Kuliner Khas Solo Laris Manis di SICF 2017

SOLO (Paradiso) – Even Solo Indonesia Culinary Festival  (SICF) 6-9 April 2017 tampil beda dan lebih semarak. Selain menampilkan kuliner warisan leluhur termasuk dari keraton-keraton di Pulau Jawa dan kuliner khas dari berbagai daerah di Tanah Air, even yang didukung Kementerian Pariwisata itu juga menggelar enam festival jenis kuliner tradisional khas Solo yang mulai langka penjualnya.

“Saat pembukaan SICF kemarin, Solo berubah jadi lautan manusia. Ternyata banyak yang antusias menjajal kelezatan kuliner khas Solo,” terang Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar, Esthy Reko Astuti, Jumat (7/4).

Memang, tidak ada yang bisa membantah jika Solo itu Kota Kuliner. Kaya akan formasi makanan lezat. Komparasinya sulit dicari di kota lain. “Jadi yang kebetulan sedang berada di Solo, silakan ke SICF 2017. Sekalian jajal kuliner warisan leluhur dan langka,” ajak wanita berkerudung itu.

Sejak dibuka 6 April 2017, halaman Stadion Manahan, Kota Solo, yang menjadi lokasi event langsung berubah jadi lautan manusia. Tua-muda, laki laki-perempuan, anak anak-orang dewasa, rela antre menyaksikan dan menjajal enam kuliner yang mulai langka penjual. Kuliner langka yang dibungkus dengan Festival Tongseng, Gempol Pleret, Brambang Asem, Tengkleng, Kue Putu, dan Festival Sate Kere itu seperti tak pernah kehabisan pengunjung. Outletnya selalu ramai sepanjang hari.

Ketua Panitia SICF 2017 Daryono membenarkan hal itu. Menurutnya Keenam festival tersebut merupakan kegiatan baru sebagai even pendukung di SICF 2017 yang akan di, Jawa Tengah, 6-9 April. “Ternyata masyarakat sampai rela antre lama. Semua rela berpanas-panas dan mandi peluh hanya untuk mencicipi kuliner khas Solo,” ungkap Daryono.

Silakan mencoba, bagi yang belum pernah. Silakan bernostalgia, bagi yang sudah familiar. “Dijamin, Anda akan ketagihan,” sambungnya.

Tak ingin tampil hambar, Kementerian Pariwisata ikut mensupport event ini. Promosi media, perlengkapan panggung, chef jacket, dan pendukung pertunjukan, langsung dihandle kementerian yang diremote Arief Yahya itu.

“Event ini berlangsung selama 4 hari ini. Setiap hari  dibuka pukul 9.30-21.30. Yang penasaran, silakan datang ke Stadion manahan. Evennya terbuka untuk umum, dan pengunjung tidak dikenai tiket masuk alias gratis,” terang Kepala Bidang Promosi Wisata Budaya, Kemenpar Wawan Gunawan.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya ikut mengapresiasi even kuliner ini. Itulah mengapa, kuliner dimasukkan dalam kategori karya budaya, cultural value, bersama shopping and fashion, heritage dan seni. “Kuliner Indonesia harus mendunia. Banyak yang lezat. Komposisi bumbu, lama menanak, besaran api, alat masak, sampai derajat kematangan, itu diatur dengan rasa, tidak cukup dengan pikiran di otak kiri,” jelas Menpar Arief Yahya.

Soto yang menjadi ikon kuliner Indonesia juga sangat populer di Kota Solo. Selain empat makanan lain yang juga dijadikan masakan nusantara dan dipromosikan Kemenpar, diantaranya sate, nasi goreng, rendang dan gado-gado.

Menurutnya, even ini bisa dijadikan sebagai wadah bagi para pelaku usaha di sektor pariwisata, kuliner, maupun industri kreatif untuk berkreasi dan melestarikan kuliner tradisonal. “Kekuatan Solo sebagai Kota Pariwisata salah satunya adalah kuliner. Selamat berlibur, Selamat berwisata kuliner!,” kata Arief Yahya yang hobi blusukan mencari kuliner khas itu. (*)

Facebook Comments

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.