Legu Gam, Pesta Rakyat Ulang Tahun Sang Sultan

Ratu Boki dan Tazbir ditengah kemeriahan Festival Legu Gam.
Ratu Boki dan Tazbir ditengah kemeriahan Festival Legu Gam.

Ternate, Maluku Utara (Paradiso) – Gegap-gempita perayaan pesta seni, budaya dan ekonomi kreatif yang dikemas dalam Festival Legu Gam baru saja berakhir. Selama dua pekan (13-26 April) lapangan Ngara Lamo tidak pernah sepi dikunjungi masyarakat.  

Tidak saja warga Ternate warga dari Tidore bahkan Sofifi, Ibukota Provinsi Maluku Utara pun banyak berdatangan.

Lapangan yang berada tepat di depan Kedaton Kesultanan Ternate ini menjadi pusat perayaan festival. Sebuah panggung besar dibangun, tempat beragam pertunjukan seni tradisional digelar.  Warga pun larut dalam setiap pentas seni  yang disuguhkan.

Legu Gam merupakan  Even yang digagas pihak kesultanan dan diselenggarakan setiap bulan April bersamaan dengan kelahiran Sultan Ternate saat ini, Mudaffar Syah pada 13 April . “Legu gam digelar untuk membangun komunikasi rakyat kepada Sultan dan Sultan kepada Rakyat,” kata Boki Ratu Nita Buddhi susanty, Permaisuri Sultan Ternate.

legu gam (1)Tahun ini, festival ke 13 kalinya tersebut mengusung tema “Expedisi Kie raha Satukan Nusantara”. Selain menampilkan ragam kesenian tradisional, festival yang didukung Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ini juga menggelar upacara adat tradisonal yang unik dan selalu menarik untuk diikuti. Salah satunya adalah upacara ” Kololi Kie”, yakni ritual mengelilingi Pulau Ternate sambil memanjatkan doa. Ada dua model ritual ini yakni berkeliling melalui jalur laut atau disebut Kololi kie toma ngolo dan satu lagi melalui jalur darat yang disebut Kololi kie toma nyiha.

Kololi Kie adalah salah satu dari dua ritual tertua yang sudah dilaksanaksanakan sejak zaman lehur masyarakat di Ternate dan menjadi satu dengan ritual “Fere Kie” yakni kegiatan ritual berziarah dengan naik ke puncak gunung Gamalama. Pada kesempatan kali ini Paradiso berkesempatan mengikuti kololi Kie melalui jalur laut.

Ritual Kololi kie toma ngolo dilakukan dengan konvoi perahu yang membentuk anak panah, paling depan merupakan perahu pemuka yang memimpin doa. Pada titik-titik tertentu, rombongan perahu ini akan berhenti untuk memanjatkan doa kepada sang Maha Kuasa. Perahu-perahu dalam rombongan ritual ini dihias sedemikian rupa sehingga terlihat sangat menarik.

Bagi masyarakat dan wisatawan yang tertarik untuk melihat dari dekat bagaimana ritual ini berlangsung, disediakan satu perahu khusus yang akan ikut dalam iring-iringan Kololi kie toma ngolo. Anggunnya alam Pulau Ternate dengan puncak Gunung Gamalama berselimut pepohonan sebagai latarbelakangnya menjadi pemandangan selama perjalanan tersebut.

legu gamSelain upacara Kololi kie, ada satu sajian pertunjukkan tari tradisional yang tidak kalah menarik untuk disaksikan yakni tari Legu-legu. Tarian klasik asal Ternate ini merupakan tarian yang dihadirkan pada acara-acara khusus dan digelar di dalam lingkungan kedaton.

Tahun ini Legu Gam juga menggelar Jelajah Samudera Kie Raha, kegiatan  yang mengajak untuk bernapak tilas empat kesultanan besar yang pernah berkuasa di Maluku Utara yakni Bacan, Tidore, Jailolo, dan Ternate.

