Kampanye ‘Suara Hati’ Bertema ‘Stop Violence with Art’

JAKARTA (Paradiso) – Sejak digulirkan awal Desember 2015 lalu di Jakarta yang berlanjut  menghampiri 3 kota besar Indonesia dalam format ‘Photo Art Exhibition’ yaitu Bali (18 Januari – 13 Februari 2016 di Beach Walk Kuta); Yogyakarta (15-23 Februari 2016 di Plaza Ambarrukmo) dan Makassar (22 Maret 2016 di Hotel Horison), kampanye ‘Suara Hati’ kali ini didukung oleh Pusat Kebudayaan Belanda, Erasmus Huis menggelar acara inspiratif bertema ‘Stop Violence with Art’ bertempat di ruang pameran Erasmus Huis Hall, Kedutaan Besar Belanda, Jakarta, Jumat (15/5).

Dalam kemasan yang mengkolaborasikan cultural art, talkshow dan photo art exhibition, acara ‘Stop Violence with Art’ ini berkeinginan untuk mendorong kemajuan perempuan Indonesia melalui kekuatan seni sekaligus mengangkat derajat perempuan Indonesia ke tingkat yang lebih  baik dan merangkul para perempuan korban tindak kekerasan untuk maju dan berkarya. Sesi talkshow berdiskusi tentang kekerasan terhadap perempuan dan memberikan edukasi kepada masyarakat akan dampak dari kekerasan dan cara penanggulangan kekerasan dan bantuan. Cultural art menampilkan musik etnik, dance etnik dan seni bertutur persembahan Alunada, Rumoh Budaya serta Photo Art Exhibition menampilkan ekspresi wajah dari 60 public figure perempuan Indonesia.

Pentingnya edukasi mengenai beragam tindak kekerasan yang kerap dialami oleh perempuan Indonesia ternyata masih banyak dijumpai di setiap lapisan masyarakat tak hanya terjadi di daerah saja namun juga di perkotaan dan berdasarkan data kekerasan terhadap perempuan yang dimuat dalam catatan tahunan Komnas Perempuan tahun 2014 bahwa jumlah kasus kekerasan terhadap perempuan tahun 2014 adalah sebesar 293.220 kasus.

Melihat data kekerasan yang cukup tinggi di Indonesia inilah yang menggerakkan hati Nova Eliza, seorang seniman multi talenta Indonesia untuk menginisasi kampanye ‘Suara Hati’ yang menjadi medium untuk menunjukkan kepedulian dan keprihatinan atas nasib kaum perempuan sekaligus memberikan dukungan, empati dan apresiasi terhadap kiprah kaum perempuan Tanah Air.

Dengan mengusung slogan ‘Oleh Perempuan dan Untuk Perempuan’, ‘Suara Hati’ itu sendiri merupakan kampanye/proyek seni yang menggunakan media photography, musik etnik, dance etnik, seni bertutur cerita dan berdiskusi sekaligus memberikan edukasi dalam bentuk talkshow seperti yang juga ditampilkan dalam acara ‘Stop Violence with Art’.

Nova Eliza selaku pemrakarsa ‘Suara Hati’ merasa gembira akan kepedulian dan keprihatinan terhadap para perempuan yang mengalami tindak kekerasan yang digaungkan melalui kampanye ‘Suara Hati’ sejak pertama kali digulirkan telah mendapat sambutan yang cukup positif dari beberapa pihak.

“Sebagai seniman perempuan tentunya saya miris melihat kenyataan bahwa perempuan Indonesia di era sekarang ternyata masih banyak yang mengalami tindak kekerasan yang seringkali terjadi karena adanya ketimpangan atau ketidakadilan jender. Ketimpangan jender antara perbedaan peran dan hak perempuan dan laki-laki di masyarakat yang menempelkan perempuan dalam status lebih rendah dari laki-laki. Perempuan sering disudutkan sebagai orang yang lemah dan tidak punya kemampuan, dimana hal ini akan mempengaruhi kejiwaan perempuan yang dapat mengakibatkan depresi dan berujung menciptakan terjadinya kekerasan”, ujar Nova Eliza ketika menuturkan awal kepeduliannya untuk berjuang melawan tindak kekerasan yang dialami perempuan.

Ditambahkannya, “Saya sangat gembira rasa empati dan perhatian yang saya tuangkan dan ekspresikan dalam kampanye ‘Suara Hati’ ini mendapatkan dukungan lebih dan kontribusi dari beberapa pihak sehingga dapat membawa kampanye ini ke beberapa kota besar di Indonesia untuk menyebarkan edukasi ke masyarakat luas. Terlebih kali ini, acara ‘Stop Violence with Art’ mendapat dukungan dari Erasmus Huis yang menjadikan permasalahan tindak kekerasan perempuan sudah mendapatkan perhatian dari perwakilan kedutaan yang ada di Indonesia salah satunya Kedutaan Besar Belanda. Saya berharap dengan terselenggaranya acara ini secara tidak langsung membawa kesejukan dan bukti nyata dukungan bagi para perempuan korban tindak kekerasan untuk tetap tegar menjalani kehidupan yang masih panjang”.

Pada acara ‘Stop Violence with Art’ yang menjadi bagian dari rangkaian roadshow kampanye ‘Suara Hati’ yang telah berjalan sejak akhir tahun lalu ini, turut menghadirkan narasumber yang kompeten  untuk membahas isu seputar tindak kekerasan terhadap perempuan yang seperti tidak pernah habis, bahkan timbul kembali baru-baru ini dengan adanya kasus pemerkosaan terhadap remaja Bengkulu bernama Yuyun yang membuat miris ini.

Diantaranya Duta Besar Kerajaan Belanda di Jakarta, Rob Swartbol; Prof. Dr. Venetia R. Danes, Deputi Perlindungan Hak Perempuan, Kementerian Pemberdayaan Perempuan; Titi Rajo Bintang, aktris, drummer dan penyanyi; Yuniyanti Chuzaifah, Wakil Ketua Komnas Perempuan; Liza M. Djaprie, psikolog dan Sarah Spronk, Specialized in Gender and Women’s Right.

Pihak Erasmus Huis sendiri menyambut gembira kerjasama dengan Nova Eliza untuk menggelar acara ‘Stop Violence with Art’ yang menjadi bagian dari kampanye ‘Suara Hati’. “Kami merasa terpanggil untuk menyebarkan edukasi mengenai permasalahan tindak kekerasan terhadap perempuan yang terjadi di Indonesia. Di era emansipasi perempuan saat ini tentunya kiprah perempuan tidak boleh dilihat sebelah mata saja karena perempuan sudah  membuktikan kecakapan dan kemampuan di segala bidang. Untuk itulah melalui kegiatan ini, kami pun ingin merangkul para perempuan untuk bersatu melawan ketidakadilan dan tindak kekerasan agar ke depannya kaum perempuan dapat berkarya secara maksimal pada bidangnya masing-masing”, terang Rob  Swartbol, Duta Besar Kerajaan Belanda di Jakarta.

Acara ‘Stop Violence with Art’ ini juga didukung oleh mitra strategis diantaranya Fuji Film, Crystal, Disbudpar Aceh, Marie Claire, Viro, Nurulita Photography, Dewandra Djelantik Photography, The Jakarta Post, Komnas Perempuan dan Global Voice for Women. (*)

Facebook Comments

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.