Menggaet Wisatawan Singapura di Travel Revolution 2016

Singapura (Paradiso) – Singapura merupakan pasar wisatawan besar bagi Indonesia, dengan potensi pasar tiga juta lebih wisatawan ini berbagai upaya promosi dan penjualan agresif dilakukan Kementerian Pariwisata setiap tahunnya. Salah satunya dengan mengikuti kegiatan Travel Revolution Fair di Sands Expo dan Convention Centre, Marina Bay Sands – Singapura pada tanggal 26-28 Februari 2016.

Rizki Handayani, Asdep Pengembangan Pemasaran Pariwisata Wilayah Asia Tenggara di Deputi Bidang Pengembangan Pariwisata Mancanegara, Kementerian Pariwisata mengatakan Singapura saat ini masih menjadi penyumbang wisman terbesar ke Indonesia, sebab itu Kementerian Pariwisata melalui Asdep Pemasaran Pariwisata Wilayah Asean harus lebih proaktif dan kreatif untuk melakukan promosi yang lebih gencar dan efektif.

“Ini merupakan sasaran yang tepat bagi Indonesia untuk ikut serta dalam pameran Travel Revolution Fair ini,” ujar Rizki Handayani di Singapura, Jumat (26/02/2016).

Rizki Handayani
Rizki Handayani

Rizki menjelaskan, tujuan mengikuti Travel Revolution Fair ini untuk mengenalkan lebih luas destinasi-destinasi yang menarik di Indonesia, maupun me-rebranding wonderful Indonesia dengan target menarik wisatawan-wisatawan usia muda dengan destinasi petualangan yang cukup banyak di Indonesia.

“Travel Revolution ini pengunjung banyak didominasi usia muda yang tertarik dengan destinasi petualangan keluar Singapura. Target tahun ini wisatawan singapura sebesar 2 juta orang, tahun lalu target tercapai sebesar 1,5 juta. Mereka melakukan perjalanan wisata rata-rata empat kali dalam setahun. Dengan kunjungan singkat 2-4 hari,” ujar Ibu Kiki sapaan akrab Rizki Handayani.

Wanita berdarah Palembang ini menjelaskan, hampir 50 persen wisatawan Singapura datang ke Indonesia melalui Batam dengan kunjungan singkat. Kita tawarkan ketika di Batam dengan pilihan resort dengan target keluarga untuk memperpanjang waktu tinggal.

“Untuk Batam memang targetnya me-rebranding agar mereka minimal mengulangi kunjungannya. Kita tawarkan juga jawa tengah dan jawa timur agar dapat pilihan lain ketika mereka bosan dengan Batam, mengingat jalur penerbangan ke dua wilayah tersebut kapasitas memadai,” ungkapnya.

Wonderful Indonesia di Singapura.
Wonderful Indonesia di Singapura.

Ini pertamakali Kementerian Pariwisata ikut dalam pameran ini, pihaknya sengaja mengajak tour operator lokal Singapura untuk turut menjual paket wisata ke Indonesia. Sehingga pengunjung bisa langsung membeli paket wisata Indonesia di pameran. “Kebanyakan travel agent yang kita ajak di booth kita dari travel agent yang berpartner dengan silk air dan garuda Indonesia,”ujarnya.

Silk air ada pilihan 13 destinasi ke Indonesia terbang dari Singapura. Garuda Indonesia juga menawarkan berbagai destinasi pilihan.

“Singapura tidak memiliki gunung, sebab itu kita tawarkan destinasi pegunungan di jawa timur (bromo), jawa barat (tangkuban perahu) dan jawa tengah (merapi), disamping juga Bali yang sudah menjadi destinasi kedua setelah Batam bagi masyarakat Singapura,” terangnya.

Singapura merupakan pasar besar wisatawan, sebab itu dalam setahun sebanyak 6 kali pameran wisata yang digelar di Singapura diikuti Indonesia, antara lain Travel Revolution dua kali setahun, Natas Travel Fair dua kali setahun, ITB ASIA, dan Adex Travel Fair.

Disamping itu juga membuat consumer selling di pusat perbelanjaan Singapura, juga program sales mission dengan tour operator Singapura. Melakukan promosi di sekolah-sekolah Singapura dan juga promosi di media-media Singapura, baik berupa pemasangan iklan maupun famtrip media.

“Sekarang terjadi pergeseran yang semula wisatawan membeli paket tour sekarang mulai beralih ke individual traveler. Sebab itu advertising dan branding ke media-media Singapura juga kita gencarkan,” ujar Bu Kiki.

Cita Rasa Khas Indonesia

Booth Indonesia ramai diserbu pengunjung.
Booth Indonesia ramai diserbu pengunjung.

Agak berbeda booth Indonesia jika dibandingkan dengan peserta lain pada Travel Revolution Fair di Singapura kali ini. Jika negara lain hanya memberikan brosur dan penjelasan sekilas pada pengunjung, di booth Indonesia pengunjung bisa menikmati kopi asli Indonesia secara gratis berikut juga kudapan khas Indonesia. Tidak mengherankan jika di booth Indonesia banyak diserbu pengunjung.

Dengan konsep booth etnik dan balutan budaya Bali, para pengunjung pameran juga bisa menikmati video keindahan Indonesia melalui oculus virtual reality dengan sensasi nyata. Berbagai kuis tentang Indonesia juga digelar untuk para pengunjung pameran dengan hadiah souvenir menarik Wonderful Indonesia.

Travel Revolution Fair sendiri digelar oleh Singapore Outbound Travel Agents Association (SOTAA), tour operator yang ikut dalam pameran ini yang menjual outbound (paket wisata keluar Singapura). Ini berawal dari Natas Fair sejak tiga tahun lalu, terus membentuk pameran baru dengan nama Travel Revolution.

Panitia Travel Revolution Fair berharap bisa meningkatkan jumlah pengunjung meskipun kondisi perekonomian global belum begitu baik saat ini.

Kay Swee Pin, presiden SOTAA mengatakan tahun 2016 tantangan cukup berat karena kelesuan ekonomi global. “Kami berharap bisa menarik sekitar 76.000 pengunjung, jumlah yang tidak begitu berbeda dengan Travel Revolution pertama. Sebanyak 65 peserta pameran termasuk juga 33 agen perjalanan wisata ikut dalam pameran ini,”pungkas Kay. (bowo)

Facebook Comments

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.