Kemenpar Umumkan Juara Cipta Awards 2015

Jakarta (Paradiso): Untuk yang kelima kalinya Kementerian Pariwisata RI menggelar Penganugerahan Penghargaan Cipta Awards 2015.

Cipta Awards merupakan program penganugerahakan yang didedikasikan sebagai bentuk apresiasi kepada kandidat terpilih yang telah berhasil melakukan inisiatif pengembangan dan kegiatan dalam mengembangkan potensi wisata berdasarkan kondisi geografis, seni ataupun budaya di daerah asal masing-masing kandidat.

“Dalamilmuberbisnispengalaman orang lain menjadi guru lebihbaik. Banyak orang belajar dari pengalamannya, tapi saya belajar dari pengalaman orang lain,” ujar Menteri Pariwisata, Arief Yahya dalam sambutannya pada acara ‎Anugerah Citra Pesona Wisata (Cipta Award) 2015, di Gedung Sapta Pesona, Selasa (8/12/15).

Menurutnya belajar dari pengalaman orang lain itu lebih baik, terutama dalam bisnis itu tidak harus kita temukan sendiri. Apa yang menjadi hasil temuan orang jangan malu dikembangkan, dan perlu melakukan benchsamrt.

“Satya lencana untuk para pengelola destinasi wisata dalam negeri itu penting, tapi lebih penting nilai ekonominya. Ketika mengembangkan satu budaya atau destinasi pun perlu dilakukan benchsmart. Seperti Bali misalnya, tidak bisa maju dengan sendirinya. Tapi, banyak hal-hal maju dari destinasi lain di dunia yang diterapkan dan dikembangkan di Bali. Sehingga Bali bisa menjadi tujuan wisata dunia, baik alam dan budayanya bisa dinikmati wisatawan dan menimbulkan nilai ekonomi,” ungkapnya.

Lebih lanjut Menpar mengatakan, “Dari yang sudah ada kita bisa berikan nilai lebih tinggi. Namanya improvemant bisa yang lama dikelola dengan cara yang baru, jangan ragu-ragu untuk mencontoh orang lain yang sudah lebih maju”.

“Sustainable tourism development menjadi isu global yang mendapat perhatian semua negara. UN-WTO dalam memperingati Hari Pariwisata Dunia (World Tourism Day) 2015 menetapkan tema Ones Billion Tourists, One Bilion Opportunities yang kemudian kita gunakan tema turunannya yaitu ‘Semakin Dilestarikan, Semakin Menyejahterakan’,” kata Arief Yahya

Penganugerahan Penghargaan Cipta  Award yang telah berlangsung sejak 2000 ini terbagi dalam 4 kategori;  wisata bahari, wisata budaya, wisata alam, dan wisata buatan. Prinsip ramah lingkungan atau green tourism menjadi bagian penting dalam persaingan global.

“Dalam menghadapi persaingan global,  kita berusaha memperbaiki peringkat daya saing agar pariwisata Indonesia dalam lima tahun ke depan  berada di ranking 30 dunia, dari posisi semula tahun lalu di ranking 70,  tahun ini naik  di ranking 50 dunia,” ujar Arief Yahya.

Pariwisata ke depan menurutnya akan menjadi leading sector.  Dari 5  prioritas pembangunan  nasional yakni; infrastruktur, maritim, energi, pangan, dan pariwisata,  yang menjadi andalan adalah pariwisata karena trend-nya sebagai penghasil devisa terus meningkat.

Saat ini lima sektor sebagai penghasil devisa negara terbesar adalah migas, batubara, kelapa sawit, karet olahan yang kesemuannya memiliki karakter sebagai non-renewable, dan pariwisata yang berada di urutan ke-lima  dengan karakter  sebagai renewable.

“Kegiataninimemberikandampakpositifdanrangsanganbagi para pengelolauntukterusberupayamenjadi yang terbaik. Mereka juga akanterusberinovasidalammemberikanpelayanan,” tambah DeputiBidangPengembanganDestinasidanIndustriPariwisataKemenparDadangRizki Ratman dalam kesempatan yang sama.

Dadang mengatakan, “Dengan begitu destinasi bisa menjadi potensial dan memiliki manfaat serta nilai tambah ekonomi dan sosial bagi kehidupan masyarakat sekitar”.

Hadir pada kesempatan tersebut Mantan Dirjen Pengembangan Destinasi era Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Firmansyah Rahim sebagai ketua tim Juri Citra Pesona Wisata Award 2015. Mereka harus menseleksi memilih 200 wilayah yang kompeten dan potensial, dan diusulkan sebagai calon kandidat.

Adapun kriteria penilaian adalah daerah yang melalukan inisiatif pengembangan objek wisata baik oleh individu, kelompok ataupun organisasi. Calon kandidat tersebut oleh tim juri kemudian dipilih menjadi 8 kandidat. Tahap berikutnya melakukan kunjungan ke 8 kandidat objek atau tujuan wisata tersebut  untuk menentukan 4 kandidat terbaik,  yang akan ditentukan menjadi pemenang  dalam kategori; wisata bahari, wisata budaya, wisata alam, dan wisata buatan.

Sebagai pemenang penghargaan Cipta Awards 2015, yakni Wisata Budaya: Agung Rai (Bali) diwakili Ibu Ketut Mina. Wisata Alam: Infest (NTT) diterima Bpk Ari suhendi.Wisata Buatan: Amran Nur (Sawahlunto).Wisata Bahari: Heru Pramono (DKI Jakarta) diwakili Bpk Ari Bastaman, dan KategoriFavorit: Dynan Fariz (Jember Fashion Carnaval). (Evi)

Facebook Comments

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.