Maskapai Penerbangan Resah Akibat Melemahnya Rupiah

penumpang pesawatJakarta (Paradiso) – Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar yang kini sudah hampir mencapai angka Rp13.000 mulai menimbulkan kekhawatiran tersendiri bagi sejumlah di Tanah Air. Kondisi semacam ini diperkirakan bakal membuat beban maskapai penerbangan semakin berat di tahun 2015 nanti.

Denon Prawiraatmadja, Ketua Indonesia National Air Carries Association (INACA) mengatakan saya pikir di tahun 2015 ini bakal berat karena hampir sebagian besar biaya operasional maskapai sekitar 60% itu dalam bentuk dollar. Saya memperkirakan hingga tahun depan posisi nilai tukar rupiah terhadap dollar tidak akan bisa beranjak turun.

“Meski begitu, di antara dua jenis maskapai yang beroperasi tanah air, menurutnya kondisi cukup berat akan lebih dialami oleh maskapai berjadwal dari pada maskapai penerbangan tidak berjadwal atau charter. Kata dia, meski beban operasional ditanggung dalam bentuk dollar tetapi maskapai charter masih diuntungkan dengan pemasukan dalam bentuk dollar,” ujarnya.

Sementara Sunu Widyatmoko, Direktur Utama PT Indonesia Air Asia mengaku saat ini tengah berpikir untuk mengajukan usulan kepada pemerintah untuk mengatasi kondisi ini. Bagi Air Asia, sejauh ini pengeluaran dalam bentuk dollar memegang porsi 70% dari total beban operasional.

“Porsi avtur mencapai 50%, kemudian diikuti oleh biaya sewa pesawat di kirasan 10%. Meskipun biaya avtur sekarang turun sekitar 25% tapi kalau dollar cukup besar ini sama saja. Saat ini maskapai penerbangan berbiaya murah itu juga telah melakukan hedging avtur pada kisaran 20% hingga 30% dari kebutuhan. Demi mengatasi persoalan ini, saya akan mulai menggenjot pasar internasionalnya,” katanya.

Dikatakan, sejumlah promo akan segera disiapkan untuk mendatangkan wisatawan asing ke indonesia. Kata dia, dengan pelemahan nilai tukar rupiah biaya kunjungan ke Indonesia akan menjadi murah bagi wisatawan asing.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Edward Sirait, Kepala Humas Lion Group. Bagi maskapai berlogo Singa Merah itu dollar memegang porsi 70% sampai 80% dari beban operasionalnya.

Namun meski mengaku depresiasi rupiah cukup berpengaruh tetapi sejauh ini ia belum bisa melihat seberapa jauh pengaruh tersebut. Belum kelihatan, karena ini agak sumir pas liburan akhir tahun. (*)

Facebook Comments

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.