Lebaran Puncak Pergerakan Wisatawan Nusantara

Esthy Reko Astuty
Esthy Reko Astuty

Jakarta (Paradiso) -Dirjen Pemasaran Pariwisata Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Esthy Reko Astuty mengatakan libur lebaran sangat potensial menggerakkan dan memobilisasi wisatawan nusantara (wisnus) untuk mendorong target pergerakan 255 juta wisnus tahun ini.

“Saat-saat mudik dan libur lebaran adalah momen yang sangat baik untuk mendorong pergerakan wisnus tidak hanya di Pulau Jawa tetapi juga luar pulau,” kata Esthy Reko Astuty di Jakarta, Rabu (23/7/2014).

Untuk menghadapi libur lebaran tahun ini, pihaknya mengintensifkan koordinasi dengan pemerintah daerah termasuk pelaku industri pariwisata dan pengelola obyek-obyek wisata agar mengantisipasi lonjakan wisatawan yang kemungkinan besar akan terjadi.

Pihanya juga mendistribusikan puluhan ribu peta jalur mudik yang dilengkapi dengan paket-paket wisata yang bisa dikunjungi sepanjang jalur mudik. “Kami bersinergi dengan beberapa pihak seperti CBN.net untuk menyusun peta mudik wisata,” katanya.

Peta tersebut bisa didapatkan masyarakat secara gratis tempat-tempat umum, kantor Kemenparekraf, sekaligus sepanjang jalur mudik. “Ini bukan sekadar peta biasa karena di dalamnya kami perkaya dengan informasi yang terkait pariwisata dan pendukungnya seperti tempat wisata, hotel, dan restoran sekaligus paket wisata yang bisa dipilih,” katanya.

Kemenparekraf berharap peta tersebut bisa sekaligus menjadi sarana promosi bagi destinasi-destinasi wisata di sepanjang jalur mudik sehingga lebih banyak dikunjungi wisatawan. Selain itu, penawaran paket-paket di dalamnya juga diharapkan dapat memobilisasi masyarakat untuk menikmati tujuan-tujuan wisata favorit tanpa kesulitan.

Menurut Esthy, sebagian besar masyarakat yang mudik umumnya akan mengisi waktu dengan mengunjungi tempat wisata setempat dan membeli oleh-oleh atau cenderamata. Keberadaan peta mudik itu diharapkan akan mampu memberikan informasi mengenai jalur dan obyek wisata sekaligus memenuhi kebutuhan informasi masyarakat.

Tantang Daerah Kembangkan Wisata Film

Kemenparekraf juga memberikan tantangan khusus kepada pemerintah daerah untuk mengembangkan destinasi wisata film di wilayahnya untuk mendongkrak popularitas destinasi tersebut. “Ini tantangan untuk daerah agar bisa mengembangkan destinasi wisatanya sebagai lokasi pengambilan gambar untuk film,” kata Esthy.

Menurut Esthy, film bisa menjadi cara yang baik untuk mempromosikan suatu destinasi wisata secara efektif dan masif.

Film sekaligus bisa menjadikan suatu daerah atau destinasi wisata berkembang dengan lebih cepat karena membuka wawasan publik yang lebih luas tentang suatu daerah termasuk investor. “Kita bisa jadikan Belitung sebagai benchmark atas keberhasilan film ‘Laskar Pelangi’ mengangkat pariwisata di daerah itu,” katanya.

Tidak hanya itu, film Hollywood berjudul ‘Eat, Pray and Love’ yang dibintangi Julia Robert juga mampu mendongkrak popularitas Bali lebih luas ke dunia internasional.

Oleh karena itulah Esthy mendorong pemerintah daerah untuk melihat peluang dan mengembangkan potensi daerahnya. “Tentu harus ada dukungan dari sisi kemudahan izin dan kesiapan daerahnya untuk menerima lebih banyak kedatangan wisatawan,” katanya.

Atraksi dan daya wisata, tambah Esthy, juga merupakan hal yang harus diperhatikan untuk membuat betah turis tinggal di wilayah tersebut. (bowo)

Facebook Comments

Leave a Reply

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.