Maskapai Penerbangan Kini Mulai Genjot Bisnis Non Tiket

JAKARTA (Paradiso) – Musim sepi penumpang atau low season seperti saat ini membuat sejumlah maskapai penerbangan harus lebih pintar mencari celah bisnis. Salah satunya adalah dengan mengoptimalkan pendapatan lain di luar penjualan tiket.

Hans Nugroho, Direktur Komersial PT Citilink Indonesia mengatakan bisnis ini biasa disebut ancillary income. Kondisi low season memang tidak bisa kami apa-apakan. Meski penumpang meningkat, tapi tarif tiket penumpang tidak bisa kami pertahankan. Karena itu, kami mengoptimalkan bisnis non tiket. Setelah mengoperasikan bisnis sewa mobil dan bus jemputan penumpang bulan lalu, Citilink tengah mengembangkan bisnis non tiket yang lain.

“Namun saya belum bersedia membeberkan bidang bisnis yang bakal digeluti maskapai penerbangan ini. Yang jelas, upaya Citilink diharapkan bisa memperbesar kontribusi pendapatan non tiket penumpang dari sebelumnya 4%-5% menjadi 7%-8% sampai akhir tahun ini,” ujarnya.

Dikatakan, biasanya, mayoritas sumbangan bisnis non tiket penumpang ini berasal dari kargo atau angkutan barang. Lantas diikuti dari penerbangan carteran serta iklan. Selama ini pendapatan iklan Citilink berasal dari pemasangan iklan yang ada di dalam maupun luar pesawat, maupun di majalah internal. Selain itu kami juga ada pendapatan dari bisnis hotel tapi itu masih kecil.

Sementara menurut Agus Soedjono, Senior Manager Public Relations Sriwijaya Air mengatakan Sriwijaya Air tengah menyiapkan sistem mengembangkan pendapatan di luar penumpang. Langkah tersebut harus ditempuh supaya bisa memenuhi permintaan penumpang. Misalnya penumpang ingin di atas pesawat ada makanan tertentu, nanti kami bisa memberikan opsi pemesanan.

“Meski tergolong maskapai medium service, pihak maskapai bisa lebih mengoptimalkan pendapatan di luar tiket pesawat. Misalnya lewat penjualan produk di atas pesawat. Biasanya, penumpang pesawat kelas medium service seperi Sriwijaya Air dan full service kerap membeli produk di dalam pesawat. Mudah-mudahan layanan ini bisa diluncurkan tahun ini,” kata Agus yang belum bersedia merinci target bisnis dari layanan baru tersebut.

Begitu pula dengan Indonesia AirAsia sudah bisa mencatatkan pendapatan non tiket yang lumayan.  Menurut Audrey Progastama Petriny, Head of Corporate Secretary and Public Relations Indonesia Air Asia, mengatakan pendapatan dari bisnis non tiket bisa memberi kontribusi bisnis sebanyak 19% dari total pendapatan maskapai ini.

“Beberapa jenis layanan ini Indonesia AirAsia itu adalah penjualan bagasi, makanan minuman, hingga layanan memilih kursi,” ungkapnya. (*)

Facebook Comments

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.