Jokowi: Industri Kreatif Masa Depan Anak Muda

Jokowi saat hadiri Konser Salam 2 Jari di Senayan, Jakarta.
Jokowi saat hadiri Konser Salam 2 Jari di Senayan, Jakarta.

Jakarta (Paradiso) – Calon presiden nomor urut dua Joko Widodo (Jokowi) mengatakan bidang industri kreatif dapat menjadi sektor lapangan pekerjaan yang potensial untuk dikembangkan anak muda di masa mendatang.

“Anak muda di masa mendatang lapangan pekerjaannya yang banyak adalah di bidang industri kreatif,” kata Jokowi di sela-sela kegiatan kampanyenya Rabu (2/7) lalu di Cianjur, Jawa Barat.

Jokowi mengatakan industri kreatif memiliki banyak sektor yang bisa dikembangkan, antara lain seni pertunjukkan, “handicraft”, musik, animasi, permainan dan lain sebagainya. “Makanya saya mendukung sekali industri kreatif,” ujar Jokowi.

Sementara itu, musisi Andre Hehanusa yakin bila Jokowi JK terpilih menjadi Presiden dan Wakil Presiden Indonesia akan membawa kebaikan bagi negeri khususnya industri kreatif. Pelantun “Kuta Bali” ini bangga dan salut Jokowi mempunyai gagasan memajukan industri kreatif di Indonesia. Banyak anak muda Indonesia yang kreatif namun belum terangkat hasil-hasil terbaiknya.

Menurut Andre masalah ekonomi kreatif tak pernah diangkat dan dibicarakan oleh presiden sebelumnya. Ini gebrakan terdepan dari calon presiden terbaru kita.

“Musik adalah salah satu dari industri kreatif yang harus dimajukan. Musik Tanah Air kita jangan mundur tapi wajib maju dengan dukungan pemerintah. Jokowi punya revolusi kebudayaan bukan masalah PKI yang dipersoalkan. Ini kan aneh. Moral dan kasih sayang itu jauh lebih penting,” katanya.

Oleh karena itu ia yakin memilih orang yang berpengalaman di pemerintahan baik dari Wali Kota Solo dan Gubernur DKI Jakarta.

Sementara itu, Guru Besar Universitas Katolik Parahyangan Bandung Prof. Yuwana Murjoko memandang bahwa visi misi Jokowi – Jusuf Kalla yang ingin menjadikan sumber daya manusia sebagai kekayaan utama menjadi angin segar bagi dunia ekonomi kreatif Tanah Air.

Sehingga dia meyakini visi misi perekonomian pasangan nomor urut dua itu mampu mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif.

“Secara eksplisit, Jokowi sangat memperhatikan industri kreatif, khususnya pada kalangan muda. Kalau ada salah satu capres akan memanusiakan manusia, maka ini hal paling prinsip,” katanya.

Memanusiakan manusia menurutnya menjadi kata kunci bahwa SDM Indonesia sudah harus unggul dalam bidang ekonomi kreatif. Di sejumlah negara yang ekonomi kreatifnya maju, sumber daya manusia dijadikan aset utama dibanding sumber daya alam maupun potensi lainnya.

“Di situ terlihat sudah fokus perhatiannya (Jokowi) ingin mengembangkan ke arah sana,” ungkapnya. Dia meyakini Indonesia dengan menumpuknya SDM akan sangat berpeluang besar mengembangkan ekonomi kreatif.

Ekonomi kreatif diyakini memiliki potensi yang besar dalam menopang pertumbuhan ekonomi. Dengan memiliki jumlah penduduk yang besar, ekonomi kreatif Tanah Air seharusnya mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.

“Sumber daya manusia ini merupakan kekayaan yang luar biasa. (Kekayaan) pertanian bisa saja lahannya makin luas, (kekayaan) industri bisa saja mesin makin canggih, tapi sumber daya manusia harus tetap jadi yang utama,” katanya.

Tujuh Isu Strategis dalam Ekonomi Kreatif 

Kesempatan lain, Sekretaris Jenderal Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Ukus Kuswara mengatakan sekarang ini cukup sulit mencari orang kreatif di Indonesia.

Banyak pelaku kreatif ini pergi ke luar negeri karena mendapat tawaran yang lebih bagus. “Harus ada regulasi pendukung,” kata Ukus Kuswara.

Ia mengatakan regulasi dalam pembiayaan bagi usaha ekonomi kreatif penting karena banyak pengusaha yang sulit mengakses lembaga keuangan padahal sudah memiliki badan hukum legal.

Menurut dia, ada tujuh isu strategis ihwal potensi dan tantangan yang harus diperhatikan para pemangku kepentingan dalam pengembangan ekonomi kreatif.

Tujuh isu itu yakni ketersediaan sumber daya kreatif (orang kreatif); ketersediaan sumber daya alam; industri kreatif yang berdaya saing, tumbuh, dan beragam; ketersediaan pembiayaan yang mudah diakses; perluasan pasar bagi karya kreatif; ketersedian infrastruktur dan teknologi; serta adanya lembaga yang mendukung pengembangan ekonomi kreatif. (*/bowo)

Facebook Comments

Leave a Reply

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.