Industri Pariwisata Perlu Perhatian Serius

Firmansyah Rahim
Firmansyah Rahim

Jakarta (Paradiso) – Industri pariwisata di Indonesia saat ini masih belum dianggap sebagai prioritas oleh pemerintah padahal  memiliki potensi besar sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan mampu mendatangkan devisa.

Dirjen Pengembangan Destinasi Pariwisata Kemenparekraf Firmansyah Rahim mengatakan kurangnya prioritas tersebut terlihat dari minimnya anggaran yang diterima oleh Kemenparekraf dibandingkan dengan kementerian sektoral lainnya. Instansi  ini termasuk salah satu kementerian yang mendapatkan pemotongan anggaran dari tahun sebelumnya Rp2 triliun menjadi hanya sekitar Rp1,5 triliun.

“Begitu pula di daerah yang hanya memperoleh anggaran kurang dari Rp1 miliar untuk pengembangan industri kepariwisataannya. Orang lain di luar kita, banyak yang menganggap pariwisata bukan sektor yang seksi dan kurang strategis. Bappenas dan Kemenkeu masih belum melihat itu, untuk memberikan anggaran mereka selalu hitung-hitungan seberapa besar bisa mengentas kemiskinan dan mengurangi pengangguran,” ujarnya.

Dikatakan, padahal, di banyak negara lain, pariwisata justru menjadi sektor utama penggerak perekonomian. Sementara Indonesia yang memiliki ribuan lokasi wisata saat ini masih belum bisa tergarap secara optimal. Memang, untuk menumbuhkembangkan industri pariwisata di Indonesia bukan hanya tugas dan kewenangan dari Kemenparekraf semata tetapi juga diperlukan kerja sama dan kolaborasi dengan pihak lain.

“Misalnya saja untuk aksesabilitas menuju kawasan wisata diperlukan percepatan infrastruktur jalan, bandara, dan pelabuhan yang menjadi tanggung jawab dari Kementerian PU dan Kementerian Perhubungan. Selain itu, diperlukan juga peran serta dari pihak swasta untuk membangun kepariwisataan tersebut dengan menanamkan investasi di kawasan tersebut untuk mengoptimalkan potensi wisata yang berlimpah,” katanya.

Ditambahkannya, di sini peran GIPI sebagai wadah bagi asosiasi dan pengusaha wisata di Indonesia untuk ikut ambil bagian, dan itu harus tercermin dalam setiap program GIPI.

Sementara Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Didien Juanedy menuturkan bahwa pihaknya akan mendobrak pemikiran tersebut dan menjadikan pariwisata sebagai prioritas pembangunan yang mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi di suatu wilayah.

“Seharusnya pariwisata ini bisa menjadi leading karena ini juga bisnis bukan hanya budaya. Dan kita memiliki potensi pariwisata yang jauh lebih bagus dari negara tetangga.  Saya berharap kepemimpinan selanjutnya dapat memberikan perhatian lebih terhadap pariwisata dengan membuat pemetaan yang jelas secara geopolitik yang diiringi dengan pembangunan infrastruktur,” ungkapnya. (*)

Facebook Comments

Leave a Reply

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.