Kemenpar Gandeng Trisakti Selenggarakan TGDIC

JAKARTA (Paradiso) – Indonesia merupakan surga bagi para pecinta wisata kuliner manca negara karena keberagaman produk gastronomi yang kita miliki. Pemerintah beserta pemangku kepentingan bidang pariwisata sangat menyadari potensi ini sehingga secara sistematik banyak inisiatif yang sengaja diselenggarakan oleh pemerintah untuk mengembangkan destinasi wisata nusantara melalui keragaman produk kuliner daerah selain keragaman budaya yang memang telah tersohor sebelumnya.

Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti selaku salah satu pemangku kepentingan bidang pariwisata merasa tertantang untuk turut mengembangkan inisiatif yang menunjang program pemerintah tersebut melalui penyelenggaraan Tourism Gastronomy Destination International Conference (TGDIC) yang akan diselenggarakan di Jakarta Convention Centre pada tanggal 14-15 November 2016.

TGDIC diharapkan dapat memberikan masukan yang berarti bagi dunia gastronomi melalui diskusi interaktif dengan berbagai pakar gastronomi dan destinasi pariwisata baik dalam dan luar negeri. TGDIC juga diharapkan dapat mengumpulkan para stake holder, pelaku dan praktisi dunia gastronomi nasional untuk berdiskusi bersama dan menyatukan pandangan dan memperkaya wawasan mengenai industri pariwisata gastronomi dan merencanakan langkah-langkah kedepan sesuai trend dan kebijakan pemerintah yang terkini.

TGDIC didukung penuh oleh Kementerian Pariwisata Republik Indonesia dan Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) akan menghadirkan pembicara dari dalam dan luar negeri dengan berbagai topic pembahasan menarik bidang Destinasi Pariwisata dan Pariwisata Gastronomi. Beberapa Pakar Internasional bidang Gastronomi dan Destinasi seperti Professor Michael Hitchcock dari University of London , Professor Theodore Benetatos dari University Luzern, Switzerland dan pakar-pakar internasional lainnya akan memberikan paparan trend dunia bersama dengan pakar-pakar nasional seperti Adrian Ishak, pakar Fine Dining Indonesia, Sisca Soewitomo, Praktisi Industri Kuliner, M.Ridwan Kamil, Walikota Bandung, Rosan Roslani, Ketua KADIN Indonesia dan banyak lagi.

TGDIC rencananya akan dibuka oleh Bapak Arief Yahya, Menteri Pariwisata Republik Indonesia dan ditutup oleh Bapak Mohamad Nasir Menteri Riset dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia. TGDIC saat ini masih membuka partisipasi publik melalui call of papers dan menghimbau seluruh komponen masyarakat dan industry untuk ikut serta baik sebagai peserta konferensi maupun pameran.

Sementara itu Chondro Suryono,Pembantu Ketua I bidang Akademik Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti, mengaku bahagia dan mengucapkan terimakasih kepada Kementerian Pariwisata Republik Indonesia yang berkenan mendukung dan memfasilitasi kegiatan TGDIC.

Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti adalah sekolah tinggi pariwisata yang terbesar saat ini di Indonesia secara konsisten selalu memperkaya diri dengan wawasan pariwisata baik secara global, regional maupun nasional, yang tentunya dalam upayanya mencetak kader-kader dan SDM pariwisata yang memiliki wawasan luas dan berkompetensi tinggi.

TGDIC merupakan konferensi internasional yang pertama kami selenggarakan tahun ini yang dimaksudkan selain untuk mendukung program-program pengembangan pariwisata pemerintah juga dimaksudkan untuk memberikan kontribusi kepada masyarakat luas tetang wawasan pariwisata khususnya pengembangan destinasi pariwisata dan pariwisata gastronomi yang lebih kita kenal dengan pariwisata kuliner secara umum.

Apabila kita mengupas lebih dalam mengenai pariwisata dengan basis kuliner ternyata banyak sekali komponen-komponen yang belum kita pahami secara umum dari sisi industry gastronominya, inilah yang akan kita bahas dalam konferensi yang kita selenggarakan nanti. Konferensi ini menjadi semakin menarik dengan adanya keterkaitan pengembangan destinasi yang juga ternyata dapat dihubungkan dengan potensi indutri gastronomi daerah. Kita sebagai bangsa yang memiliki potensi pariwisata besar ingin berkembang dengan pesat namun selain itu juga ingin berkembang dengan benar, karenanya kajian-kajian akademis sangatlah dibutuhkan dalam menentukan program-program kerja yang terarah. Disinilah peran kami terpanggil untuk ikut berkontribusi dan ini juga yang mendasari keinginan kami menyelenggarakah konferensi ini. Sebagai institusi yang cukup terpandang kiprahnya di dunia pariwisata khususnya dibidang pendidikan, kami tidak ingin menyelenggarakannya setengah-setengan atau tanggung, karenanya kami selenggarakan secara internasional dengan melibatkan pakar-pakar dunia. Namun demikian tentunya yang lebih penting lagi adalah pembahasan potensi nasional yang demikian besar kita miliki kekayaannya, untuk itu kita juga mengundang Pak Rosan dari KADIN yang akan memberikan pandangan mengenai industry secara makro, selain itu juga Pak Ridwan Kamil yang wilayahnya di Bandung telah dideklarasikan sebagai salah satu tujuan favorit wisata kuliner Nasional, tak lupa dari sisi pelaku kami mengundang Ibu Sisca yang merupakan praktisi kuliner nasional. Dari sisi pemerintah, pendalaman mengenai potensi destinasi akan disampaikan oleh Pak Dadang Rizki Ratman, Deputi Bidang pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata.(*)

Facebook Comments

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.