Kejar Target 1,5 Juta Wisman Australia, Kemenpar Promosi di AIME

JAKARTA (Paradiso)– Menpar Arief Yahya terus mencari celah untuk menaikkan kunjungan wisatawan mancanegara dengan originasi Australia. Salah satunya, tampil di pameran Asia-Pacific Incentives and Meetings Expo (AIME) yang dilaksanakan pada tanggal 21 hingga 22 Februari 2017, di Melbourne, Australia. “Australia bertumbuh sangat bagus, artinya sustainability-nya oke, sizenya besar, spread-nya juga besar,” jelas Arief Yahya, Menpar RI di Jakarta.

Secara geografis, Australia tidak jauh untuk ke Bali, sehingga dalam 3 tahun, banyak yang datang lagi sampai lima kali. Mereka sudah menganggap Bali sebagai the second home. “Dan setelah beberapa kali datang, mereka tertarik untuk eksplorasi Bali and beyond, mereka ingin melihat daerah lain, termasuk 10 Bali Baru yang sedang dikembangkan itu,” kata Arief Yahya.

Australia kini sudah menggeser Malaysia dalam jumlah inbound ke Indonesia. Australia masuk di peringkat tiga, setelah China dan Singapore. Sebelumnya, Negeri Kanguru itu di bawah Malaysia. “Terjadi perubahan peta pariwisata yang cukup besar ke tanah air,” ungkap Arief Yahya.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kemenpar I Gde Pitana yang juga didampingi Asdep Pengembangan Pasar Asia Pasifik Vinsensius Jemadu mengatakan, target di tahun 2017 adalah Kemenpar mematok mampu mendatangkan Wisman Aussie sebanyak 1,5 juta Wisman di tahun 2017.

”Kami optimis ini bisa terealisasi, karena banyak destinasi wisata menarik yang bisa dikunjungi di tanah air kita. Indonesia memiliki venue yang sangat baik, seperti Yogyakarta, Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan, Makassar, Manado, dan Bali, kami akan tawarkan semua di pameran ini,” kata Pitana yang juga diamini Vinsensius.

Lebih lanjut Pitana mengatakan, salah satunya adalah dengan menebar pesona Wonderful Indonesia di ajang pameran AIME. Kata Pitana, pameran tersebut merupakan event yang bersifat Business to Business (B to B) yang terbesar di kawasan Australia. Ini merupakan kali kedua Kemenpar ikut di ajang AIME.

Vinsensius menambahkan, dalam pameran tersebut, rencananya tim percepatan pengembangan Wisata MICE (Meeting, Incentive, Convention & Exhibition) akan bekerjasama dengan MICE Australia memperlihatkan eksistensinya di pameran tersebut.

“Wisata MICE Indonesia mempunyai potensi besar untuk dikembangkan dalam mendukung target sebanyak 20 juta orang sampai tahun 2019. Di pameran ini kami  membuka booth Wonderful Indonesia yang didesign mewakili 3 tujuan wisata besar di Batam, Jakarta, dan Bali. Kita akan buat mereka kagum dengan booth kita dan terus tertarik untuk berwisata ke Indonesia,” ujar pria yang biasa disapa VJ itu.

VJ mengatakan Bali masih menjadi daya tarik warga Australia karena jaraknya. “Namun tujuan wisata di daerah lain masih menjadi daya tarik tersendiri dengan menawarkan petualangan dan keunikan budayanya,” kata VJ.Kemenpar tengah fokus mengembangkan 10 destinasi prioritas. Kesepuluh daerah itu adalah, Batam, Medan, Jakarta, Bandung, Banyuwangi, Lombok, Makasar, Papua, Yogyakarta, dan Solo. Pada 2017 Kemenpar optimis akan menarik sebanyak 1,816 juta pengunjung dari Australia ke Indonesia. Kemenpar pun berharap turis asal Australia akan lebih banyak lagi yang datang ke Indonesia. Tidak hanya Bali, tapi daerah lainnya di Indonesia diharapkan jadi tujuan perjalanan mereka.

Seperti diketahui, fokus Menteri Pariwisata Arief Yahya dalam menggeber Pariwisata Indonesia ada di tiga hal. Yaitu konektivitas udara (air connectivity), pemasaran dengan digital (go digital dengan selling platform), dan pondok wisata (homestay)-desa wisata. Kemenpar sudah menyiapkan TXI (Tourism Exchange Indonesia) sebagai wadah seller dan buyer saling bertemu untuk mengembangkan bisnis mereka.

Konektivitas udara terus digenjot guna meningkatkan kapasitas angkut. Hal ini penting karena lebih dari 75 persen wisman datang ke Indonesia melalui jalur ini. Terkait pondok wisata, pemilihannya atas dasar kecepatan pembangunan. Dalam tiga tahun, masyarakat bisa membangun 100.000 pondok wisata, jauh lebih banyak dari kecepatan membangun kamar hotel. Dalam kurun waktu yang sama, baru bisa dibangun 1.000 kamar.

Hingga November ini tercatat sebanyak 1.100.817 kunjungan dari Australia ke Indonesia. Tahun ini, Kemenpar menargetkan bisa menarik 1.816.000 kunjungan wisman Benua Kangguru. Target ini naik 29% dari target 2016 yang dipatok di angka 1,4 juta. Langkah yang ditempuh bertumpu pada tiga aktivitas: branding, advertising, dan selling. Hanya saja tahun ini aktivitas selling lebih ditekankan karena brand Wonderful Indonesia dipandang sudah kuat di Australia.

Daya tarik Indonesia di samping keindahan alam dan kekayaan budaya, tentu saja fasilitas bebas visa kunjungan yang berlaku sampai 30 hari. Wisman Australia yang hendak vakansi ke Indonesia pun tak perlu repot mengurus visa.(*)

Facebook Comments

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.