Indonesia Tujuan Investasi Pariwisata Paling Menarik

Pembangunan hotel.
Pembangunan hotel.

Jakarta (Paradiso) – Potensi Sumber Daya Alam Indonesia yang melimpah ruah bisa dikembangkan dan dimanfaatkan sepenuhnya bagi pertumbuhan ekonomi. Proses perkembangan tersebut dibutuhkan investasi dari berbagai pihak.

“Dua faktor yang menjadi pertumbuhan ekonomi signifikan adalah volume perdagangan serta investasi. Dua hal ini juga tak lepas dari integritas ekonomi serta ilmu pengetahuan dengan inovasi untuk mengembangkan dua faktor tersebut,” kata Menko Kesra Hata Radjasa dalam pembukaan acara Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia di JIEXPO Kemayoran, Senin (14/4).

Hatta mengatakakan, pemerintah akan mendorong pertumbuhan ekonomi ke segala sektor dengan memberikan nilai tambah (value added). Artinya barang atau jasa yang dihasilkan Indonesia tidak dalam bentuk bahan mentah namun lebih diproses lagi. “Kita sepekat untuk barang yang diekspor tidak bahan mentah namun diolah lagi agar memberikan nlai tambah bagi petani, pengrajin,” katanya.

Sedang Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Mari Elka Pangestu mengatakan bila sumber daya alam Indonesia hampir habis, maka  sektor pariwisata bisa dikembangkan dan dimanfaatkan sepenuhnya bagi pertumbuhan ekonomi di daerah.

“Seperti di Sawah Luntoh tadinya tambangnya adalah penopang pertumbuhan ekonominya, namun persediannya menipis akhirnya beralih ke hiburan. Saat ini pariwisata di sana cukup diminati wisatawan baik dalam negeri maupun mancanegara,” katanya.

Mari Elka  menjelaskan, banyak potensi yang bisa digali, Indonesia merupakan negara tujuan inventasi jangka panjang (investment grade) termasuk untuk sektor pariwisata paling menarik secara internasional. “Banyak lembaga pemerintah internasional memberikan penilaian (rating)  terhadap Indonesia  yang semakin menarik untuk investasi jangka menengah dan panjang,” kata Mari. (*)

Facebook Comments

Leave a Reply

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.