Liburan Imlek, Tanjakan Emen Jadi Tanjakan Aman

SUBANG (Paradiso) – Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan, bersama dengan Komisi IV DPRD Jawa Barat, Jasa Raharja, Ditjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat sepakat untuk mengubah istilah yang tadinya disebut Tanjakan Emen menjadi Tanjakan AMAN. Hal ini disampaikan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi meninjau perbaikan lokasi kecelakaan bus di Tanjakan Emen, Subang, Jawa Barat, Kamis (15/2).

“Tadi pagi saya bersama Komisi IV DPRD Jawa Barat, Jasa Raharja, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan Kepolisian melakukan doa bersama dengan masyarakat sekitar mendoakan korban kecelakaan lalu lintas yang terjadi Sabtu (10/2). Kemudian untuk selanjutnya kami pihak pemerintah sepakat untuk mengganti nama Tanjakan Emen menjadi Tanjakan AMAN. Ucapan adalah doa dan mudah-mudahan doa kita terkabul dan daerah sini menjadi daerah yang bebas dari kecelakaan lalu lintas,” papar Dirjen Budi.

Kemudian selanjutnya Dirjen Budi mengatakan, pihaknya akan menambah fasilitas keselamatan jalan, seperti misalnya rambu chevron, pita penggaduh (rumble strips) dan warning light.

“Rambu Chevron ini sendiri biasa disebut sebagai Rambu Pengarah tikungan karena memang memiliki fungsi untuk memperingatkan pengendara bahwa jalan di depannya merupakan jalan yang menikung. Dengan adanya rambu chevron ini, diharapkan pengguna lalu lintas jalan raya, utamanya kendaraan bermotor roda dua atau lebih, dapat mengatur kecepatannya agar tidak sampai terjatuh atau menabrak pagar pembatas (bila ada) pada area jalan raya yang terpasang rambu chevron ini,” lanjut Dirjen Budi.

Sementara itu pihak Puslitbang Jalan dan Jembatan KemenPUPR menyampaikan akan membangun escape road. Escape road atau jalur penyelamat atau jalur darurat merupakan jalur untuk mengantisipasi kendaraan yang tidak terkendali ketika di turunan (biasanya karena rem blong). Jalur ini berupa tanjakan yang berlawanan arah dengan turunan, lintasannya diisi dengan kerikil dan.pasir sebagai penghambat laju kendaraan. Dengan jalur ini diharapkan, kendaraan yang remnya blong bisa berhenti dengan selamat.

Dirjen Budi juga mengatakan bahwa dalam waktu dekat akan berkoordinasi dengan Kementerian Pariwisata dan PHRI (Persatuan Hotel Republik Indonesia) agar tempat wisata atau hotel yang mendatangkan kendaraan bus dihimbau juga menyediakan fasilitas tempat istirahat pengemudi. “Jadi bukan hanya tempat untuk ngopi dan nongkrong sopir, tetapi tempat untuk tidur pengemudi,” kata Dirjen Budi.

Dirjen Budi berharap dengan ditambahnya rambu dan fasilitas keselamatan jalan serta escape road, kejadian kecelakaan bus di Tanjakan Aman, tidak terulang kembali.

Pada kesempatan tersebut, turut hadir Direktur Pembinaan Keselamatan Perhubungan Darat Ahmad Yani, Ketua Komisi IV DPRD Jawa Barat Ali Hasan, Puslitbang Jalan dan Jembatan Kementerian PUPR, Kepolisian, serta aparat desa setempat. (*)

Facebook Comments

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.