KOMINFO Dorong UMKM di Acara Grebeg Pasar UMKM GO Online Kota Solo

Solo (Paradiso) – Kominfo kembali melakukan Grebeg Pasar UMKM Go Online kepada para pelaku UMKM di Kota Surakarta, Jawa Tengah agar segera mempersiapkan diri menuju Revolusi Industri 4.0. Sebanyak dua puluh empat orang pandu digital akan mendampingi dan memandu para pedagang sebagai pelaku UMKM di enam pasar agar para pedagang segera memiliki toko online di marketplace.

Acara yang dihelat pada 29 April – 11 Mei 2019 ini bertujuan agar para UMKM dapat berjualan secara online dengan jangkauan tanpa batas lokasi, efisien dalam waktu dan terjamin keamanannya.

Setelah melakukan Grebeg Pasar UMKM Go Online di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Pangandaran Direktorat Ekonomi Digital, Ditjen Aplikasi Informatika, Kominfo menunjuk Kota Surakarta sebagai target berikutnya. Di kota yang biasa disebut dengan Kota Solo ini diselenggarakan serangkaian kegiatan yang meliputi pembekalan para pandu digital pada Minggu, 28 April 2019, workshop “Pengembangan Ekonomi Digital” pada 30 April 2019 dan Grebeg Pasar pada 29 April hingga 11 Mei 2019.

Kepala Dinas Perdagangan Surakarta, Subagiyo meyambut hangat kegiatan Grebeg Pasar UMKM Go Online karena Kota Surakarta sedang menaruh perhatian besar pada digitalisasi.

Surakarta adalah kota percontohan bagi aplikasi e-retribusi yang telah diterapkan di pasar-pasar tradisional. E-retribusi telah sukses menekan penyimpangan dan memberikan transparansi serta kemudahan bagi para pedagang pasar.

Minimalnya enam pasar dibidik pada kegiatan ini. Keenam pasar tersebut adalah Pasar Notoharjo, Pasar Ngudi Rejeki, Pasar Elpabes, Pasar Triwindu, Pasar Cinderamata dan Pasar Nusukan. Selain enam pasar diatas, para pandu digital juga akan hadir di beberapa pasar lain jika dirasa perlu.
Sumarno, Kasubdit. Pengembangan Ekonomi Digital Pariwisata, Transportasi dan Perdagangan menekankan pentingnya para UMKM untuk bersiap menghadapi era digital yang sudah di depan mata.

Mau tak mau harus menerima kehadirannya untuk meningkatkan usahanya. Menurut Sumarno, teknologi bukanlah momok yang harus ditakuti, tapi perlu dipelajari dan dimanfaatkan untuk meningkatkan omset penjualan. Apabila para pedagang mahir melakukan berjualan secara online sudah pasti keuntungannya akan bertambah.

Di Acara Grebeg Pasar, pandu digital akan berkunjung ke kios-kios pedagang pasar untuk memberikan pendampingan menjelaskan dan mengajari bagaimana mudahnya berjualan secara online. Berjualan secara online sangat mudah, tidak mengeluarkan uang untuk membuat toko online serta transaksi dilakukan secara transparan. Seperti dikatakan oleh Puti Adella Elvina, Kepala Seksi Pengembangan dan Fasilitasi Platform Perdagangan, selain berbagai kemudahan dan jaminan keamanan, banyak juga benefit banyak ditawarkan oleh marketplace.
“Di marketplace penjual dan pembeli sama-sama memiliki rasa aman ketika melalukan transaksi, semua transaksi juga tercatat sehingga memudahkan pembukuan. Di marketplace juga banyak benefitnya karena setiap marketplace akan menjadi tujuan belanja calon pembeli oleh sebab berbagai promo yang dihadirkan oleh marketplace tersebut. Proses transaksinya juga lebih cepat,” terang Ade.
Saat ini ada dua platform yang menyediakan sarana bagi UMKM berjualan online. Yang pertama adalah media sosial dan yang kedua adalah marketplace. Di platform media sosial, penjual dan pembeli akan terhubung secara langsung lewat media sosial masing-masing. Platform ini dipilih oleh mereka yang lebih suka bertransaksi secara langsung. Namun sayangnya, ada celah dimana banyak terjadi praktik-praktik penipuan lantaran belum optimalnya proteksi dari operator yang bersangkutan ini.
Berbeda dengan platform marketplace yang menawarkan keamanan bagi penjual dan pembeli. Dengan akurasi data dan transparasi saat transaki, penjual dan pembeli sama-sama merasa aman dan nyaman saat melakukan transaksi.
Acara ini juga didukung oleh beberapa penyedia aplikasi marketplace serta digital payment. Dukungan dari berbagai operator makin memudahkan sosialisasi kepada para UMKM agar bisa mengenal lebih jauh apa saja keuntungan yang akan diperoleh bagi para pedagang. Jika para pedagang ini bersedia maka mereka akan segera di on-boardingkan ke marketplace dan digital payment.
Metode sosialisasi dan pendampingan secara langsung dipilih oleh Kominfo untuk menyesuaikan para pedagang pasar yang cukup sibuk berdagang di kios mereka. Pandu Digital juga setia menunggu para pedagang yang ingin lebih leluasa mendapat sosialisasi dan edukasi di booth Kominfo.
Booth yang terletak di area pasar juga mendapat apresiasi dari para pengunjung. Rupanya beberapa pengunjung pasar adalah reseller. Pengunjung-pengunjung ini mendatangi booth untuk berkonsultasi dan dipandu agar bisa berjualan secara online di marketplace.
Kesadaran luar biasa dari para pedagang dan pengunjung pasar di Kota Surakarta adalah bentuk optimis masyarakat Indonesia memasuki era ekonomi digital. Masyarakat yang terus meningkatkan sumber dayanya untuk memaksimalkan teknologi dalam perkembangan modernisasi khususnya terkait jual-beli. (*)

Facebook Comments

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.