Kemenpar Gelar Goes to Campus ke Politeknik Negeri Banyuwangi

MALANG (Paradiso) – Kementerian Pariwisata akan mengadakan Pelatihan Dasar SDM Kepariwisataan Goes to Campus (GTC) di Politeknik Negeri Banyuwangi. Kegiatan diagendakan tanggal 3 Juli 2019, dan rencananya akan menghadirkan beberapa narasumber. Antara lain Kasubbid Pengembangan SDM Kepariwisataan Alfin Merancia, serta Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, M. Yanuar Bramuda.

Pada kesempatan itu, Alfin Merancia akan membawakan materi terkait pengembangan SDM kepariwisataan. Khususnya dilingkungan kampus, terutama menyasar para mahasiswa sebagai perwakilan generasi millennial. Sementara M. Yanuar Bramuda akan memaparkan arah kebijakan pengembangan pariwisata di Banyuwangi.

“Selain mereka berdua, rencananya akan hadir pula Direktur Politeknik Negeri Banyuwangi Son Kuswandi. Jika tak salah, beliau akan menerangkan tentang peran perguruan tinggi dalam mendukung atau mengembangkan SDM kepariwisataan,” kata Deputi Bidang Industri dan Kelembagaan Kemenpar, Ni Wayan Giri Adnyani, Selasa (2/7).

Menurut Ni Wayan Giri, lebih dari enam dekade pariwisata menjadi sektor tercepat dalam aktivitas ekonomi dunia. Industri pariwisata dewasa ini terus mengalami transformasi yang dipicu oleh proses globalisasi yang meluas.

Meski begitu, membangun sektor pariwisata tidak bisa dilakukan hanya oleh Kemenpar saja. Dalam pengembangan SDM Kepariwisataan misalnya, dibutuhkan juga kolaborasi dan koordinasi atas segala unsur pentahelix. Meliputi akademisi, pelaku bisnis, pemerintah pusat dan daerah, serta komunitas pariwisata dan media.

“Pelatihan Dasar SDM Kepariwisataan Goes to Campus kami gelar dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas dan wawasan SDM pariwisata. Khususnya yang ada di kawasan-kawasan potensial seperti Banyuwangi. Dari kegiatan ini, kami berharap akan muncul kader-kader pariwisata yang bisa berpartisipasi dalam mengembangkan wisata berkelanjutan,” ungkapnya.

Lebih jauh Giri mengatakan, pariwisata juga terbukti mampu meningkatkan ekonomi dan perkembangan industri. Karenanya, Kemenpar mendorong pariwisata melalui penguatan SDM. Yang jelas, pariwisata memiliki spektrum fundamental pembangunan yang lebih luas. Antara lain sebagai alat persatuan dan kesatuan bangsa, penghapusan kemiskinan (poverty alleviation), dan pembangunan berkesinambungan (sustainable development).

Asisten Deputi Pengembangan SDM Pariwisata dan Hubungan Antarlembaga Kemenpar Wisnu Bawa Tarunajaya menjelaskan, melalui SDM yang kompeten akan tercipta suatu proses pelayanan yang berkualitas. Dengan kata lain, mampu memberikan nilai (value) kepuasan bagi pihak yang menerima pelayanan jasa yaitu wisatawan

“Peran SDM merupakan faktor yang sangat strategis, khususnya pada sektor pariwisata yang karakteristik usahanya lebih banyak bersifat jasa,” terangnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menuturkan, Pelatihan Dasar SDM Kepariwisataan Goes to Campus akan dilakukan di beberapa perguruan tinggi di sejumlah daerah. Semua dilakukan untuk meningkatkan kesadaran dan kepekaan tentang kepariwisataan. Khususnya melalui Sadar Wisata dan Sapta Pesona

“SDM Kepariwisataan merupakan tantangan yang cukup berat. Sebab, SDM sangat menentukan segala sesuatu yang berhubungan dengan pariwisata,” tandasnya.(*)

Facebook Comments

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.