Kemenpar Siapkan Penghargaan Untuk Pengelola Destinasi Wisata

JAKARTA (Paradiso) – Pengelola destinasi wisata di Indonesia akan mendapatkan penghargaan dari Kementerian Pariwisata. Penghargaan itu akan diberikan dalam ajang Indonesia Sustainable Tourism Awards (ISTA) 2018.

Ajang ini diselenggarakan untuk ke-2 kalinya. Penghargaan diberikan kepada pengelola yang mampu menerapkan pariwisata berkelanjutan (Sustainable Tourism). Tema yang diangkat adalah “Kearifan Lokal Untuk Pariwisata Berkelanjutan”.

Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata Kemenpar Dadang Rizki Ratman mengatakan, ISTA 2018 merupakan wujud komitmen Kemenpar untuk mengembangkan sektor pariwisata. Terutama pendekatan dengan pariwisata berkelanjutan.

“ISTA adalah ajang pemberian penghargaan kepada destinasi-destinasi di Indonesia yang sudah berproses. Serta menunjukkan adanya hasil dari penerapan prinsip-prinsip pariwisata berkelanjutan,” ujar Dadang Rizki, Senin (28/5).

“Pemberian penghargaan ini sejalan dengan rencana strategis pembangunan pariwisata nasional, regional, dan global. yang menjadikan pariwisata berkelanjutan sebagai dasar dan arahan pengembangan,” sambungnya.

Semua pengelola destinasi wisata bisa ambil bagian dalam kegiatan ini. Seperti pengelola wisata desa, pengelola kawasan, Organisasi Tata Kelola Destinasi, Badan Otoritas Pariwisata, UPTD, Yayasan, serta PT yang terintegrasi dalam komponen destiansi yaitu Daya Tarik Wisata (DTW) Aksebilitas, Amenitas dan lainnya.

Pengelola destinasi yang ingin gabung di ISTA 2018, bisa mengirimkan formulir ke email: ISTA@kemenpar.go.id Cc: ISTAKemenpar2018@gmail.com. Pendaftaran dibuka hingga 30 Juni 2018 dan diumumkan pada 27 September 2018.

Menteri Pariwisata Arief Yahya antusias dengan penyelenggaraan ISTA 2018. Ia mengungkapkan, penyelenggaran ISTA ini bertujuan memberikan penghargaan kepada pihak yang telah berupaya menerapkan prinsip-prinsip pariwisata berkelanjutan.

Selain itu, juga penghargaan diberikan untuk pihak yang telah mendorong lahirnya inovasi pariwisata berkelanjutan. Serta, partisipasi dan kerja sama sektor publik maupun swasta dalam pembangunan destinasi.

“Tidak ketinggalan, menstimulasi agar semakin banyak destinasi yang menerapkan prinsip-prinsip pariwisata berkelanjutan sekaligus menjadi ajang promosi maupun branding di tingkat nasional maupun internasional dalam rangka mengakselerasi kunjungan wisata ke Indonesia,” jelasnya.

Sektor pariwisata, menurut Menpar, memiliki keunggulan dalam menjaga lingkungan dengan menerapkan environment sustainability atau tourism sustainability dengan prinsip yang kita pahami yakni ‘semakin dilestarikan, semakin menyejahterakan’.

Arief Yahya juga memaparkan, rumus membangun Sustainable Tourism Concept adalah 3P. Yakni people, planet dan profit. Pembangunan pariwisata harus melibatkan warga lokal, menghormati budaya, menjaga lingkungan alam dan lingkungan sosial. Profit atau keuntungan harus dirasakan bersama, agar pariwisata tersebut tetap terjaga oleh semua orang.

“Adalah pariwisata yang memperhitungkan dampak ekonomi, sosial dan lingkungan saat ini dan masa depan, memenuhi kebutuhan pengunjung, industri, lingkungan dan masyarakat setempat serta dapat diaplikasikan ke semua bentuk aktivitas wisata di semua jenis destinasi wisata, termasuk wisata masal dan berbagai jenis kegiatan wisata lainnya,” ujarnya. (*)

Facebook Comments

Leave a Reply

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.