Kementerian Pariwisata Dianugerahi Public Relation Indonesia Awards

Bandung (Paradiso) – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) dianugerahi penghargaan bergengsi dalam ajang Public Relation Indonesia Awards (PRIA) 2019 yang diselenggarakan oleh PR INDONESIA.

Dalam ajang tersebut, Kemenpar menyabet 5 kategori penghargaan dari 19 kategori yang dilombakan.

Kategori yang berhasil dimenangkan Kemenpar yaitu pemenang *Silver* kategori Media Cetak (Ragam Pesona Kementerian Pariwisata Edisi III Oktober-Desember 2018), pemenang *Gold* kategori E-Magazine (Pesona Kementerian Pariwisata Edisi II 2018), pemenang *Silver* kategori Media Sosial (Kementerian Pariwisata), pemenang *Gold* kategori SOP Pra Krisis Kementerian Pariwisata, dan pemenang sebagai Kementerian Terpopuler di Media 2018.

Kategori Kementerian Terpopuler di Media ini dinilai berdasarkan hasil monitoring terhadap lembaga, kementerian, dan korporasi yang memiliki eksposur tertinggi selama setahun terakhir di lebih dari 150 media cetak se-Indonesia menggunakan media portal iSentia.

Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian Pariwisata, Guntur Sakti, mengatakan, penghargaan tersebut menjadi suatu kebanggaan tersendiri sekaligus apresiasi bagi peran dan kinerja Kemenpar. “Ini kemenangan bersama hasil kerja keras seluruh tim redaksi yang selalu berusaha menghasilkan produk informasi terbaik,” kata Guntur Sakti usai menerima penghargaan PRIA 2019, di Hotel Trans Luxury Bandung, Jawa Barat, Kamis (28/3).

Menurut Guntur, di era serba digital saat ini masyarakat tidak hanya membutuhkan informasi yang cepat tapi juga harus benar dengan dilengkapi data pendukung. Parameternya dinilai dari konsep 3C yang sering diusung Menteri Pariwisata Arief Yahya yaitu _Calibration_, _Confidence_ dan _Credibility_. “Dengan penghargaan ini kami berharap kredibilitas Kementerian Pariwisata akan semakin diakui masyarakat dalam penyebaran informasi yang terpercaya,” katanya.

Pada 2018, Kementerian Pariwisata berhasil meraih penghargaan PRIA yang berlangsung di Surabaya untuk 3 kategori, yaitu Kementerian Terpopuler di Media 2017, kategori Media Internal Cetak (Ragam Pesona), dan kategori E-Magazine.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengatakan, peran humas atau PR di Indonesia tidak hanya semakin strategis, namun juga penuh tantangan. Alasannya, rendahnya minat baca mayoritas masyarakat Indonesia menyebabkan berita hoaks atau kabar bohong mudah dan cepat menyebar luas.

“Kondisi inilah yang menyebabkan masyarakat di negeri ini mudah percaya hoaks dan berita bohong. Hobinya hanya baca judul, langsung emosi dan terprovokasi,” ujar Kang Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil.

Ia berpesan agar praktisi PR selalu bergerak mengikuti dinamika zaman, tetap relevan, tidak berhenti berinovasi karena makin ke sini dunia makin digital.

PR INDONESIA merupakan penyelenggara beragam aktivitas terkait dunia kehumasan. Mulai dari reguler Public & Inhouse Training PR, PR Meet Up, serta PR Indonesia Outlook, PR Summit & Conference, dan Awards. PRIA mencerminkan pencapaian tertinggi kinerja komunikasi korporasi atau organisasi.

Tahun ini, PRIA membagi apresiasi ke dalam 19 kategori yang penilaiannya dilakukan dengan cara nonpresentasi dan presentasi oleh total 15 juri yang ahli dalam bidangnya masing-masing. Jumlah entri PRIA 2019 mencapai 476 entri, meningkat dibanding tahun lalu yang hanya 363 entri. Penjurian nonpresentasi dilakukan pada tanggal 22 dan 25 Februari 2019, sementara penjurian presentasi 4 – 6 Maret 2019. (*)

Facebook Comments

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.