Kunjungan Wisman 2015 Lampaui Target Sebesar 10,4 Juta

Jakarta (Paradiso) – Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia  selama satu tahun, Januari hingga Desember 2015,  mencapai  10.406.759 wisman atau melampaui target yang ditetapkan sebesar 10 juta wisman serta angka proyeksi sebesar 10,017 juta wisman.

Data BPS dan Asdep Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Kepariwisataan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menyebutkan, jumlah kunjungan wisman 2015 sebesar  10.406.759 wisman terdiri atas; wisman melalui 19 pintu masuk (19 point of entry) sebagai foreign visitor sebanyak 9.729.350 wisman atau sebesar 93,49%; lewat pintu perbatasan atau foreigners who enter througt the cross border post sebanyak 370.869 wisman  atau 3,56%; dan kunjungan singkat wisman selama setahun atau other short foreigner visitors in 1 year sebanyak 306.540 wisman  atau sebesasr 2,95%.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya dalam jumpa pers akhir tahun belum lama ini menyampaikan angka proyeksi kunjungan wisman 2015 sebesar 10,017 juta atau tumbuh 7,2%. Dari angka estimasi  tersebut perolehan devisa pariwisata mencapai US$ 11,9 miliar atau setara Rp 163 triliun dengan perhitungan bahwa rata-rata lama tinggal wisman selama berlibur di Indonesia adalah 8,50 hari dengan pengeluaran sebanyak US$ 1.190/wisman per kunjungan.

Menpar Arief Yahya menyambut baik dengan capaian  kunjungan wisman 2015 sebesar 10,4 juta wisman atau di atas target dengan angka estimasi pertumbuhan 7,2%. Pertumbuhan pariwisata Indonesia tahun 2015 sebesar 7,2% ini di atas pertumbuhan pariwisata dunia sebesar 4,4% dan pertumbuhan pariwisata kawasan ASEAN sebesar 6%. “Pertumbuhan pariwisata Indonesia jauh lebih baik dibandingkan negara kompetitor Malaysia (pada Januari-Juni 2015 minus -9,4%), dan Singapura (Januari-Desember 2015 tumbuh nol persen), sedangkan Thailand  tumbuh di atas kita sebesar 23% (Januari-Desember 2015),” kata Menpar Arief Yahya.

Menpar menjelaskan lebih jauh, pertumbuhan pariwisata 2015 akan menjadi pemicu dalam upaya meraih target kunjungan wisman 2016 sebesar 12 juta wisman,”Target pertumbuhan pariwisata tahun 2016 sebesar 20% berarti empat kali lipat dari pertumbuhan perekonomian nasional sehingga percepatan akselerasi harus dilakukan,” kata  Arief Yahya.

Langkah percepatan akselerasi pariwisata dilakukan antara lain dengan mengembangkan 10 destinasi wisata prioritas  (Borobudur, Mandalika, Labuhan Bajo, Bromo-Tengger-Semeru, Kepulauan Seribu, Toba, Wakatobi, Tanjung Lesung, Morotai, dan Tanjung Kelayang) menggunakan konsep single destination single management. Untuk ini pemerintah akan membentuk badan otoritas nasional dalam mengelola destinasi prioritas tersebut. Struktur badan otoritas tersebut akan terdiri  Dewan Pengarah Menko Maritim, Ketua Harian Menpar dengan anggota menteri-menteri terkait termasuk Menpan.  “Dari 10 destinasi prioritas ini kita proyeksikan akan diperoleh  8,5 juta wisman,” kata Arief Yahya.

Terobosan regulas dilakukan pemerintah dengan  memperbanyak pemberian Bebas  Visa Kunjungan (BVS) yang saat ini sebanyak 90 negara (Perpres No.104 Tahun 2015)  tahun ini direncanakan akan ditambah menjadi 174 negara. Dengan kebijakan BVK ini  diproyeksikan   akan meningkatkan 1 juta wisman dengan devisa sebesar US$ 1 milyar pada tahun ini.

Deregulasi pariwisata dengan menghapus Clearance Approval for Indonesia Teritory (CAIT/Perpres 105 Tahun 2015)  akan meningkatkan jumlah kunjungan perahu pesiar (yacht) ke Indonesia. Diproyeksikan dalam lima tahun ke depan jumlah kunjungan yacht akan mencapai 5.000 perahu pesiar dengan perolehan  devisa sebesar US$  500 juta.

Sementara itu  deregulasi terhadap asas cabotage untuk cruise atau kapal pesiar asing, dengan membolehkan penumpangg naik turun di lima pelabuhan di Indonesia yaitu; Belawan, (Medan), Tanjung Priok (Jakarta), Tanjung Perak (Surabaya), Benoa (Bali) dan Soekarno – Hatta (Makassar), akan mendorong naiknya kunjungan wisman kapal pesiar ke Indonesia yang diproyeksikan tahun 2019  jumlah kunjungan cruise asing ke Indonesia mencapai 1.000 kapal pesiar dengan perolehan  devisa mencapai US$ 300 juta.

Target Pariwisata 2016

Target pariwisata tahun 2016  ditetapkan; jumlah kunjungan wisman sebesar 12 juta dengan devisa yang dihasilkan diproyeksikan sebesar Rp 172 triliun; jumlah perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) sebanyak 260 juta perjalan dengan uang yang dibelanjakan sebesar Rp 223,6 triliun; kontribusi pariwisata terhadap perekonomian (PDB) nasional meningkat menjadi 5%; dan jumlah lapangann kerja yang diciptakan menjadi 11,7 juta tenaga kerja, sedangkan capaian pariwisata  2015;  jumlah kunjungan wisman sebanyak 10,4 juta;  jumlah perjalanan wisnus 255 juta;  kontribusi pariwisata terhadap PDB Nasional sebesar 4%; devisa yang dihasilkan sekitar Rp 155 triliun, dan lapangan kerja yang diciptakan sebanyak 11,3 juta ; angka indek  daya saing naik signifikan 20 poin menjadi ranking 50 dari 141 negara.

Sementara itu target pariwisata  2019 ditetapkan;  kontribusi terhadap perekonomian (PDB) nasional sebesar 8%, devisa yang dihasilkan sebesar Rp 240 triliun,  menciptakan lapangan kerja di bidang pariwisata  sebanyak 13 juta orang, target kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) sebanyak 20 juta wisman dan pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) sebanyak 275 juta, serta indeks daya saing pariwisata Indonesia berada di ranking 30 dunia. (*/bowo)

Facebook Comments

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.