Lebarkan Sayap ke Bali, PT. RMA Gandeng STP Nusa Dua

Bali (Paradiso) – PT. Rekadaya Multi Adiprima yang salah satu product inovasinya Pengendali Polusi Suara akhirnya memutuskan melebarkan sayap usahanya ke Bali dengan menggandeng Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Nusa Dua Bali dan Balai Pusat Industri Kreatif Bali. Ditemui usai bertatap muka dengan Direktur STP Bali, Drs. Dewa Gede Ngurah Byomantara, M. Ed, dan Drs.Paryono, Kepala Balai Diklat Industri Denpasar Kementrian Perindustrian, Rabu (22/3) 2017, Farri Aditya, Owner PT. RMA mengaku senang dan gembira atas respon yang positif atas keinginan membangun kemitraan dengan Akademisi (STP Nusa Dua) dan Balai Diklat Industri Denpasar.

“Ini diluar dugaan kita, setelah bertatap muka dengan keduanya kami langsung ditantang untuk membangun atau memasang pengendali polusi udara atau peredam suara di Aula Bali Pusat Industri Kreatif Bali maupun sejumlah ruang pertemuan di STP Nusa Bali. Tentu kami sangat siap dan akan merealisasikannya dalam waktu dekat karena pada prinsipnya product yang murni dihasilkan oleh anak bangsa ini telah siap,” ujar Farri.Kesiapan itu ditunjukkan Farri dengan meninjau sejumlah ruang meeting di STP Nusa Dua dan juga Aula Balai Pusat Industri Kreatif untuk memastikan pemasangan alat peredam suara nantinya bisa berfungsi maksimal.

Senada dengan Farri, Direktur STP Bali,Byomantara, M. Ed mengaku tertarik melakukan kerja sama karena selain produknya bagus hasil daur ulang dari limbah artinya ramah lingkungan, juga karena product kreatif ini merupakan karya anak-anak bangsa yang patut didukung. Apalagi PT. RMA juga berjanji membangun kemitraan dengan memberikan pengetahuan (product knowledge) baik terhadap dosen maupun mahasiswa bagaimana menghasilkan produk recycle yang berkualitas, sehingga itu menjadi added value bagi output dari sekolah ini. Rencananya, 24 Maret 2017 akan dilakukan penandatangan MoU antara PT. RMA dan STP Nusa untuk bersama-sama mengembangkan usaha ini sebagaimana misi PT. RMA yang mau tetap menggandeng Akademisi dalam upaya mengembangkan usahanya ke depan. Sementara Paryono berharap, peredam suara yang bakal di pasang di aulanya segera diterealisasi agar segala bentuk kegiatan yang dilakukan di ruangan tersebut bisa maksimal. Farri berjanji dalam waktu 3 bulan ke depan semuanya akan rampung setelah usai melengkapi semua proses administrasinya.

Untuk diketahui, saat ini PT. RMA telah melakukan kerjasama dengan kementerian perindustrian untuk penguatan pengolahan limbah dan serat alam di Indonesia. Tidak kurang dari 300 ton limbah industri yang dikelola PT. RMA untuk menjadi barang industri kreatif. PT. RMA juga mulai konsen dalam penggunaan serat alam untuk pengembangan product industri kreatif.(*)

Facebook Comments

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.