Kuliner Kota Medan Dikenalkan di Palembang

PALEMBANG (Paradiso) – Direct Promotion Pariwisata Kota Medan yang dilakukan di Kota Palembang sukses digelar. Acara ini merupakan ajang memperkenalkan pariwisata Kota Medan kepada masyarakat Palembang. Harapannya, warga Palembang akan mendapatkan beragam informasi mengenai destinasi, kuliner, maupun budaya dari Kota Medan.

Acara yang digelar selama dua hari, Jum’at-Sabtu (14-15/12), sukses mencuri perhatian masyarakat Palembang. Salah satunya dari stand kuliner yang disajikan oleh Indonesian Chef Association (ICA) Sumatera Utara.

Stand ICA menyajikan kuliner-kuliner khas Kota Medan. Stand ini juga menampilkan demo masak kuliner khas Medan. Stand ICA dipadati pengunjung. Ibu-ibu dan remaja putri yang ikut menyaksikan demo masak. Bahkan, kaum pria juga ikut menyaksikan.

Suasana interaktif terjadi pada stand kuliner ini. Beberapa pengunjung tak ragu melontarkan pertanyaan pada chef yang memperagakan demo.

Di stand ini juga, pengunjung dapat mencicipi beberapa kuliner yang di sajikan. Selain itu pengunjung juga bisa membeli beberapa penganan dari Kota Medan.

Ada sekitar 4 kuliner yang ditampilkan dalam demo masak salah satunya adalah Kuliner Cimpa Unung. Chef Andri Marpaung yang juga Sekretaris ICA Sumatera Utara menjelaskan kuliner ini.

“Cimpa Unung adalah penganan kue yang berasal dari suku Batak Karo. Terbuat dari beras ketan sebagai bahan utamanya. Isinya menggunakan gula merah yang dicampur dengan kelapa parut. Dan sebagai baju luarnya atau pembungkus, umumnya menggunakan daun singkut. Tetapi kali ini kita menggunakan daun pisang. Cimpa Unung ini biasa disajikan bila ada pesta pesta, baik itu pesta pertemuan keluarga, sampai pesta adat yang besar seperti acara perkawinan, pesta panen besar dan acara lainnya,” jelasnya.

Selain Cimpa Unung, ditampilkan juga demo masak Mie Gomak dan Kue Rasidah. “Mie Gomak merupakan kuliner yang berasal dari Batak Toba, Tapanuli Utara. Makanan ini menjadi andalan Sumatera Utara, karena mulai dari Siantar, Parapat, Balige, Labuhan Batu, Sibolga hingga Tapanuli sangat akrab dengan kuliner ini. Mie Gomak sangat mudah didapatkan di warung pinggir jalan dan menjadi menu makanan khas dengan bumbu resep turun menurun menggunakan andaliman,” terangnya.

Sedangkan Kue Rasidah adalah khas dari Melayu Deli. Sajian ini konon merupakan makanan favorit bagi para raja Melayu di Indonesia. Hingga kini, kue Rasidah merupakan makanan khas orang melayu. Pada era 1960 hingga 1990-an, kue ini sangat populer dikalangan adat melayu, tapi sekarang kue ini hampir saja terlupakan. “Kali ini, kami mencoba mengingatkan kembali akan lezatnya kue adat orang melayu ini dalam demo masak kali ini,” ucap Andri Marpaung.

Selain menampilkan demo masak, Andri juga menyajikan kuliner yang menjadi oleh-oleh kuliner khas Kota Medan. Seperti Kangkung Rendang dan Kangkung Arsik. Makanan ini merupakan produk dari UKM Kota Medan. Rendang terbuat dari kangkung, rasanya enak dan renyah karena dikemas kering. Begitupun dengan Kangkung Arsik yang tak kalah enaknya.

“Mungkin kita sudah banyak tahu dengan kuliner Arsik, masakan ini dikenal pula sebagai ikan mas bumbu kuning. Nah kalau Kangkung Arsik ini dibuat dari kangkung, kalau dimakan rasanya memang seperti kuliner arsik, tapi ini dikemas kering sehingga kalau dimakan terasa renyah,” jelasnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menjelaskan, wisata kuliner menjadi kekayaan pariwisata Indonesia. “Indonesia memiliki banyak jenis wisata kuliner. Bahkan beberapa diantaranya sudah diakui sebagai salah satu makanan terlezat di dunia seperti rendang. Jadi tidak salah jika kekayaan kuliner nusantara terus diangkat,” katanya.(*)

Facebook Comments

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.