Kenaikan BBM Tak Berdampak Liburan Akhir Tahun

Jakarta (Paradiso) – Tingkat okupansi kamar hotel di beberapa destinasi wisata unggulan tetap penuh meski terjadi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan melemahnya nilai tukar rupiah.

Direktur Eksekutif Perhimpunan Hotel Dan Restoran Indonesia (PHRI) Cyprianus Aoer mengatakan tingkat okupansi hotel pada akhir tahun terbilang penuh karena rata-rata masyarakat telah merencanakan liburan Natal dan Tahun Baru 2015 sejak jauh-jauh hari.

Minat masyarakat untuk berlibur dan menginap di hotel pada akhir tahun tetap tinggi lantaran bervakansi sudah menjadi kebutuhan utama bagi masyarakat, khususnya kelas menengah.

“Tingkat okupansi hotel di daerah unggulan pariwisata, misalnya Bali dan Yogyakarta bisa mencapai 90%—100%. Selain dua daerah tersebut, kami juga mengamati tingkat keterisian hotel di Manado juga naik signifkan pada tahun ini,” ujarnya.

Kendati demikian, Cyprianus menilai tingkat keterisian kamar di Jakarta dan sekitarnya pada libur akhir tahun tidak terlampau penuh. Rata-rata okupansi hotel di Jabodetabek hanya mencapai 70% dari total kamar. Menurutnya, fenomena ini terjad karena warga Ibukota lebih memilih berlibur ke daerah lain.

“Kenaikan okupansi hotel di Jabodetabek saat musim liburan hanya berkisar 10% dibanding hari biasa. Banyak warga Jakarta yang berstatus sebagai perantau pulang ke kampung halaman atau berlibur ke daerah wisata yang lebih populer,” pungkasnya. (*/BI)

Facebook Comments

Leave a Reply

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.