Lomba Cipta Lagu Pop Daerah Nusantara 2017 Angkat Kembali Cinta Lagu Daerah

Jakarta (Paradiso) – Panitia Lomba Cipta Lagu POP Daerah Nusantara 2017 bersama dengan Ikatan Alumni SMA 6 Yogyakarta (NamChe), Kementerian Pariwisata, Badan Ekonomi kreatif, Biogreen Sience, beserta Grand Sahid Jaya kembali menyelenggarakan Lomba Cipta Lagu Pop Daerah Nusantara 2017 (LCLPDN). Kegitan ini berlangsung untuk ke-lima kalinya sejak tahun 2012, dalam rangka menggugah kembali kecintaan masyarakat terhadap lagu-lagu daerah sekaligus menggali potensi kreatif musisi-musisi daerah.

“Perlu adanya upaya untuk menggugah kembali masyarakat atau kalangan remaja agar mencintai dan bangga akan lagu-lagu daerah, dengan melalui suatu annual event dalam bentuk lomba dan diadakan setahun sekali, sehingga tercipta dan tersedia dengan baik lagu POP daerah” ungkap Chairman Lomba Cipta Lagu Daerah, Dr. Sapta Nirwandar, yang membuka acara LCLPDN di Gedung Pusat Perfilman Usmar Ismail, Karet Kuningan, Kota Jakarta Selatan, pada Minggu malam (18/12).

Tak terelakkan lagi, lagu-lagu daerah yang merupakan salah satu warisan budaya Indonesia sudah mulai ditinggalkan. Kreatifitas anak muda jaman now yang berlomba-lomba menciptakan lagu–lagu modern dan kekinian seperti lagu cinta, electronic, pop rock, dan berbagai music dengan genre lainnya yang diadopsi dari barat, serta masyarakat di Indonesia yangat sangat kurang mengapresiasi lagu-lagu daerah menjadikan salah satu alasan untuk menghadirkan LCLPDN ini.

Bukan Cuma itu, maraknya stasiun-stasiun Televisi berjaringan Nasional yang berkedudukan di Jakarta, saling bersaing ketat merebut rating melalui Program-program musik yang tak satupun bernuansa kedaerahan, berdampak surutnya karya cipta lagu pop daerah bersaing ditingkat nasional.

“Semua pihak seperti media, pemerintah, perusahaan, serta masyarkat sendiri harus berperan dalam memajukan lagu daerah. Bekerjasama untuk mempertahankan dan menggugah rasa cinta masyarakat terhadap lagu daerah. Menciptakan pasar agar lagu daerah mempunyai nilai jual, sehingga semua pihak bersemangat untuk terus berkarya dan memproduksi musik daerah,” lontar salah satu Dewan Juri, Sys NS.

Bens Leo yang merupakan salah satu Dewan Juri juga mengungkapkan harapannya untuk perkembangan lagu daerah. “Saya sangat berharap kedepannya music daerah terus berkembang. Saya berterima kasih untuk Kemenpar dan Bekraf selaku instansi pemerintahan yang turut mendukung acara ini. Semoga lagu-lagu daerah ini bisa dinikmati oleh wisatawan dan meningkatkan nilai pariwisata Indonesia,” tutur Bens leo.

Pada LCLPDN kali ini terpilih 33 lagu pop daerah pada tahap awal yang diseleksi menjadi 10 finalis oleh Dewan Juri yang ditampilkan pada malam puncak LCLPDN. Kemudian Dewan Juri memilih 6 pemenang LCLPDN 2017, berikut adalah pemenangnya:

Juara 1 “Barrauku” (Melayu) ciptaan Hamdani dinyanyikan oleh Andrea Miranda.

Juara 2 “Gugur Gunung” (Jawa) ciptaan Gading Suryadmaja dinyanyikan oleh Gading Suryadmaja.

Juara 3 “Tiki Botari” (Batak) ciptaan David Siagian dinyanyikan oleh Lucky Octaviano.

Harapan 1 “Kite Indonesia ” (Betawi) ciptaan Henrico Seno Putra yang dibawakan oleh Garuda Band.

Harapan 2 “Ambon Panggel Pulang” (Ambon)  ciptaan Matekena WMJ dinyanyikan oleh Mathew Sayerz.

Harapan 3 “Bocah Gundul ” (Jawa tegal)  ciptaan Abdullah Rizki Novandi yang dinyanyikan oleh Iwan Abdie.

Ada penampilan istimewa di akhir acara, Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Agus Muharram yang hadir dalam malam puncak ikut menyumbang satu lagu dari Daerah Sunda. Selain itu, ada juga penampilan dari Tri Utami yang membawakan lagu Bubuy Bulan diiringi oleh Dwiki Dharmawan. Terakhir seluruh panitia, finalis, Dewan Juri, serta Dwiki Dharmawan Orchestra menyanyikan lagu pemenang yang berjudul Barrauku. (*/Bekri)

Facebook Comments

Leave a Reply

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.