Indonesia Membutuhkan Banyak Digipreneur

digitalJakarta (Paradiso) – Indonesia membutuhkan lebih banyak digipreneur atau wirausahawan digital mengingat pengguna internet dan penetrasi pasarnya yang terus meningkat di Tanah Air.

“Demografi Indonesia sangat mendukung dengan mobile user dan pengguna internet semakin besar yang membutuhkan konten digital dari waktu ke waktu,” kata Direktur Kerjasama dan Fasilitasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Lolly Amalia Abdullah saat Dialog Interaktif Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Media, Desain, dan Iptek di Jakarta, Rabu (30/4/2014).

Ia mengatakan kondisi demografi Indonesia kini terbilang sangat potensial dengan 240 juta penduduk dan lebih dari 60 persen di antaranya berumur di bawah 39 tahun yang umumnya masih sangat dinamis dan produktif.

Potensi pengguna mobile Indonesia juga terus meningkat bahkan untuk total mobile subscribers pada 2014 sudah mencapai 309 juta. “Tercatat ada 297 juta mobile user Indonesia pada 2013 dengan 74,6 juta pengguna internet. Bahkan kita sekarang ranking empat sedunia untuk jejaring sosial,” katanya.

Pihaknya mencatat belanja ICT Indonesia pada 2013 mencapai 34,8 miliar dimana ada 30 juta penduduk Indonesia berbelanja 2-50 dolar AS perhari yang mayoritas untuk memenuhi kebutuhan lifestyle consumer product termasuk digital content.

Pembaca komik manga di Indonesia pada 2009 sudah mencapai 1,5 juta perbulan, belanja online voucher games pada 2012 mencapai Rp60 miliar perbulan, dan jumlah online gamers pada 2011 di Indonesia mencapai 6,5 juta. Di sisi lain Indonesia adalah 45 persen total pasar dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

Pihaknya memfasilitasi sejumlah program pendukung di antaranya dalam hal lisensi teknologi, sentra inovasi dan inkubator bisnis, membentuk pusat kreatif, dan memfasilitasi akses pendanaan. “Kami mendorong kemandirian dan peningkatan daya saing industri kreatif berbasis digital,” katanya.

Pada kesempatan yang sama Direktur Pengembangan Ekonomi Kreatif Berbasis Media Kemenparekraf Iqbal Alamsjah mengatakan pada dasarnya sudah banyak insan kreatif muda Indonesia yang sukses berkiprah di negara lain.

“Sudah saatnya kita mendorong produk kreatif digital Indonesia berkibar namanya karena potensi dunia digital kita yang besar dan harus dioptimalkan,” katanya.

Sekretaris Jenderal Masyarakat Industri Kreatif Teknologi Informasi (MIKTI) Hari S. Sungkari mengatakan market sektor digital di Indonesia jelas ada bahkan besar. “Pasar ada hanya harus pilih pasar yang jelas yang akan dikembangkan,” katanya.

Pihaknya menekankan pentingnya penciptaan digipreneur lokal bukan sekadar pengrajin digital. “Kita harus didik generasi muda menjadi pengusaha melalui inkubator. Kalau didiamkan saja mereka hanya akan menjadi pengrajin,” katanya.

Ia menyarankan dirancangnya regulasi yang bersifat motivasi berupa dukungan dan insentif, bukan yang bersifat punishment. “Kita sangat berharap bisa menjadi tuan rumah di pasar sendiri,” katanya. (*/ant)

Facebook Comments

Leave a Reply

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.