Kemenkes Gandeng Kalbe Farma Lawan Diabetes

JAKARTA (Paradiso) – Gerakan Indonesia Lawan Diabetes, hasil kerjasama Kementerian Kesehatan RI dengan PT Kalbe Farma Tbk, dalam memperingati Hari Diabetes Sedunia “Eyes on Diabetes” dilaksanakan di Senayan, Jakarta, Minggu (20/11). Data dari International Diabetes Foundation (IDF) tahun 2015 lalu menunjukkan bahwa lebih dari 50% atau lebih dari 193 juta penyandang Diabetes, tidak menyadari bahwa dirinya menderita Diabetes, sementara hampir seluruhnya menderita Diabetes tipe 2. Semakin awal kasus Diabetes bisa terdeteksi, semakin cepat pengobatan dapat diinisiasi untuk bisa menghindari berbagai komplikasi yang berbahaya dan biaya pengobatan yang mahal. Seseorang dengan Diabates tipe 2 bisa hidup beberapa tahun tanpa menunjukkan gejala apapun, dimana pada saat itu, kadar gula yang tinggi (hiperglikemi) secara diam-diam bisa merusak berbagai organ tubuh. Oleh sebab itu, sangatlah penting untuk mendeteksi, mendiagnosa dan menyediakan akses terhadap layanan pengobatan yang tepat untuk para penyandang Diabetes.

Prevalensi Diabetes terus meningkat dalam beberapa dekade terakhir, khususnya di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah termasuk Indonesia. Diabetes sering menyebabkan komplikasi berat seperti serangan jantung, stroke, gagal ginjal, disabilitas sampai kematian dini. Hal inipun berdampak terhadap biaya yang harus ditanggung oleh masyarakat penyandang Diabetes, termasuk oleh negara, karena penyakit ini banyak diderita oleh masyarakat ekonomi rendah dan harus ditanggung oleh pemerintah. Data dari Klaim BPJS tahun 2014 menunjukkan bahwa Diabetes dan komplikasinya merupakan salah satu kelompok penyumbang terbesar untuk biaya katastropik JKN (Jaminan Kesehatan Nasional).

Hal ini menjadikan Diabetes, salah satu fokus utama Kementerian Kesehatan RI dan PT Kalbe Farma Tbk, tahun ini. Ongkie Tedjasurja selaku Direktur Kalbe Nutritionals mengungkapkan, “Misi utama dari kampanye Indonesia Lawan Diabetes sebagai program kemitraan antara PT Kalbe Farma Tbk dengan Kementerian KesehatanRI, adalah meminimalisir prevalensi penderita Diabetes dan mengurangi beban pemerintah dalam memberikan edukasi mengenai penyakit tersebut. Dalam hal ini, kampanye Indonesia Lawan Diabetes telah mengadakan seminar edukasi tenaga medis yangdiadakan di 5 kotabesardanmenjangkaulebihdari 50.000 masyarakatawam di lebihdari 43 kota di seluruh Indonesia”.

Prof. Dr. Agung Pranoto, dr., M.Kes., Sp.PD., K-EMD., FINASIM selaku Ketua PB Persadia melanjutkan, “Sangat penting untuk mempromosikan pentingnya test penyaring Diabetes pada kelompok risiko tinggi, untuk mencegah terjadinya komplikasi berat.Deteksi dini komplikasi retinopati akan memungkinkan pengobatan dini yang akurat dan mencegah hilangnya penglihatan mata dan penurunan karier dan kualitas hidup pasien”.

Data dari Studi Diet Total (SDT 2014) menunjukkan bahwa konsumsi makanan yang tinggi gula, garam dan lemak jenuh pada kelompok anak dan remaja terbilang tinggi, sehingga berkontribusi dalam meningkatkan kegemukan dan obesitas. Sementara menurut data Riskesdas 2013, sekitar 26% populasi masyarakat yang berusia di atas 10 tahun, kurang melakukan aktivitas fisik. Sarah Sechan sebagai Campaign Ambassador Indonesia Lawan Diabetes, melihat pentingnya menyuarakan kesadaran untuk menerapkan gaya hidup sehat, ”Saya ikut mendukung Gerakan Indonesia Lawan Diabetes, untuk membantu masyarakat agar lebih sadar dalam mencegah dan mengobati Diabetes sejak dini. Saya sendiri menerapkan diet gula yang dalam hal ini bisa mencegah Diabetes dan juga berbagai komplikasi lainnya yang bisa disebabkan oleh  kadar gula tinggi. Sejalan dengan diet sehat, saya juga rajin berolahraga. Dua kebiasaan sehat ini pada akhirnya tidak hanya mencegah saya dari Diabetes tapi juga dari berbagai penyakit lainnya dan menjaga stamina saya selalu prima agar bisa produktif berkegiatan setiaphari”.

“Hampir 70% atau 160 juta kasus Diabetes tipe 2 di tahun 2040, dapat dicegah atau ditunda, dengan menerapkan gaya hidup yang lebih sehat. Dalam hal ini, kampanye Indonesia Lawan Diabetes telah memberikan seminar edukasi kepada lebih dari 1.500 tenaga medis di 5 kota besar di Indonesia. Program 50.000 Aksi juga telah mendapatkan respon yang diharapkan. Jumlah peserta Aksi bisa dilihat di www.indonesialawandiabetes.com. Per tanggal 15 Nov 2016 sudah mencapai lebih dari 48 ribu peserta dan jumlahnya masih akan terus bertambah sampai dengan akhir November 2016.”jelas Diny Elvirani selaku Group Business Head Kalbe Nutritionals Division. Seluruh aksi yang terkumpul hingga World Diabetes Day bulan November 2016, akan dikonversi menjadi bentuk dukungan berupapengecekan gula darah dan pangan nutrisi untuk didonasikan kepada layanan kesehatan di berbagai wilayah di Indonesia yang memiliki prevalensi Diabetes tinggi. (*)

Facebook Comments

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.