Konten Digital dan Kewirausahaan Jadi Prioritas dalam Reviu Kurikulum PTN Pariwisata di STP Bali

NUSA DUA (Paradiso) v – PTN Pariwisata (PTNP) yang bernaung dibawah Kemenpar sudah berbasis kompetensi Asian. Kurikulum pada 6 PTNP yakni Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) NHI Bandung, Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bali, Politeknik Pariwisata (POLTEKPAR) Makassar, Politeknik Pariwisata (POLTEKPAR) Medan, Politeknik Pariwisata (POLTEKPAR) Palembang, dan Politeknik Pariwisata (POLTEKPAR) Lombok yang sudah berbasis kompetensi Asian itu sudah disepakati oleh 10 negara di Asia, dengan  memiliki sebanyak 32 job title di 6 divisi. Yang sudah berjalan ada hotel, restoran dan trevel.

Seiiring dengan perjalanan waktu serta tantangan di dunia pendidikan dan dunia kerja maka diperlukan adanya reviu terhadap penerapan kurikulum di 6 PTNP ini. Untuk itu sejak 3-4 Mei 2019 diadakanlah kegiatan Reviu Kurikulum Perguruan Tinggi Negeri Pariwisata bertempat di Gedung Genitri STP Bali.  Hadir 56 orang peserta termasuk Kepala Program Studi di 6 PTNP dengan Narasumber dari Ajar.com dan AHLEI (American Hotel & Lodging Educational Institute). 

Acara ini  dibuka oleh Prof. Dr. I Gde Pitana yang juga  Staf Ahli Bidang Kerjasama dan Pemasaran  yang juga selaku Majelis Pembina STP Bali. Demikian dijelaskan Dr. Wisnu Bawa Tarunajaya, SE, MM, Asisten Deputi Pengembangan SDM Pariwisata dan Hubungan Antar Lembaga yang ditemui di sela-sela kegiatan ini di STP Bali.

“Agenda ini adalah tindak lanjut dari rakornas pariwisata yang berlangsung di Jakarta beberapa waktu lalu dan telah diputuskan untuk tahun ini penekanannya pada  SDM 4.0 berbasis digital. Jadi yang  dikembangkan adalah  3C yakni Curriculum, Competence dan Center of Excellence. Karena itu dalam kegiatan ini diharapkan bersama-sama menyatukan pikiran untuk  menyempurnakan kurikulum tahun 2017 yang permennya sudah ada dengan melihat kembali prodi tersebut baik itu pariwisata, hotel maupun travel,“ ungkap  Wisnu Bawa Tarunajaya, SE.

Ada yang menarik juga dari workshop ini yakni kehadiran narasumber dari ajar.co.id dan AHLEI (American Hotel and Lodging Educational Institute). Ajar.co.id   merupakan platform berstandar ASEAN, sebuah Lembaga LMS (Learning Management System) yang mempunyai usulan program untuk mensuport Kemenpar dalam rangka digitalisasi proses pembelajaran dan pelatihan di Bidang SDM Pariwisata.

Sementara AHLEI (American Hotel and Lodging Educational Institute) penekanannya pada  materi kurikulum berstandar Internasional. Apalagi dapat  menerbitkan sertifikat Internasional tentu  sangat membantu lulusan PTNP. Menurut Wisnu diharapkan usai menyelesaikan pendidikan di PTNP mahasiswa selain mengantongi ijazah juga mengantongi sertifikasi kompetensi.

Workshop Reviu Kurikulum ke-2 ini diharapkan  menghasilkan rumusan evaluasi kurikulum yg mengacu kepada pedoman kurikulum pendidikan tinggi dan menyesuaikan nama prodi sesuai dengan Permen Ristek Dikti No 57 tahun 2019. Focus reviu kurikulum mengacu pada ketentuan KBK yg berorientasi digital, wirausaha, Iptek dan berstandar Internasional.

Dalam workshop ini disepakati pula akan melaksanakan workshop berikutnya  pada  17 – 18 Mei 2019 di Makassar yang pembahasannya meliputi  RPS yang berisi Digital dan Wirausaha untuk 3 Mata Kuliah, Membuat Pedoman APM/Project di akhir semester, Membahas format yang baku untuk presentasi (Program, Profile dan Wirausaha), pengecekan kembali nama-nama matakuliah dan SKS nya, RPS (poin-poin unit kompetensi agar masuk di RPS, Mata kuliah yang ada di AHLEI agar dimasukkan dan dikirim dosen untuk benchmarking agar dapat mengampu mata kuliah yang diadop serta dibuatkan  list permasalahan di masing-masing PTNP, seperti prodi, dan lain-lainnya yang belum dapat diselesaikan  agar dikirim ke alamat : ellanurlaila67@gmail.com untuk didiskusi dan dicarikan solusinya.

Hal ini sejalan juga dengan pendapat Prof. Gde Pitana. “PTNP di bawah Kementrian Pariwisata adalah sekolah vokasi dengan hasil alumni adalah orang yang siap bekerja dan siap menciptakan lapangan kerja. Maka dari itu harus mempunyai knowledge dan skill untuk dapat merespon kebutuhan pasar di era digital dan  revolusi industri 4.0.  Ini  harus  menjadi kelebihan  mahasiswa kita.  Kita harus  mendidik mahasiswa untuk dapat menciptakan lapangan usaha,” ungkap pria asal Tabanan Bali ini.

Sementara itu Ketua STP Bali, Drs. Dewa Gde Byomantara mengungkapkan di era 4.0 atau digitalisasi sudah tentu kami di STP Bali beserta semua PTNP  harus mempersiapkan diri untuk mencetak tenaga yang sudah dibekali dengan kemampuan digital. Maka dari itu reviu kurikulum menjadi penting agar  menyesuaikan dengan konteks kekinian. Selain digitalisasi kewirausahaan adalah trend kedepan yang diharapkan maka kamipun harus menyesuaikan kurikulum dengan memberikan muatan kewirausahaan di setiap program studi.

Beberapa hal yang sudah dilakukan STP Bali dalam hal kewirausahaan adalah memasukan dalam kurikulum, membentuk unit khusus yg menangani kewirausahaan, memfasilitasi kegiatan kewirausahaan sebagai ekstra kurikuler setiap Hari Jumat dan menyiapkan inkubator kewirausahaan buat para mahasiswa.

Selain itu dengan dikembangkannya center of excellence diharapkan mahasiswa mampu menjadi pionir apalagi pada reviu kurikulum kali ini juga membahas terkait kerjasama dengan ajar.co.id yang mengembangkan konten pembelajaran dengan mekanisme pembelajaran online. Besar harapan ke – 6 PTNP dibawah Kemenpar ini mampu bekerjasama  dengan memberikan kesempatan bagi masyarakat luas untuk bisa belajar secara online dan dapat mengakhirinya  dengan uji kompetensi online,” demikian Byomantara menjelaskan. (*)

Facebook Comments

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.