Kemenpar Gelar Lomba Kuliner di Makassar

Jakarta (Paradiso) – Kota Makassar menjadi kota pertama dari 15 destinasi kuliner yang akan dikembangkan Kementerian Pariwisata (Kempar). Tepat pukul 13.00 WIB sebanyak 43 stan terlihat mulai menyajikan berbagai kuliner khas Kota Makassar yang digelar di kawasan Balai Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Ratusan masyarakat Kota Makassar yang tengah menjalankan ibadah puasa di siang hari tampak memenuhi kawasan itu. Mereka terlihat antusias dan ingin merasakan langsung kuliner khas kotanya.

Mulai dari stan Pisang Lumpur Ombex yang menyajikàn pisang lumpur aneka rasa topping dengan harga Rp16.000. Lalu ada Kedai Piem yang menyediakan hidangan berbahan ayam. Stan Need Food Container dan King Banana.

Stan Imagination’s Cake menawarkan menu Barongko, yakni kue khas Makassar berbahan pisang kepok atau raja diberi santan dan telur dengan sedikit susu. Tak ketinggalan Kedai Pasco yang menyajikan berbagai menu takjil dan cake “Jarco”.

Esthy Reko Astuty didampingi Raseno Arya meninjau stand para peserta.
Esthy Reko Astuty didampingi Raseno Arya meninjau stand para peserta.

Tak jauh dari stan Pasco ada stan Oriental Garage Snack & Food yang menyajikan beberapa kue khas Makassar seperti Ketili (kue berbahan beras ketan), Barongko, dan Pisang Ijo.

Masih banyak lagi yang ditawarkan stan yang lebih didominasi oleh kuliner luar khas anak muda yang pelaku kulinernya juga anak-anak muda Kota Makassar.

Acara yang berlangsung hingga waktu sahur ini tak hanya menghadirkan gelaran stan kuliner dalam ajang Makassar Culinary Night Ramadhan saja, pada kesempatan itu Kempar bekerjasama dengan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kota Makassar menggelar ajang Lomba Kuliner berbahan ikan lokal.

“Untuk mengundang lebih banyak pengunjung kami menggandeng Indonesia Chef Assosiation (ICA) untuk ambil bagian dalam cooking demo yang dibawakan Chef Juna,” ujar Asisten Deputi Pengembangan Segmen Pasar Personal Pariwisata Nusantara Kempar, Raseno Arya di sela-sela acara Lomba Kuliner di Makassar, Sabtu (4/7/15).

Lomba kuliner ini menurutnya melibatkan 15 chef dari hotel bintang lima di sekitar Makassar. “Tingkat kesulitan memasak dari bahan dasar ikan itu dari tulangnya, kalau kita tidak bisa melakukan fillet dengan baik,” ujar Chef Yusuf, salah satu juri  Lomba Kuliner berbahan ikan lokal ini.

Menurutnya yang akan dinilai dari lomba masak ini, yaitu kebersihan selama proses pengolahan, kebersihan meja, tingkat kreativitas yang tinggi dengan menciptakan inovasi baru, makanan yang disajikan harus mengandung nutrisi sempurna, dan memiliki tingkat kesulitan pengolahan masakan berbahan ikan yang dipadukan dengan bahan lokal lainnya seperti ubi, tempe, dan pisang.

“Dengan adanya pemenang lomba ini diharapkan akan ada ikon baru kuliner Makassar yang berstandar internasional,” tambah Raseno.

Tepat pukul  17.00 WIB acara pembukaan Lomba Kuliner berbahan ikan lokal dan Makassar Culinary Night Ramadhan dibuka oleh Deputi Pengembangan Pariwisata Nusantara Kempar, Esthy Reko Astuty dan Walikota Makassar Mohammad Ramdhan, serta dihadiri Walikota Padang, H Mahyeldi Ansharullah.

“Kami ingin menggiatkan kuliner nusantata menjadi destinasi pariwisata utama mendampingi destinasi wisata alam untuk memberdayakan pelaku-pelaku kuliner nusantara terutama UKM-UKM Kecil,” ujar Esthy Reko Astuty dalam sambutannya.

Makasar menurutnya dikenal karena keragaman kulinernya yang lezat dan unik. Yang hanya dikenal melalui segelintir makanan seperti Coto Makassar, Es Pisang Hijau, Palu Marra tetapi masih  banyak kuliner lainnya yang tak kalah unik dan lezat serta makanan tradisional dengan sentuhan moderen.

Kegiatan berlangsung hingga sahur.
Kegiatan berlangsung hingga sahur.

Esthy mengatakan, ” Untuk mempersiapkan kuliner menjadi destinasi wisata yang unggul di mata wisatawan, pelaku kuliner harus mendapatkan pelatihan-pelatihan yang intensif dengan mempelajari aspek kebersihan dan kenyamanan tempat berjualan, kemanan bahan pangan, serta rasa di daerah masing-masing”.

“Seperti pada acara ini kami menghadirkan kompetisi memasak dimana para pelaku UKM dapat melihat chef yang berlomba menyiapkannya dengan standar internasional sehingga nantinya industri kuliner nusantara bisa disejajarkan dengan industri fashion yang sudah go international,” jelasnya.

Sementara Walikota Makassar,  Mohammad Ramdhan dalam sambutannya saat membuka acara tersebut mengatakan, “Respon acara kuliner di Makassar sangat luar biasa setelah sebelumnya April lalu kami menyelenggarakan kegiatan serupa ini”.

Ia mengatakan, “pemilihan bahan ikan ini karena ikan sebagai bahan makanan di Makassar, semuanya rata-rata berbahan ikan”.

“Insya Allah penyelenggaraan yang  kedua ini, Makassar bisa bertambah kunjungan wisatawan nusantara dan wisatawan mancanegara,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, “Dengan pameran  ini kita membutuhkan eksplorasi baru agar makin gaya hasil kreativitas anak muda dengan rasa barunya yang berbahan ikan, dan lain-lain”.

Mengamati street food di Makassar seperti Pantai Losari, menurut Mohammad Ramdhan rencananya di tahun depan Makassar akan membangun lima area destinasi kuliner kaki lima di beberapa titik strategis.

‘Dua diantaranya, yakni di Lapangan Karebosi dan pinggir Pantai Losari yang menjual keragaman kuliner Makassar secara lengkap,” tambahnya. (evi)

Facebook Comments

Leave a Reply

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.