Indonesia Perkuat Pariwisata Bersama Timor Leste dan Australia

LABUAN BAJO (Paradiso) – Penguatan sektor pariwisata terus dilakukan Indonesia. Salah satunya melalui strategi dan kerja sama dengan negara tetangga seperti Timor Leste dan Australia.

Menurut Asisten Deputi Strategi dan Komunikasi Pemasaran, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar, Hariyanto, industri pariwisata dapat menghasilkan manfaat ekonomi yang sangat besar. Oleh karena itu, kerja sama dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi suatu wilayah menjadi penting. Dalam konteks ini, kerjasama wilayah antara Indonesia, Timor Leste, serta Australia.

Hariyanto mengatakan hal tersebut pada pertemuan Senior Official Meeting on Trilateral Economic Cooperations Indonesia-Timor Leste-Australia di Labuan Bajo, Kamis (12/4).

Menurutnya, momentum pertemuan trilateral ini sangat penting dalam mengembangkan kerja sama di bidang pariwisata. Untuk itu, Kementerian Pariwisata akan memfokuskan tiga bidang pengembangan kerja sama. Diharapkan dengan difokuskannya kerja sama dapat memperkuat pariwisata di tiga negara yang merupakan The Heart of the Pacific Region tersebut.

“Kita akan fokuskan pengembangan Wisata Bahari terutama cruise dan yacht cruises, lalu pemasaran serta promosi pariwisata, serta pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Pariwisata,” ujar Hariyanto.

Wisata bahari memang menjadi salah satu fokus pengembangan pariwisata Indonesia. Beberapa tahapan dan strategi telah dilakukan pemerintah yaitu mengembangkan infrastruktur pelabuhan, dan melakukan deregulasi terkait pelayaran dan yacth sehingga cruise dan yacth asing dapat dengan mudah masuk dan berlabuh di Indonesia.

Untuk infrastruktur, Indonesia telah membangun Labuan Bajo Marina di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Marina tersebut merupakan Pelabuhan pariwisata modern dan terpadu. Di dalamnya terdapat restoran serta hotel yang berkapasitas 180 kamar. Marina tersebut dikerjakan oleh tiga konsorsium BUMN yang tergabung dalam Indonesia Ferry Property yaitu PT PP (Persero), Patra Jasa, dan PT ASDP Indonesia Ferry.

“Pembangunan Labuan Bajo Marina yang dijadwalkan akan selesai sebelum akhir tahun 2018, menjadi langkah maju untuk mendorong pertumbuhan pariwisata. Dengan selesainya Marina tersebut, Labuan Bajo dapat menerima kunjungan cruise dengan penumpang sebanyak 5.000 orang.” terang Shana Fatina, Tim Percepatan Pariwisata (TPP) Labuan Bajo – Flores.

Labuan Bajo merupakan salah satu dari 10 Destinasi Prioritas Pariwisata sehingga perkembangan di sektor pariwisata tampak nyata. Salah satunya adalah dengan dibentuknya Badan Otorita Labuan Bajo melalui Perpres Nomor 32 tahun 2018, tanggal 5 April 2018.

“Berkaitan dengan kerjasama cruise, Australia juga menyambut baik dan ingin mendiskusikan khusus mengenai potensi pengembangan paket cruise tourism dalam pertemuan lain. Saat ini kami menunggu tanggapan dari pihak Australia sambil menunggu kesiapan Pelabuhan Marina di Indonesia terutama di Labuan Bajo. Dalam pertemuan ini kita akan dorong percepatannya,” ujar Shana.

Promosi juga mendapat perhatian serius dari Kemenpar. Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTT, Marius Ardu Jelamu mengatakan, promosi adalah aspek yang sangat penting untuk pariwisata. Pada tahun 2018, Kementerian Pariwisata telah menjadwalkan beragam kegiatan di wilayah Timur Nusa Tenggara yaitu sebanyak 24 event prioritas cross border di wilayah Timur Nusa Tenggara. Dengan rincian, 12 even di Belu serta 8 even di Kabupaten Timur Tengah Utara (TTU).

Begitu juga di Australia, Kemenpar juga telah dan akan melakukan serangkaian kegiatan promosi pariwisata Indonesia karena Australia merupakan pangsa pasar potensial pariwisata Indonesia. Tercatat sebanyak 1.188.449 wisatawan Australia berkunjung ke Indonesia di tahun 2017.

“Sama halnya Annual Meeting IMF-World Bank yang akan digelar bulan Oktober 2018 di Bali. Ini merupakan momentum bagus untuk mendongkrak kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia. Untuk itu Kemenpar telah menyiapkan lebih dari 60 Paket Tour, 8 diantaranya di Labuan Bajo-Flores dan Sumba,” ujar Hariyanto lagi.

Di sisi lain, Timor Leste juga mengajukan usulan branding bersama terkait diving sites di kawasan Dili dan Labuan Bajo serta pengembangan gastronomy tourism di kawasan perbatasan.

Pada pertemuan trilateral tersebut Kemenpar juga akan mendorong peningkatan kualitas SDM pariwisata. Saat ini, sudah ada MoU kerjasama pendidikan bidang pariwisata antara Sekolah Tinggi Pariwisata Nusa Dua Bali (STPNB) dengan Dili Institute of Technology (DIT). MoU tersebut telah ditandatangani pada tanggal 11 Agustus 2015. “Indonesia akan mendorong Timor Leste untuk mengoptimalkan implementasi dari MoU tersebut dalam rangka menciptakan tenaga handal bidang vokasi pariwisata di kawasan trilateral,” pungkas Hariyanto.

Pertemuan Trilateral Indonesia-Timor Leste-Australia juga menyadari pentingnya peran sektor lain dalam pengembangan pariwisata, sehingga forum mendorong keterlibatan private sector dalam akselerasi pencapaian kerja sama secara konkret.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menyambut gembira pertemuan trilateral Indonesia-Timor Leste-Australia. Menurutnya ini merupakan langkah strategis untuk memajukan pariwisata khususnya di ketiga negara.

“Kita harus berkolaborasi untuk menjadi besar. Kedekatan teritorial antara ketiga negara ini harus dimanfaatkan untuk bersama memajukan pariwisata tanpa batas. Saya yakin kolaborasi ini akan meningkat pariwisata di kawasan trilateral tersebut,” kata Menpar Arief Yahya. (*)

Facebook Comments

Leave a Reply

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.