Industri Kreatif Sumbang Rp 642 triliun

seminar creativeJakarta (Paradiso) – Kementerian Pariwisata dan ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) bekerjasama dengan World Intellectual Property Organization (WIPO) menggelar Seminar Nasional On Creative Industries and Evonomic Growth 19-20 Juni.

Seminar yang diselenggarakan selama dua hari penuh tersebut menghadirkan narasumber tingkat nasional dan internasional dengan peserta dari berbagai kalangan terkait mulai lembaga pemerintahan hingga kalangan mahasisawa dan para pelaku industri kreatif.

Menururt Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sapta Nirwandar yang hadir dalam pembukaan seminar mengatakan, sektor industri kreatif di Indonesia terus menunjukkan perkembangan yang positif. Sektor ini telah memberikan kontribusi yang signifikan terhadap perkonomian Indonesia.

“Tahun lalu sektor ekonomi kreatif memberikan kontribusi kesempatan kerja dengan menyerap 11,9 juta tenaga kerja atau 10,72% dari total juta tenaga kerja nasional serta memberikan kontribusi tidak kurang dari Rp 642 triliun atau 7,05 persen dari total PDB nasional,” kata Sapta saat menghadiri  seminar yang digelar di Hotel Acacia Jakarta, Kamis (19/6).

Kontribusi positif dari sektor kreatif nasional terhadap perekonomian juga dibuktikan melalui suatu studi World Intellectual Property Organization WIPO. “WIPO menghitung kontribusi industri kreatif melalui indicator output, value added dan employment yang terbagi ke dalam beberapa sub sektor (Core Copyright Industry, Interdependent Copyright Industry, Partial Copyright Industry & Non-dedicated Support Industry),” ujar Deputy Director and Head, Creative Industries Section, Copyright Infrastructure Division,WIPO, Genewa, Switzerland, Mr Dimiter Gantchev  yang menjadi salah seorang narasumber.

Meski kontribusi industri kreatif nasional terus tumbuh positif, menurut Sapta jika dibandingkan dengan negara-negara tetangga kontribusi industri kreatif nasional masih harus terus dioptimalkan. perkembangan industri kreatif juga harus ditunjang dengan perlindungan terhadap Hak Kekayaan Intelektual (HKI) orang kreatif diseluruh sub sektor industri kreatif untuk meningkatkan daya saing dan manfaat dalam perkembangan industri ekonomi kreatif.

Wamen juga mengungkapkan bahwa penting untuk mendukung generasi muda agar lebih aktif dan produktif dalam menghidupkan industri kreatif dengan memberikan ruang-ruang yang bisa memotivasi dan menciptakan anak muda yang kreatif.

“Pemerintah lakukan bekerjasama dengan berbagai pihak, salah satunya dengan PT. Telkom kita buat pusat-pusat inkubasi industri kreatif itu di Bandung di Jogja dan beberapa kota lain di Indonesia. Mereka dilatih  dan bisa dibantu dalam hal pemasaran,” terang Sapta. (Erwin)

Facebook Comments

Leave a Reply

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.