Menikmati Pesona Danau Lotus di Rana Tonjong

MANGGARAI TIMUR (Paradiso) – Apa yang ada di benak anda bila berbicara tentang danau? Mungkin saja yang terlintas adalah panorama air yang jernih dan tenang dengan kawasan hutan dan pepohonan disekelilingnya. Mungkin juga anda berpikir untuk menikmati waktu sambil memancing ikan di tepi danau atau membayangkan sebuah tempat dengan udara dingin dan rimbunnya pohon Pinus di sekeliling danau, sehingga anda mesti untuk mengenakan jaket bila hendak mengunjunginya.

Ya itulah gambaran tentang sebuah danau kan? Namun, bila bukan demikian, lalu seperti apa? Baik, lupakan sejenak semua itu dari benak anda dan sekarang kita membicarakan sebuah danau yang unik, sedikit diluar ekspektasi anda akan sebuah danau yang lazim. Ya, saya benar-benar mengajak anda untuk keluar dari konsep sebuah danau. Nah, danau ini hanya sedikit digenangi air, karena di seluruh permukaan danau dipenuhi tanaman Lotus atau teratai, sehingga hampir tidak tampak air sama sekali.

Danau ini dikenal sebagai danau teratai atau lebih tepat danau Lotus (Nelumbo nucifera) karena memiliki tangkai daun dan bunga yang tinggi, tidak mengapung seperti teratai umumnya. Danau Lotus ini dinamai Rana Tonjong oleh penduduk setempat. Danau Rana Tonjong berada di Kelurahan Pota, Kecamatan Sambi Rampas. Danau Rana Tonjong berada di sebuah dataran rendah yang dikelilingi perbukitan dan areal persawahan. Memiliki luas sekitar 3.52 ha, tumbuhan lotus ini tumbuh subur di sepanjang tahun dan berbunga pada bulan April hingga Mei. Konon danau Rana Tonjong ini diyakini sebagai salah satu danau Lotus terbesar di dunia.

KILAS SEJARAH
Tidak ada informasi yang pasti tentang asal-usul atau bagaimana bunga Lotus atau teratai di Rana Tonjong bisa tumbuh subur seperti saat ini. Menurut informasi warga setempat, daerah yang sekarang ditumbuhi teratai dulunya merupakan lahan persawahan. Pada suatu ketika terjadilah banjir bandang dan menggenangi lahan persawahan tersebut. Setelah banjir surut di bagian yang lain, areal persawahan tersebut terus digenangi air, dan tumbuhlah tanaman Lotus tesebut ke atas permukaan air hingga memenuhi hamparan dataran rendah itu hingga saat ini.

Lotus atau Nelumbo nucifera merupakan tanaman herbaceous yang sudah terkenal akan keindahannya dan manfaatnya sejak zaman dahulu. Di zaman mesir kuno, Lotus atau Seroja dijumpai tumbuh bersama-sama dengan tanaman teratai spesies Nymphae caerulea di pinggiran sungai Nil. Pada zaman Firaun, bangsa Mesir sangat memuliakan Lotus, sehingga bunga, buah, dan daun kelopak dijadikan motif dalam arsitektur kuil. Dari Mesir, Lotus dibawa oleh para pedagang Assiria dan menyebar ke Persia, India dan Tiongkok hingga akhirnya sampai ke Indonesia (Anonim, 2015c).

Lotus (Nelumbo Nucifera) merupakan tanaman air perennial, yaitu tanaman yang memiliki masa hidup beberapa tahun (biasanya lebih dari dua tahun) atau disebut juga tanaman tahunan (Campbell et al., 2003). Di india disebut Padma, sedangkan di Malaysia dikenal dengan nama Seroja atau Lotus (Tan, 2001). Di Indonesia tanaman ini lebih dikenal dengan sebutan Teratai. Walaupun serupa namun Teratai dan Lotus merupakan dua tumbuhan yang berbeda. Distribusi awal tanaman ini berasal dari daratan Asia kemudian tersebar ke seluruh daerah tropis dan sub tropis (Solihah dan Magandi, 2014).

MANFAAT TANAMAN LOTUS
Tanaman Lotus dianggap sebagai tanaman suci di China, Tibet, dan India. Oleh sebab itu tanaman ini dikenal juga dengan sebutan sacred lotus (lotus suci). Sacred lotus telah menjadi lambang Negara India. Hal ini sangat terkait dengan mitologi Hindu, filsafat, seni, arsitektur, puisi dan budaya sejak dahulu kala. Tanaman ini dipuja sebagai simbol ketuhanan selama lebih dari 5.000 tahun (Anonim, 2015). Sacred Lotus melambangkan matahari karena mekar pada siang hari dan menutup pada malam hari. Kelopaknya berhubungan dengan dewi Ibu sebagai symbol kesuburan, kecantikan, dan kemakmuran (Neal, 1965; Staples and Herbst, 2005).

Keindahan yang dimiliki bunga Lotus membuatnya banyak digunakan sebagai penghias kolam di taman-taman. Tanaman ini dianggap memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Tidak hanya memiliki nilai kultural yang kental dan sebagai tanaman hias, namun juga dimanfaatkan sebagai bahan makanan dan keperluan pengobatan. Biji di dalam bonggol bunga yang matang bisa dimakan secara langsung (mentah) atau dengan dimasak terlebih dahulu.

Menurut Hembing (1998) dan Kusumaningrum et al. (2013), secara tradisional Lotus telah dimanfaatkan sebagai obat berbagai macam penyakit karena mengandung zat-zat yang berguna bagi tubuh seperti protein, lemak, karbohidrat, karoten, pati, fosfor, besi, kalsium, dan lain-lain. Selain itu juga mengandung senyawa aktif seperti polifenol, vitamin C, dan juga sebagai anti bakteri. Investigasi juga telah mengungkapkan bahwa tanaman Lotus atau Teratai dapat menyerap logam berat, sehingga dapat digunakan untuk pemurnian air dengan cara yang paling alami.

DAYA TARIK WISATAWAN
Keindahan dan keunikan yang dimiliki Danau Rana Tonjong sering dikunjungi telah menarik minat wisatawan untuk berkunjung. Meskipun belum banyak yang mengetahui nilai religius yang terkandung dalam bunga Lotus ini dan manfaatnya untuk kesehatan dan untuk kebutuhan komersial, namun hingga saat ini banyak orang yang takjub akan keindahan dan keunikannya.

Danau Rana Tonjong berada di Kelurahan Pota, Kecamatan Sambi Rampas, di bagian utara Kabupaten Manggarai Timur. Akses jalan raya menuju Pota saat ini cukup bagus karena merupakan jalur jalan nasional. Cara yang terbaik bila berwisata ke Pota apabila dari Labuan Bajo atau dari Borong yaitu melewati Ruteng dan menuju Reo di pantai utara, selanjutnya menuju Pota. Jarak tempuh dari Ruteng sekitar 75 km dan dapat ditempuh dalam waktu 3 jam.(*)

Facebook Comments

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.