“Mangente Ambon” Angkat Potensi Wisata Ambon

Jakarta (Paradiso) – Ambon menggelar tahun kunjungan wisata Kota Ambon Manise bertajuk Mangente Ambon atau Visit Ambon. Acara tersebut mengajak orang Maluku dan diaspora pulang kampung membangun daerah demi mewujudkan suksesnya Ambon Manise 2025.

“Kementerian Pariwisata mendukung tahun kunjungan wisata kota Ambon Manise yang bertemakan ‘Mangente Ambon’. Kalau kita lihat dari film yang diproduseri penyanyi Glenn Fredly ‘Cahaya Dari Timur, Beta Maluku’, terlihat benar indahnya Ambon. Film itu bisa membantu diaspora, perantau Maluku untuk mengingat kampung halamannya yang indah. Saya terharu lihat film itu. Untuk itu, orang-orang Maluku pun harus terharu dan membantu kampung halamannya untuk dipromosikan ke berbagai daerah,” kata Menteri Pariwisata Arief Yahya saat launching Tahun Kunjungan Wisata Kota Ambon Manise di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Sabtu (18/4/2015).
“Saya mencatat banyak orang Maluku, ada Bob Tutupoli , Harvey Malaiholo , gru[ vocal Masnait, Glenn Fredly dan masih banyak. Tokoh-tokoh ini bertanggung jawab membangun Maluku. Saya harap diaspora Maluku sudah bisa dimulai,” ujar Arief.

Menpar menambahkan, dengan launching Tahun Kunjungan Wisata Kota Ambon Manise “Mangente Ambon” diharapkan akan mengembalikan citra Maluku dengan pranata adat budaya yang masih dijunjung tinggi “Pela Gandong, Hidup Orang Basudara,” (kerukunan hidup bersaudara yang berbeda agama dan berbeda kampung) juga dapat memacu pembangunan daerah, peningkatan investasi serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Kesempatan sama, Walikota Ambon Richard Louhanapessy mengatakan tahun Kunjungan Wisata Kota Ambon Manise Mangente Ambon merupakan suatu gerakan moral pemerintah dan masyarakat Kota Ambon untuk mengumpulkan seluruh potensi masyarakat dan cendikiawan di dalam maupun di luar Ambon (Maluku) untuk memberikan dukungan dalam mewujudkan Ambon Manise 2025.

Richard menjelaskan bahwa Mangente Ambon hadir demi mengembalikan imej Ambon Manise sebagai kota wisata aman, nyaman, indah dan harmonis. Menurut dia, termasuk juga lebih memperkenalkan Maluku, khususnya Ambon sebagai satu destinasi pariwisata Indonesia.

“Tak hanya itu menjadikan kegiatan ini sebagai ajang reunian akbar masyarakat Ambon yang berada di seluruh penjuru dunia, dan mengajak masyarakat Maluku yang berada di luar Maluku untuk turut memberikan sumbangsih bagi percepatan pembangunan daerah. Acara ini juga mengajak kesadaran masyarakat tentang pentingnya pelestarian lingkungan,” ujar dia.

“Itu semua demi memberikan dukungan dalam mewujudkan Ambon Manise 2025,” kata dia menambahkan. Tercatat 38 ajang wisata, seni dan budaya tingkat lokal, nasional maupun internasional agar berlangsung selama setahun. Tak hanya untuk masyarakat Indonesia saja, acara ini juga terpromosikan hingga ke luar negeri, semisal negara Australia, Amerika dan Belanda.

Sementara itu, Gubernur Maluku Said Assagaff mengatakan, “Dengan launching Tahun Kunjungan Wisata Kota Ambon Manise Mangente Ambon diharapkan akan mengembalikan citra Maluku dengan pranata adat budaya yang masih dijunjung tinggi Pela Gandong, Hidup Orang Basudara.”

Ia menambahkan konsep kerukunan hidup bersaudara berbeda agama dan berbeda kampung itu juga dapat memacu pembangunan daerah, peningkatan investasi, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Konser Glenn Fredly

Musisi Glenn Fredly akan menggelar konser 20 tahun berkarya di dunia musik Indonesia di kota Ambon pada 16 Mei 2015. “Hasil koordinasi yang dilakukan dengan Manajemen Glen Fredly dinyatakan konser akan dilakukan di Ambon pada 16 Mei mendatang, waktu pelaksanaan dimajukan dari semula di minggu keempat Mei 2015,” kata kepala Dinas kebudayaan dan Pariwisata kota Ambon, Henry Sopacua.

Ia mengatakan, sebagaimana konser musik yang dilakukan Glenn Fredly sebelumnya, maka di tahun 2015 konser 20 tahun berkarier dilaksanakan di Ambon. Konser 20 tahun Glenn Fredly akan dilakukan di 20 kota di Indonesia dan Ambon merupakan kota pembuka pelaksanaan konser.

“Kita patut berbangga karena musisi Indonesia berdarah Maluku memilih kota Ambon sebagai kota pembuka pelaksanaan konser 20 tahun berkarya,” ujarnya. Menurut Henry, manajeman Glenn Fredly sementara mempersiapkan hal terkait pelaksanaan konser sambil berkoordinasi dengan Pemerintah Kota untuk kerjasama. “Pembicaraan yang kita lakukan telah sampai pada tahap persiapan yakni bagaimana kita bisa membantu dari sisi perizinannya supaya mereka tidak kesulitan untuk hal tersebut,” katanya. Ia menjelaskan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata juga berupaya agar musisi lokal Maluku turut dilibatkan dalam konser tersebut.

Musisi lokal seperti band atau kolaborasi budaya Maluku sementara dibicarakan dengan tim manajemen, karena Glenn Fredly memiliki standar konser. “Saat ini kita masih bicarakan materi, apakah ada lagu Glenn yang bisa dikolaborasi. Target kita musisi lokal kita dorong untuk bisa tampil satu panggung dengan musisi ternama,” tandasnya. (*/bowo)

Facebook Comments

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.