Keindahan Armenia Terlukis di Buku “Armenia: Land of Legend”

Jakarta (Paradiso) – Buku foto (photo book)  “Armenia: Land of Legend” merupakan hasil rekaman lensa dan catatan perjalanan fotografer Hermanus Prihatna dan penulis Atman Ahdiat dari Kantor Berita Antara yang berkeliling Armenia, negara tanpa laut itu selama delapan hari pada Mei 2018 lalu.

Ide dasar penulisan buku ini adalah fakta bahwa belum banyak masyarakat awam Indonesia yang mengenal Armenia, kecuali mungkin penggemar bintang sepak bola Arsenal, Henrikh Mkhitaryan atau penyanyi Kim Kardashian.

Atas dasar itu pulah lah, Kedutaan Besar Armenia di Jakarta sepakat untuk menerbitkan buku foto bekerjasama dengan Kantor Berita Antara dengan tujuan utama mengenalkan Armenia kepada masyarakat Indonesia.

Baik pihak Armenia maupun Kantor Berita berkeyakinan bahwa rekaman lensa dan artikel yang ditulis oleh fotografer dan wartawan Indonesia akan menghasilkan sudut pandang sesuai dengan mata dan rasa Indonesia. Hasilnya tentu akan berbeda bila dipotret dan ditulis oleh mereka yang bukan orang Indonesia, meski dengan objeknya sama.

Dengan populasi yang hanya sekitar 3 juta jiwa dan seluas Jawa Tengah, Armenia yang tanpa laut karena diapit Turki di barat, Georgia (utara), Azerbaijan (timur) dan Iran (selatan), memang luput dari perhatian masyarakat Indonesia yang kebanyakan dibanjiri informasi tentang negara adidaya dengan kekuatan ekonominya.

Menurut Direktur Utama LKBN Antara Meidyatama Suryodiningrat, secara geografis dan populasi Armenia memang kecil bila dibandingkan dengan Indonesia dan juga hampir tidak memiliki kaitan sejarah.

“Jumlah penduduk perempuan di ibukota Jakarta lebih banyak ketimbang keseluruhan jumlah penduduk laki-laki dan perempuan Armenia,” kata Meidyatama, pria yang akrab disapa Dimas saat peluncuran buku “Armenia: Land of Legend” di Gedung Antara, Jakarta Pusat, Selasa (15/01/2019).

Tapi disitulah tantangannya, kata Meidyatama, yaitu bagaimana mengungkapkan kekayaan keindahan alam dan budaya Armenia kepada masyarakat Indonesia secara lebih luas. Harapannya, buku ini dapat menjadi sumber pencerahan keajaiban Armenia yang akan memicu minat dan menyadari potensi kedua negara.

Disebut buku foto (photo book) karena sekitar 70 persen isi buku dengan 105 halaman ini adalah foto-foto, sementara sisanya adalah teks yang bercerita tentang kekayaan sejarah, kebudayaan  dan keindahan alam Armenia.

Sementara itu fotografer Hermanus Prihatna mengatakan, ia bersama pewarta Atman Ahdiat berusaha melakukan sebuah terobosan baru melalui  buku foto ” Armenia: The Land of Legend ini.”

Pada umumnya buku foto lebih menyerupai katalog karena memang semua berisi foto dan hanya sedikit keterangan gambar sehingga terasa agak monoton.

“Sementara untuk buku Armenia ini, penulisan buku dikemas secara jurnalistik dan dilengkapi dengan artikel yang secara lengkap menjelaskan tentang objek yang dipotret, seperti peninggalan sejarah dan tempat wisata yang menarik,” kata Hermanus.

Hadir dalam kesempatan tersebut Dubes Armenia untuk Indonesia Dziunik Aghajanian, Direktur Jenderal Amerika dan Eropa Kemenlu Muhammad Anshor dan dubes-dubes negara lainnya. (*)

Keterang foto: Direktur Jenderal Amerika dan Eropa Kemenlu Muhammad Anshor (kiri), Dubes Armenia untuk Indonesia Dziunik Aghajanian (tengah) dan Direktur Utama LKBN Antara Meidyatama Suryodiningrat saat peluncuran buku “Armenia: Land of Legend” di Gedung Antara, Jakarta Pusat, Selasa (15/01).

Facebook Comments

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.