ITCEF 2015 Tawarkan Paket Liburan Menarik

Jakarta (Paradiso) – Badan Promosi Pariwisata Indonesia (BPPI) bersama Kementerian Pariwisata kembali menggelar Indonesia Tourism & Creative Economy Fair (ITCEF) tahun ini. Di tahun keempatnya ini, ITCEF masih konsisten untuk mempromosikan dan menjual destinasi wisata di Indonesia juga memperkenalkan produk kreatif.

Ketua BPPI Wiryanti Sukamdani mengatakan, penyelenggaraan ITCEF tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya karena tidak ada kegiatan table top. Kegiatan ini merupakan pertemuan business to business (B to B) di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif.  “Tahun ini ITCEF hanya pure consumer show. Orang mau datang langsung booking hotel, beli tiket, beli batik, silakan,” kata Wiryanti saat ditemui usai pembukaan ITCEF 2015 di Jakarta Convention Center (JCC), Jumat (16/10).

Meski bertujuan untuk promosi Indonesia, jumlah Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) yang hadir tahun ini terbilang lebih sedikit dibandingkan tahun lalu.  Wiryanti mengatakan hal ini disebabkan banyak dari mereka yang sudah disibukkan dengan kegiatan sendiri, seperti Yogyakarta. Tapi setidaknya, ada lebih dari 100 partisipan yang terlibat dalam event tahunan ini.

Tidak hanya pameran pariwisata, tur, dan perjalanan, serta pameran produk ekonomi kreatif seperti kain batik, baju, sandal, dan perhiasan, ITCEF 2015 juga dimeriahkan dengan kompetisi. Ada bed set up & table set up competition, yang diselenggarakan oleh Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI).  Selain itu, ada juga aksi juggling bartender, uniform parade, pertunjukan budaya, fashion show, stand up comedy, dan pertunjukkan musik.

ITCEF 2015 akan berlangsung selama tiga hari, mulai dari 16-18 Oktober 2015. Pameran ini setiap harinya buka dari pukul 10.00 hingga pukul 17.00. Tapi pada Sabtu (17/10), pameran diselenggarakan sampai pukul 17.00.

Pariwisata Indonesia Meningkat

Kesempatan sama, Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan sektor pariwisata nasional tumbuh sangat baik dibandingkan dengan negara-negara lain di kawasan. Menurut dia, promosi dan branding pariwisata yang dilakukan selama ini sudah membuahkan hasil terlihat dari jumlah wisatawan mancanegara dan domestik yang terus meningkat meskipun terkena dampak perlambatan ekonomi global.

“Sebelumnya branding pariwisata Indonesia kalah dengan branding Trully Asia yang dimiliki negara tetangga. Namun, karena Indonesia telah siap dalam persaingan industri pariwisata, dan apa yang ditawarkan sesuai dengan yang di promosikan maka kini branding Wonderful Indonesia, telah berada di peringkat 47 dunia, meningkat jauh dari posisi sebelumnya di posisi 144,” katanya usai membuka ITCEF di JCC.

Diingatkan, promosi dalam industri pariwisata merupakan bentuk dari long term investment (investasi jangka panjang), yang hasilnya baru akan terlihat setahun mendatang. Oleh karena itu, bentuk promosi yang dilakukan dalam ITCEF merupakan langkah dan upaya yang sangat positif dalam rangka menjual produk-produk pariwisata, dimana terjadinya saling interaksi antara insan pariwisata nasional dan internasional dengan konsumen.

Arief menyatakan, Kementerian Pariwisata optimistis dengan makin banyaknya event seperti ini, maka target kunjungan 12 juta wisatawan mancanegara dan wisatawan domestik dapat tercapai, karena industri pariwisata nasional sudah siap. (bowo)

Facebook Comments

Leave a Reply

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.