KEK Tanjung Lesung Dipercepat Jadi Tiga Tahun

Banten (Paradiso) – Target pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Tanjung Lesung dikebut dari rencana semula lima tahun menjadi hanya tiga tahun. Target pembangunan kawasan itu disesuaikan dengan pengerjaan jalan Tol Serang-Panimbang sepanjang 80 kilometer yang menjadi akses ke Tanjung Lesung.

”Pak Darmono (Dirut PT Jababeka Setyono Djuandi Darmono) bilang lima tahun, saya enggak mau karena tolnya (dibangun) tiga tahun jadi, hanya 80 kilometer. Jadi, harus sama (selesainya),” kata Presiden Joko Widodo saat meresmikan beroperasinya KEK Pariwisata Tanjung Lesung di Pandeglang, Banten, Selasa (23/02/2015).

Presiden menegaskan bahwa pembangunan jalan tol akan dikerjakan pemerintah dan diikuti oleh pengembangan KEK Pariwisata Tanjung Lesung. Pembangunan KEK Tanjung Lesung sebetulnya sudah dicanangkan selama 24 tahun, yakni sejak 1991. Namun, proyek ini tidak juga diwujudkan hingga saat ini. Menurut Presiden, kondisi tersebut terjadi karena pemerintah daerah dan pusat tidak memberikan dukungan.

KEK Pariwisata Tanjung Lesung yang dibangun di kawasan wisata pantai ini menjadi Desain Induk Pariwisata Kota Air Tahun 2020 seperti di Venesia, Italia. Kawasan Tanjung Lesung merupakan objek wisata andalan Provinsi Banten, di samping objek wisata lain seperti Pantai Carita. Kawasan itu juga memiliki culture heritage karena lokasinya yang dekat dengan kawasan Taman Nasional Ujung Kulon, Gunung Anak Krakatau, dan Pulau Umang.

KEK pariwisata itu akan dibangun di area seluas 1.300 hektare, di dalamnya terdapat berbagai sarana dan prasarana pendukung kepariwisataan, termasuk hotel dengan berbagai kelas, sekolah menengah keju-ruan pariwisata, dan sarana pendukung lainnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Banten Rano Karno menuturkan, KEK Tanjung Lesung dinyatakan siap beroperasi sesuai ketentuan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 26 Tahun 2012. “Permohonan saya sebagai Ketua Dewan KEK Provinsi Banten, telah mendapat respon dari Bapak Presiden. Dan Presiden Joko Widodo bersedia hadir untuk meresmikan operasional KEK Tanjung Lesung,”ujar Rano.

Senada, Sekretaris Dewan Kawasan KEK Provinsi Banten Ali Fadillah mengatakan, penetapan Provinsi Banten sebagai lokasi KEK zona pariwisata, sesuai dengan potensi wilayah yaitu sebagai provinsi yang memiliki basis pariwisata berkelas dunia. Pasalnya, KEK Tanjung Lesung merupakan sebuah tanjung yang berhadapan langsung dengan Selat Sunda. Dimana banyak terdapat obyek wisata laut, dari mulai Pantai Anyer di Utara hingga ke Taman Nasional Ujung Kulon di sebelah Selatan.

“Dengan semua kualitas itu, dalam kurun waktu tiga tahun terakhir ini, destinasi Tanjung Lesung telah mendatangkan 250.000 wisatawan per tahun ke Provinsi Banten. Bahkan KEK Tanjung Lesung juga akan menyerap 300 ribu tenaga kerja, dan diharapkan sebanyak 70 persen diantaranya tenaga kerja lokal,” jelasnya.

Indonesia Berusaha Kejar Malaysia

Menteri Pariwisata, Arief Yahya dalam kesempatan sama mengapresiasi keindahan di ujung Pulau Jawa tersebut. Namun dia mengaku heran wilayah Indonesia yang indah berbanding terbalik dengan kinerja pariwisata. Sebab, wisata Indonesia masih kalah dari Malaysia dan Thailand.

Dalam satu tahun, devisa dari turis di Indonesia hanya USD 10 miliar. Sedangkan Malaysia bisa mencapai USD 20 miliar dan Thailand mencapai USD 40 miliar per tahun. “Aneh sekali Indonesia kalah jauh dari Malaysia dan Thailand yang mencapai 4 kali lipat kita,” ucap Arief Yahya.

