Ketika Religi Berpadu dengan Budaya di Festival Tabut Bengkulu 2018

Jakarta (Paradiso) – Festival Tabut 2018 yang digelar Pemerintah Provinsi Bengkulu dan didukung Kementerian Pariwisata (Kemenpar) dipastikan akan menjadi sajian menarik, sebab festival ini akan menyatukan kegiatan religi dan budaya setempat dengan melibatkan ribuan massa. Unik bukan!

Pada tahun ini, Festival Tabut yang masuk 100 Wonderful Event Indonesia digelar pada 10-20 September 2018 dan akan dihadiri langsung oleh Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, Bengkulu memiliki kekuatan wisata religi yang penuh dengan budaya. Festival Tabut 2018 diyakininya bisa menjadi magnet mendatangkan wisatawan.

“Festival Tabut ini menjadi festival utama di Bengkulu sekaligus Top 100 event wisata skala nasional. Jadi harus benar-benar dibikin meriah dan semenarik mungkin agar bisa mendatangkan wisatawan sebanyak-banyaknya,” ujar Menpar Arief Yahya di gedung Sapta Pesona, Rabu (29/8).

Namun, Arief Yahya mendorong Pemprov Bengkulu untuk menambah jumlah agenda wisatanya. Sebab, jumlah yang ada sekarang terhitung kalah jauh dengan jumlah agenda wisata yang digelar di provinsi lain. Apalagi, pada 2018, Bengkulu menargetkan jumlah wisatawan yang berkunjung meningkat 40 persen dari dua tahun sebelumnya.

“Solo saja punya 58 agenda. Seharusnya Bengkulu bisa lebih karena skalanya provinsi dan kaya akan budayanya,” tutur Menpar Arief Yahya.

Plt Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah mengatakan Pemerintah Provinsi Bengkulu sangat bersyukur karena event Tabut ini bisa masuk 100 Calendar of Events (CoE) Wonderful Indonesia.

Jika selama ini Tabut lebih banyak dinikmati masyarakat lokal, maka pelaksanaan tahun ini diharapkan mampu menyedot wisatawan mancanegara. Sebab itu kegiatan ini akan dibuat lebih meriah dan berlangsung seminggu penuh dengan bermacam kegiatan.

Dirinya pun menargetkan wisatawan yang hadir dalam festival ini sekitar 2.000 wisatawan. “Sampai 2.000 wisatawan asing, kalau wisatawan domestik paling sekitar 500 orang,” ujar Plt Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah.

“Perayaan Tabut sudah ada sejak tahun 1685, pertama kali dilaksanakan oleh Syekh Burhanuddin yang dikenal sebagai Imam Senggolo. Event ini selalu dinanti banyak orang. Apalagi akan dihadiri Pak Menteri langsung, ini akan menjadi magnet tersendiri,” lanjutnya.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu Yudi Satria mengatakan, ritual Tabut diadakan sebagai manifestasi kecintaan sekaligus mengenang kisah kepahlawanan dan kematian cucu Nabi Muhammad SAW, Husein bin Ali bin Abi Thalib. Husein meninggal dalam peperangan dengan pasukan Ubaidillah bin Zaid di padang Karbala, Irak pada 10 Muharam 61 Hijriah (681 M).

“Bila melihat sejarahnya, perayaan ritual Tabut di Bengkulu pertama kali diperkenalkan dan dilaksanakan pada tahun 1685 oleh Syeh Burhanuddin atau dikenal sebagai Imam Senggolo, seorang penyebar islam di Bengkulu. Ia menikahi seorang perempuan Bengkulu dan keturunannya disebut keluarga Tabut,” jelas Yudi.

Ritual tersebut kemudian diadakan tiap tahun secara turun-temurun oleh anggota Kerukunan Keluarga Tabut (KKT) Bengkulu. Ritualnya digelar dari tanggal 1 sampai 10 Muharram sebagai upaya memperingati sekaligus menyemarakkan Tahun Baru Islam.

“Tradisi ini berawal dari keturunan Husein. Saat Husein meninggal, yang tersisa adalah 1 anak laki-laki dan ada beberapa yang perempuan. Zainal Abidin inilah yang beranak pinak,” terang Yudi.

Dia menjelaskan, inti dari upacara selama 10 hari itu adalah simbol mengumpulkan semua bagian tubuh Husein, lalu diarak dan dimakamkan di Padang Karbala.

Adapun tahapan ritual Tabut sesuai urutan, yakni mengambik (mengambil) tanah, duduk penja, meradai, merajang, arak penja, arak serban, gam yang berarti masa tenang atau berkabung, dan arak gedang serta tabut terbuang.

Festival Tabut juga menawarkan kegiatan lain selain sekedar prosesi. Ada sejumlah kontes yang harus dimenangkan setiap tahun. Di antaranya lomba kereta kuda tradisional, pertunjukan tarian tabut dan bentuk seni dan budaya lainnya.

“Sebagian besar kegiatan festival diadakan di sekitar Balai Raya Semarak Bengkulu, tempat tinggal gubernur dan lapangan Polda Bengkulu,” ungkap Yudi.

Yudi menambahkan, Festival Tabut 2018 bukan hanya menjadi ajang promosi pariwisata, tapi juga sebagai penggerak ekonomi daerah. Festival ini yang mampu menyedot ratusan ribu orang Bengkulu untuk menyaksikan puncak acara yaitu arak-arakan tabut.

“Festival ini tidak hanya ritual budaya dan religi, tapi juga bagian dari modal pembangunan sektor pariwisata. Festival ini juga bisa mendatangkan para perantau asal Bengkulu untuk kembali ke kampung halaman. Karena festival tabut sudah melegenda bagi masyarakat lokal,” ujar Yudi.

Pembangunan pariwisata tersebut juga untuk mendukung program unggulan daerah dalam mewujudkan Tahun Kunjungan Wisata pada 2020 atau “Visit Wonderful Bengkulu 2020”.

Bila ingin menyaksikan festival ini, Anda tidak perlu khawatir soal aksesnya. Sebab menuju Bengkulu sudah tersedia penerbangan langsung setiap hari dari Jakarta sebanyak enam kali sehari dengan Lion Air, Sriwijaya Air, Citilink dan Garuda Indonesia.

Jika Anda ingin melakukan perjalanan melalui jalur darat, dapat dilakukan dengan bus antar provinsi dari lintas barat dan timur. Untuk jalur lintas barat dari Jakarta ke Bandar Lampung melalui hutan tropis yang lebat dari Liwa, Taman Nasional Bukit Barisan Selatan dan Krui.

Untuk amenitas di Bengkulu juga memadai. Sedikitnya ada 50 hotel dan penginapan di Bengkulu. Mulai dari homestay hingga hotel berbintang juga ada. Menariknya, kebanyakan hotel di Bengkulu dekat dengan destinasi wisata. (*)

Facebook Comments

Leave a Reply

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.