Januari-April Kunjungan Wisman Meningkat 10,6 %

Mari Elka Pangestu
Mari Elka Pangestu

Jakarta (Paradiso) – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu menyatakan jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Indonesia pada periode Januari-April 2014 meningkat 10,6 persen disbanding periode yang sama tahun lalu.

Menurut Mari, wisatawan asal Cina mencapai 30 persen yang mengunjungi Indonesia. “Cina pasar terbesar ketiga setelah Singapura dan Malaysia. Lonjakan turis Cina sebagai kerja keras promosi yang digencarkan sejak tahun lalu. Peningkatan itu juga didorong semakin banyaknya rute penerbangan langsung ke daerah wisata di Indonesia,” ujarnya dalam jumpa pers pencapaian kinerja sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Jakarta, Senin (2/6).

Misalnya, di Lombok, Nusa Tenggara Barat, peningkatan turis mencapai 130 persen selama kuartal pertama tahun ini. Peningkatan itu disebabkan ada pesawat rute luar negeri yang langsung masuk Lombok, yang tadinya hanya dari Australia dan Malaysia lalu bertambah dari Cina. “Ada tiga penerbangan langsung, pengaruhnya besar,” terangnya.

Kunjungan wisman ke Indonesia pada April lalu sebesar 726.332 wisman  semakin menguatkan posisi sektor pariwisata yang pada empat bulan pertama, Januari-April 2014 menembus pertumbuhan dua digit.

Secara kumulatif jumlah kunjungan wisman pada Januari-April 2014, mencapai 2.947.684 wisman atau tumbuh dua digit atau sebesar 10,64% dibandingkan periode yang sama2013 sebanyak 2.664.176 wisman.  Memang terjadi penurunan bulan April dibanding Maret 2014 sebesar 5,1%, tetapi hal tersebut normal dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya karena April adalah low season. Di bulan Mei sampai dengan Agustus akan kembali naik karena high season.

Disamping itu pertumbuhan bulan April 2014 dibanding April 2013 mencapai12,4% dengan jumlah tambahan wisman sebanyak 80.215 orang. “Dengan pertumbuhan sampai dengan April, kita optimis bahwa pertumbuhan wisman tahun ini bisa mencapai double digit.  Sehingga target pencapaian wisman tahun 2014 sebesar 9,3 juta hingga 9,5 juta  atau pertumbuhan 6-8%, dapat terlampaui.  Apalagi mengingat bahwa peak season di bulan Juni-Agustus dan di akhir tahun masih akan menyumbang kepada jumlah wisman”, kata Mari Pangestu,

Data BPS dan Pusdatin Kemenparekraf menyebutkan, kunjungan wisman melalui tiga pintu utama yakni Bandara Soekarno-Hatta, Bandara Ngurah Rai, dan Batam pada empat bulan pertama 2014 mengalami pertumbuhan tinggi masing-masing sebesar 7,57%,  14,84%, 10,39%.

Pertumbuhan tinggi juga terjadi pada pintu masuk Bandara Kualanamu Medan  sebesar 11,75%, Makassar (17,03%), Bandara Internasional Lombok (BIL)  190,59%, Bandara Adisucipto Yogyakarta dan Husein Sastranegara Bandung masing-masing sebesar 35,56% dan 16,58%. Pintu masuk BIL menunjukkan keistimewaan karena selama empat bulan (Januari-April) berturut-berturut mengalami pertumbuhan yang stabil di atas 130% oleh karena dimulainya beberapa penerbangan langsung dari Australia.

Pertumbuhan tinggi juga terjadi pada Bandara Minangkabau Sumatera Barat pada Januari-April sebesar 23%. Diharapkan  pada akhir Mei dan awal Juni, akan meningkat tajam karena adanya event internasional balap sepeda Tour de Singkarak 2014 yang akan berlangsung minggu pertama hingga kedua Juni.

Hampir semua pasar utama pariwisata Indonesia pada empat bulan pertama, mengalami pertumbuhan signifikan. Mari mengatakan, dari pasar utama yang menggembirakan adalah tumbuhnya pasar RRT yang pada kuartal I/2014 ini mencapai 30,42% dengan jumlah wisman sebesar 324.344 atau mengalahkan wisman Australia sebanyak 316.122 wisman. Wisman RRT kini menempati urutan ke-3 setelah Singapura dan Malaysia masing-masing sebesar 463.924 dan 413.504 wisman.

Sementara itu berdasarkan kebangsaan, wisman yang mengalami pertumbuhan tinggi pada April 2014 yakni; Bahrain sebesar 64,38%, Mesir 53,09%, Arab Saudi 37,34%, Jerman 32,57%, Hongkong 29,77%, sedangkan secara akumulatif pada kuartal I/2014 wisman yang mengalami pertumbuhan tinggi adalah  Bahrain sebesar 73,56%, Arab Saudi 54,42%, Uni Emirat Arab 49,58%, Mesir 38,07% dan RRT  sebesar 30,42%.

Hanya beberapa pasar  yang mengalami pertumbuhan negatif seperti  Jepang sebesar -2,76%,  Taiwan (-0,24%), Thailand (-0,03), serta Rusia (-11,13%). “Pasar Jepang akhir tahun lalu sempat rebound, begitu pula Taiwan awal tahun ini sempat tumbuh positif. Kita akan terus pelajari mengapa pasar ini turun, kemudian segera melakukan strategi promosi yang efektif,” kata Mari.

Penyebab turunnya pasar Jepang dan Taiwan lebih banyak karena faktor ekonomi,  sedangkan Rusia selain karena ekonomi juga situasi politik dalam negeri. Begitu pula Thailand  karena faktor politik dan situasi keamanan dalam negeri.

Capaian ini membuat Mari optimistis mampu mengantongi target turis asing yang dipatok 9,5 juta wisatawan. Alasannya, menurut Mari, puncak liburan terjadi pada pertengahan dan akhir tahun. “Kalau trennya seperti ini, saya optimistis angkanya lebih besar lagi pada akhir tahun,” katanya. (bowo)

Facebook Comments

Leave a Reply

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.