baik renang, lari dan bersepeda.

Menurutnya untuk meningkat event Sungailiat Triathlon agar lebih besar yang perlu dilakukan adalah promosi, dan kesiapan daerah seperti penginapan untuk peserta karena semakin besar event yang digelar infrastuktur daerah harus siap, hingga penerbangan untuk menuju ke daerah tujuan triathlon.

Perputaran Uang Capai Rp 2,6 Miliar

Sungailiat Triathlon tidak hanya menunjung sektor pariwisata, tetapi juga bisa mengerakkan perekonomian di daerah khususnya di Kabupaten Bangka. Ketua Panitia Sungailiat Triathlon Arman Agus, dari pengakuan peserta triathlon paling tidak mereka mendanai kepentingan pribadinya untuk mengikuti event sport tourism ini sekitar Rp 5 juta hingga Rp 8 juta dari biaya pendaftaran, akomodasi, penginapan hingga kebutuhan lainnya.

Jika dikalkulasikan rata-rata satu orang membawa uang sebesar Rp 5 juta dikalikan 523 peserta, maka perputaran uang di Babel ini khususnya di Kabupaten Bangka bisa sebesar Rp 2,6 milyar lebih.

“Kalau perputaran uang mudah-mudahan dengan pelaksanaan Sungailiat Triathlon ini setidak-tidaknya dalam satu peserta, menurut Mbak Nunung salah satu peserta mengeluarkan buget sekitar Rp 8 juta. Belum oleh-olehnya. Ini luar biasa kalau 523 orang ini bisa hadir ke Sungailiat untuk mengeluarkan uang dan berlomba,” ungkap Ketua Panitia Sungailiat Triathlon Arman Agus.

demi hobi dan keinginan mereka berolahraga mereka rela mengeluarkan kocek cukup besar untuk mengikuti event Sungailiat Triathlon. “Dari perputaran uang yang ada di Kabupaten Bangka ini tentu kami bersyukur diadakannya Sungailiat Triathlon ini karena masyarakat kami khususnya dari kuliner, UMKM, hotel tempat menginap, pedagang kaki lima atau asongan bisa mendapatkan rezeki. Pedagang kaki lima bisa berjualan sepanjang rute yang dilalui peserta triathlon,” jelas Arman.

Para peserta menginap di seluruh hotel yang ada di Sungailiat diantaranya di Tanjung Pesona Beach Resort and Spa, Parai Beach Resort and Spa, Novilla Boutique Resort, Sun Jaya, dan ST 12.

Diakui Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bangka Thony Marza, Pemkab Bangka menganggarkan dana untuk menyelenggarakan Sungailiat Triathlon ini, sebesar Rp 998 juta. Dana ini guna mengcover seluruh kegiatan Sungailiat Triathlon agar berjalan lancar dan sukses.

“Ditanyakan apa yang kembali kepada pemerintah daerah tentunya segala sesuatu yang berkaitan dengan belanja publik ini bukan seperti jual beli ada uang keluar ada yang kita dapat,” jelas Thony.

Namun event Sungailiat Triathlon diharapkan bisa menjadi icon kota tujuan wisata yang ada di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Ketika orang menyebut triathlon maka yang terlihat Sungailiat Triathlon. “Sama seperti ketika orang asing ke Indonesia yang pertama diingatnya Bali. Kadang-kadang saking nggak kenalnya Indonesia itu sebelah mananya Bali,” ungkap Thony.

Dikatakannya Sungailiat Triathlon adalah icon, untuk mempromosinya memerlukan biaya besar. Daripada mempromosikan wisata lewat iklan yang biaya besar maka dialihkan ke kegiatan sport tourism yang mengundang wisatawan untuk datang langsung ke Sungailiat.

“Ini menjadi bahan promosi gratis. Ketika para peserta mendapatkan kenangan yang baik di Sungailiat, merasakan atmosfir yang baik mereka akan bercerita pada keluarga, kawan dan lainnya tentang kegiatan mereka di Sungailiat,” pungkas Thony. (*)

Facebook Comments

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.