Membludak, Kemenpar Endorse Judika untuk Kumandangkan #Ayoketoba

JAKARTA (Paradiso) – Penyelenggaraan Sales Mission Danau Toba 2018 semakin spesial, Minggu (21/10). Sebab, puncak agenda menghadirkan aksi penyanyi Judika. Pengunjung pun semakin larut dengan lagu-lagu hits yang dilantunkan penyanyi pemilik nama lengkap Judika Nalon Abadi Sihotang.

Kemeriahan program Sales Mission Danau Toba 2018 berlanjut hingga akhir. Event ini digelar 19-21 Oktober 2018, lokasinya berada di Mall Gandaria City, Jakarta. Kehadiran Judika pun makin memikat agenda ini. Lagu hits Mama Papa Larang, Aku yang Tersakiti, Setengah Mati Merindu, dan beberapa lagu Batak pun dirilis secara total.

Aksi enerjik Judika pun mendapat apresiasi besar. Pengunjung bukan hanya ikut bernyayi, tapi juga ikut berjingkrak bersama. Suasana semakin cair manakala Judika mengajak pengunjung berinteraksi. Para Judikaholic-fans Judika-pun membentuk koor panjang setiap pertanyaan Judika. “Destinasi Danau Toba ini sangat eksotis. Semua yang terbaik ada di sana,” ungkapnya, kemarin.

Deskripsi Danau Toba pun di eksplore oleh Judika, apalagi statusnya kini jadi Destinasi Super Prioritas. Destinasi ini paket lengkap untuk berwisata. Nature, culture, dan kulinernya adalah yang terbaik. Bila ingin menikmati keindahan Danau Toba dengan sudut terbaik, wisatawan bisa berkunjung ke Menara Pandang Tele. Kombinasi Gunung Pusuk Buhit dan biruanya air danau jadi background foto terbaik.

Menjadi satu rangkaian dengan Menara Pandang Tele, wisatawan bisa menikmati Museum Huta Bolon Simanindo. Memiliki nuansa tradisional yang kuat dengan benteng dan tanaman bambu, kawasan ini dahulu juga didiami oleh raja. Hingga kini, Pesta Adat Mangalahat Horbo masih dilestarikan. Selain itu, wisatawan juga bisa menikmati Tarian Batak Tradisional setiap harinya. Bisa pukul 10.30 atau 11.45 WIB.

Usai menikmati Tarian Batak Tradisional, wisatawan juga bisa manortor bersama. Saat manortor pun lengkap mengenakan kain ulos dan ikat kepala. Sajian berikutnya menikmati Tari Sigale-Gale. Destinasi lainnya adalah Batu Kursi Siallagan. Destinasi ini menjadi gambaran bagaimana hukum adat ditegakan. Di sini, wisatawan juga diberikan simulasi proses eksekusi hukuman mati orang yang dinilai bersalah.

“Keindahan Danau Toba ini tidak kalah dengan Bali. Dan, Indonesia itu juga bukan hanya hanya Bali. Ada Danau Toba yang luar biasa indahnya. Ayo datang ke Danau Toba. Jangan lupa bawa teman, saudara. dan keluarga ke sana,” ajaknya.

Keramahan pun ditunjukan destinasi Danau Toba. Sebelum melanjutkan lagu berikutnya, Judika pun menerima cendera mata berupa Ulos. Kain ini diberikan langsung Plt Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Kemenpar I Ni Wayan Giri Adnyani. Usai diulosi, Judika lalu selfie bersama Giri Adnyani dengan background penonton.

“Ulos ini kekayaan lain Danau Toba. Destinasi ini juga banyak menghasilkan beragam cenderamata yang unik dan menarik,” katanya lagi.

Mengembangkan pariwisata Danau Toba, semua booth-booth pun menawarkan paket-paket menggoda. Hal itu dilakukan guna mempermudah peningkatan kunjungan wisatawan. Ketua DPP Asosiasi ASITA Sumatera Utara Solahuddin Nasution mengatakan, branding destinasi wisata Danau Toba harus gencar dilakukan. Harapannya, untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan.

“Promosi lebih gencar memang kami lakukan. Jumah kunjungan wisatawan ke Danau Toba ini harus ditingkatkan. Oleh karena itu, langkah yang ideal adalah memberikan pakt promo atau Hot Deals,” ujar Solahuddin lagi.

Menarik minat wisatawan, program Hot Deals pun digulirkan menuju Danau Toba. Paket menariknya dilakukan selama 4 hari 3 malam. Kombinasinya, menginap semalam di Medan, lalu bergeser menuju Prapat atau Pulau Samosir. Malam berikutnya, wisatawan diajak bermalam di Brastagi. Paket seru ini pun dibanderol mulai Rp1.595.000 per orang. Paket ini minimal diambil oleh 4 orang.

Harga lebih murah pun ditawarkan bagi wisatawan. Syaratnya, wisatawan datang rombongan. Jumlah rombongan minimal 25 orang. Banderol yang ditawarkan untuk program ini adalah Rp1.375.000 per trip. Namun, harga yang ditawarkan ini di luar banderol tiket pesawat. Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Kemenpar I Ni Wayan Giri Adnyani menjelaskan, sales mission ini sangat penting.

“Penampilan Judika memang luar biasa. Dia juga fasih mengenalkan potensi Danau Toba. Ada banyak informasi yang disampaikan di sini. Kami berharap, program sales mission ini bisa dioptimalkan oleh para pelaku industri,” kata Giri Adnyani.

Penyelenggaraan program Sales Mission Jakarta adalah yang ke-4 tahun ini. Sebelumnya program ini digulirkan Yogyakarta, Semarang dan Surabaya. Berikutnya, agenda tersebut digelar di Bandung dan Makassar. Menteri Pariwisata Arief Yahya mengungkapkan, branding lebih intensif harus dilakukan oleh destinasi Danau Toba.

“Potensi Danau Toba ini besar. Selain atraksi, aspek aksesibilitas dan amenitasnya juga luar biasa. Kami berharap, Danau Toba menjadi tujuan utama untuk berlibur. Area ini sudah terhubung internasional ke Malaysia melalui Bandara Silangit. Jadi, sekarang yag diperlukan adalah lebih intesifkan brandingna,” tutup Menteri yang sukses membawa Kemenpar No. 1 dan terpilih sebagai #TheBestMinistryTourism2018 se-Asia Pasifik di Bangkok. (*)

Facebook Comments

Leave a Reply

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.