Pesta Rakyat dan Promosi Pariwisata

Selama 14 hari penyelenggaraan Festival Legu Gam, Lapangan Ngara lamo boleh dibilang tidak pernah sepi oleh kunjungan masyarakat yang datang berbondong-bondong untuk menyaksikan berbagai acara yang digelar. Pada malam penutupan jumlahnya bisa lebih banyak lagi. Karena pada saat penutupan selalu dimeriahkan oleh artis dari Jakarta. Tahun ini penyanyi Anji, Cindy, Yopie latul dan Paulina Goler memeriahkan penutupan Legu Gam.

Festival Tahunan ini memang menjadi salah satu gelaran yang ditunggu masyarakat ternate dan sekitarnya, Legu gam menjadi pesta bagi rakyat Maluku Utara khususnya Ternate. Lain dari itu bagi sebagian masyarakat pesta ini menjadi ladang untuk mendatang kan rupiah. Warga yang datang ke Ngara Lamo tidak saja untuk menikmati berbagai pertunjukan kesenian yang digelar, tidak sedikit dari mereka  datang berjualan disekitar Ngara Lamo.

Legu gam juga menjadi  even promosi  bagi pariwisata  Maluku Utara khususnya Ternate. “Walau pun Legu gam ini merupakan kegiatan yang kami buat bukan berarti ini kegiatan eksklusif milik Kesultanan ternate, ini milik Maluku Utara tujuannya adalah untuk mempromosikan Maluku Utara,” terang Boki, yang juga sebagai Ketua Umum Legu Gam 2014.

Dalam setiap penyelenggaraan, Legu Gam memiliki kegiatan unik dan menjadi ikon dan selalu berbeda setiap tahunnya.  Pada penyelenggaraan tahun 2011 misalnya, festival ini menyuguhkan tarian Soya-soya yang melibatkan hingga 8 ribu lebih penari.  Tahun 2012 festival ini menggelar tarian bambu gila yang akan menggunakan 100 batang bambu dengan melibatkan 700 peserta.

Tahun ini kegiatan Ternate fashion Street menjadi ikon Legu Gam 2014, kegiatan yang melibatkan generasi muda untuk berkreasi dalam karya busana unik dan diragakan di jalan umum sebagai cat walk-nya.  Kegiatan-kegiatan tersebut  tidak saja unik, namun juga menjadi daya tarik  dan membedakan dengan dengan even serupa lainnya.

Menururt Tazbir, Direktur Promosi Dalam Negeri, Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif  even ini selain dapat melestarikan seni dan budaya tradisional juga menjadi ajang promosi pariwisata. Diharapkan dengan kegiatan ini bisa menjadi daya tarik wisatawan berkunjung ke Maluku Utara, utamanya ke Ternate.

“Kami (Kemenparekraf) sangat mendukung,  kami juga berupaya untuk bisa mengawal agar kegiatan ini bisa terus berkembang dengan baik secara kualitas penyelenggaraannya, sehingga menjadi even yang bisa menarik wisatawan datang lebih banyak lagi,” terang Tazbir.

Meski selalu disambut meriah masyarakat dalam setiap penyelenggaraannya, namun berdasarkan pemantauan Paradiso, ada beberapa catatan penting bagi even tahunan yang dihelat sebagai upaya promosi pariwisata.  Pertama, Kegiatan festival kali ini masih terkonsentrasi di Ngara Lamo. Kedepan diharapkan kegiatan juga bisa memanfaatkan venue lain di sekitar obyek wisata untuk memperkenalkan obyek wisata di Ternate.

Jika memungkinkan bisa juga menggelar kegiatan di kawasan benteng peninggalan masa lalu, misalnya di sekitar Bentang Kalamata yang memiliki tempat cukup luas untuk melaksanakan kegiatan.   Hal lain yang tidak kalah penting adalah kemasan acara yang bisa mengajak orang mengenal potensi wisata bahari sebagai salah satu kekuatan yang dimiliki Maluku Utara. (Erwin Gumilar)

Facebook Comments

Leave a Reply

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.