Keindahan Alam dan Budaya Papua Tersaji FDS 2015

Jakarta (Paradiso) – Keindahan alam dan keunikan adat budaya Papua akan menjadi daya tarik utama kegiatan Festival Danau Sentani (FDS) 2015. Penyelenggaraan FDS 2015 oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Jayapura tahun ini merupakan gelaran ke-8, dan mendapat dukungan dari Kementerian Pariwisata sejak penyelenggaraan pertama tahun 2008 silam.

Penyelenggaraan FDS 2015 dimaksudkan untuk mempromosikan potensi seni budaya dan obyek wisata Kabupaten Jayapura, juga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah Kabupaten  Jayapura.

Penyelenggaraan FDS 2015  akan berlangsung di Kawasan Wisata Khalkote, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua pada 19-23 Juni 2015 dengan mengangkat tema  “Budayaku Sejahteraku” (My Culture My Prosperous) merupakan  ekspresi dari kecintaan terhadap sesama manusia melalui penguatan karakter budaya yang diimplementasikan dalam norma kehidupan yang damai.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengatakan, penyelenggaraan FDS menjadi sarana penting dalam melestarikan dan mengembangkan nilai-nilai seni budaya dan kreatifitas masyarakat yang ada di sekitar Danau Sentani  sekaligus menjadi  daya tarik untuk meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) maupun wisatawan nusantara (wisnus)  ke Jayapura maupun Indonesia pada umumnya. “Kementerian Pariwisata akan membantu mempromosikan FDS dalam branding Wonderful Indonesia maupun Pesona Indonesia,” kata  Menpar Arief Yahya dalam jumpa per FDS 2015 di Gedung Sapta Pesona Jakarta, Senin (8/6/2015).

Kesempatan sama, Bupati Jayapura Mathius Awoitauw mengatakan FDS 2015 akan diikuti 100 grup tari  terdiri dari 24 grup Ondoafi (4 distrik) di sekitar Danau Sentani, 15 grup distrik di lingkup Kab. Jayapura, 30 grup dari luar Kab. Jayapura, 15 grup dari Kota Jayapura dan 16 grup dari kelompok Paguyuban. Selain Kabupaten dan Kota Jayapura akan ikut berpartisipasi dalam FDS 2015 Kabupaten Boven Digul, Kabupaten Asmat, Kabupaten Memberamo Raya, Kabupaten Yalimo dan Kabupaten Sarmi.

“Kita akan menampilkan keunikan event FDS seperti menari di atas perahu, berperang di atas perahu, gema tifa koloasal  yang diikuti sejumlah Ondoafi. Atraksi lain adalah merokok sambil menyelam  untuk mencari ikan yang dilakukan oleh ibu-ibu yang usianya sudah agak tua,” kata Mathius.

Ia menjelaskan, kebiasaan merokok ibu-ibu di Papua yang unik, mesti mencari ikan sambil menyelam rokok tetap menyala dengan cara dibalik dimasukkan mulut. Hal ini tentunya hanya ditemui di Papua.

Selain itu, FDS 2015 akan dimeriahkan dengan Pameran dan Pasar Produk Ekonomi meliputi Pameran Benda-Benda Budaya, Kerajinan Batu Cycloops, Aksesoris, Literatur Budaya dan Hasil-Hasil Pembangunan, serta Agenda Ketiga : Tour Wisata di Danau Sentani, Overland Tour dan Diplomatic Tour.  Selain itu akan ada pemecahan Rekor MURI untuk Tebar  Benih Nila 1 Juta Ekor, Kerja Bakti Massal 10.000 orang, Pembersihan Danau Sentani  (Save Sentani Lake) dan Bursa Batu Cycloop (Save Cycloop Mountain).

Daya Saing Pariwisata Meningkat

Potensi pariwisata berupa alam (nature), budaya (culture), dan buatan manusia (man made) terus dikembangkan untuk memperkuat daya saing pariwisata Indonesia di tingkat global. Meningkatnya daya saing  pariwisata Indonesia, menurut  laporan World Economic Forum (Travel and Tourism Competitiveness Report) 2015,  yang kini berada di ranking 50 dari posisi semula ranking 70 dunia,  karena naiknya sejumlah  indeks di antaranya cultural resources and business travel. Oleh karena itu, penyelenggaraan event budaya di tanah air seperti Festival Danau Sentani (FDS) harus dikembangkan untuk memperkuat daya saing pariwisata di tingkat global.

Menpar menjelaskan lebih jauh, meningkatnya  daya saing pariwisata Indonesia yang berada di ranking 50 dunia (pada 2019 ditargetkan akan berada di ranking 30  dunia) karena semakin membaiknya sejumlah indikator seperti infrastruktur pariwisata, infrastruktur ICT, serta masalah kesehatan dan higenitas lingkungan (health and hygiene) yang selama ini menjadi kelemahan kita. Kenaikan indeks juga terjadi pada masalah harga  dan prioritas kebijakan bidang pariwisata yang menjadi unggulan dalam penilaian daya saing  pariwisata Indonesia.

“Indeks daya saing harga pariwisata kita naik dari ranking 9 menjadi ranking 3, begitu pula indeks infrastruktur seperti air transport infrastructure berada di ranking 39 dari posisi 54, sedangkan  index cultural resources and business travel  meningkat dari posisi 38 menjadi 25,” kata Arief Yahya.

Menpar mengingatkan bahwa kelemahan pariwisata Indonesia dalam infrastruktur pariwisata, infrastruktur ICT (Information and Communication Technology ), health and hygiene  dan aksesibilitas (conectivity, seat capacity dan direct flight) serta regulasi segera diperbaiki dengan melibatkan instansi terkait, daerah,  dan  stakeholder pariwisata.

Begitu pula dalam  kekuatan pariwisata pada daya tarik keindahan alam (nature) sebesar 60%,  keanekaragaman budaya (culture) 35%, dan  fasilitas pariwisata yang dikembangkan (man made) seperti pengembangan resort terpadu sebesar 5% terus ditingkatkan. (bowo)

Facebook Comments

Leave a Reply

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.