Potensi ekonomi kreatif dan pariwisata di Indonesia kalah dibanding negara lain lantaran tidak dimanfaatkan secara maksimal, tidak tergarap dengan baik. “Kita ini (kuat) di wisata. Manufaktur kita tidak mungkin mengalahkan China. Sekarang ada slogan menyebut laki-laki dan perempuan diciptakan Tuhan, selainnya itu made in China. Poinnya negara kita ini ekonomi kreatif dan pariwisata,” katanya.

Arief berharap diresmikannya kawasan wisata Tanjung Lesung bisa menjadi model untuk wilayah Indonesia lainnya yang berpotensi menjadi wilayah wisata. “Betapa pentingnya ada percontohan pariwisata. Kita juga kembangkan di Morotai dan Mandalika di NTB. Poinnya saya tarik ke situ, kita harus meyakinkan. Industri yang bersaing dengan negara lain,” ujarnya.

Telkom siap kembangkan “Tanjung Lesung Digital World”

PT Telekomunikasi Indonesia Tbk siap mendukung pengembangan “Tanjung Lesung Digital World” menjadi salah satu pusat pengembangan destinasi pariwisata nasional sejalan dengan komitmen pemerintah menjadikan sektor pariwisata sebagai pilar pertumbuhan ekonomi.

“Setelah sebelumnya Telkom mendukung sektor maritim melalui penggelaran 18 broadband port, kali ini Telkom siap memajukan sektor pariwisata Indonesia melalui peresmian Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata Tanjung Lesung yang diresmikan Presiden Joko Widodo (23/2),” kata Direktur Enterprise & Business Service Telkom Muhammad Awaluddin dalam kesempatan terpisah.

Pada kesempatan itu, dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) kerjasama antara Telkom dengan PT Banten West Java (BWJ) anak usaha PT Jababeka Tbk dalam mengembangkan Tanjung Lesung Digital World dan kerjasama infrastruktur telekomunikasi informasi dan komunikasi (ICT) solusi digital untuk pengembangan destinasi wisata.

“Telkom siap mendukung pariwisata Indonesia untuk menjadi destinasi utama dunia, serta mewujudkan target pemerintah mendatangkan 20 juta wisatawan mancanegara ke Indonesia pada tahun 2019 melalui penyediaan infrastruktur ICT dan integrated digital tourism,” ujar Awaluddin.

Menurutnya, Saat ini kecenderungan masyarakat dunia sudah mengarah ke “hyper connected society” sehingga memasarkan pariwisata Indonesia melalui digital merupakan cara paling efektif karena digital marketing lebih bersifat personal, memiliki jangkauan yang luas dan dapat diimplementasikan dalam waktu yang cepat.

Awaluddin menambahkan, Telkom sedang mengembangkan platform digital tourism hub yang nantinya akan mengintegrasikan ekosistem stakeholder kepariwisataan Indonesia melalui ICT.

Telkom juga sedang mengembangkan konten digital untuk mendukung promosi kepariwisataan Indonesia yang akan didistribusikan melalui Platform Digital UseeTV yaitu kanal digital khusus pariwisata Indonesia dengan konten yang dibuat secara kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan akademisi.

Selain itu, Telkom juga turut mempromosikan budaya lokal melalui film-film pendek yang dapat dinikmati melalui mobile application atau disebut Sinema Online (sinemol).

“Ini merupakan solusi digital yang dikembangkan sendiri oleh Telkom selaku entitas bangsa yang memiliki komitmen untuk memberikan sumbangsih kepada perkembangan dunia pariwisata Indonesia,” ujar Awaluddin.

Dengan adanya Tanjung Lesung Digital World ini diharapkan kawasan wisata Tanjung Lesung menjadi salah satu destinasi utama pariwisata Indonesia berstandar global dan mampu membawa nama Indonesia mendunia, selain menjadi salah satu langkah baik bagi sektor pariwisata sebagai salah satu poros pertumbuhan ekonomi nasional. (*)

Facebook Comments

Leave a Reply

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.