Menpar Paparkan Wonderful Indonesia Go Digital di Watimpres

Jakarta (Paradiso) – Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya memaparkan program _*Wonderful Indonesia Go Digital*_ dalam diskusi bertajuk *‘Perkembangan Teknologi Digital di Indonesia’* yang berlangsung di Kantor Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Jakarta, Senin (12/3/2018).

Diskusi tersebut diadakan untuk
Mendapatkan informasi yang berkaitan dengan perkembangan teknologi digital terbaru yang ada di Indonesia dari alternatif kebijakan yang harus diambil untuk mengantisipasi dampak dan tantangan secara keseluruhan termasuk di sektor perekonomian Indonesia.

Dengan materi berjudul _*Wonderful Indonesia Go Digital*_, Menpar menitikberatkan diskusi pada peran pemerintah untuk fleksibel terhadap tuntutan jaman. Kehadiran dunia digital menentukan deregulasi agar pemerintah menyesuaikan perkembangan zaman.

Dalam diskusi yang dipimpin Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Sri Adiningsih dan dihadiri Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf, Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Sugeng, dan Anggota Wantimpres Suharso Monoarfa, Menpar Arief Yahya menjelaskan bahwa seiring dengan perubahan konsumen yang makin digital dan _hyper-connected_ kini muncul tren _sharing economy_ di sektor pariwisata. Model bisnis berbagi ini merupakan cara baru yang dilakukan oleh generasi baru Milenial untuk melakukan bisnis dengan cara yang lebih efisien yaitu saling berbagi dalam memanfaatkan aset atau _resources_.

“Jika dahulu dalam pendekatan _owning economy_ harus menguasai; membeli aset, memerlukan _capital expenditure_, dan banyak _idle capacity_ sekarang ini dengan _sharing economy_ tanpa harus melakukan hal tersebut akan lebih banyak memanfaatkan semaksimal mungkin _idle capacity_ atau lebih super-efisien,” kata Arief Yahya.

Dengan menerapkan _sharing economy_ kini bermunculan perusahaan-perusahaan digital yang mampu secara revolusioner mengubah lanskap industri pariwisata. Misalnya, perusahaan AirBnB yang sama sekali tidak memiliki hotel kini bisa menjadi perusahaan pemesanan kamar terbesar di dunia, demikian halnya perusahaan Uber yang tidak memiliki armada taksi bisa menjadi perusahaan pemesanan taksi terbesar di dunia. AirBnB yang didirikan tahun 2007 bermula dari gagasan menyewakan kamar yang kosong, kata Arief Yahya, kini valuasi perusahaan ini sebesar US$ 1.3 miliar di tahun 2012 dengan 2 juta transaksi kemudian meningkat menjadi US$ 30 miliar di tahun 2016 dengan lebih dari 36 juta transaksi dan angka fantastis ini melebihi capaian jaringan hotel konvensional seperti Hilton atau Hyatt.

Begitu pula Grab dan Gojek telah memiliki kapitalisasi pasar lebih besar yaitu masing-masing Rp 20 triliun dan Rp 38 triliun mengalahkan Blue Bird dan Garuda Indonesia yang memiliki kapitalisasi pasar masing-masing Rp 9,8 triliun dan Rp 12,3 triliun. Hal ini juga terjadi pada online travel agent seperti Traveloka bisa bernilai sekitar Rp 15 Triliun mengalah perusahaan travel agent besar di Indonesia yang memiliki kapitalisasi kurang dari Rp 1 triliun.

Melihat tren dunia tersebut, menurut Arief Yahya, maka jelas industri pariwisata nasional harus mengambil peluang dari munculnya _sharing economy_ untuk menyatukan dan mengkolaborasikan seluruh elemen Pentaheliks (akademisi, pelaku bisnis, komunitas, pemerintah, dan media ) dalam payung *Indonesia Incorporated*.

“Untuk itulah Kemenpar sejak tahun lalu berinisiatif mengembangkan *Indonesia Travel Exchange (ITX)* sebagai _platform online_ travel agent (OTA) B to B yang dapat digunakan oleh setiap pelaku industri atau komunitas untuk menempatkan inventori yang dimiliki dan kemudian dapat digunakan untuk menawarkan paket-paket wisata kepada para _travellers_ di seluruh dunia,” kata Arief Yahya.

Dalam _platform sharing_ atau _platform market place_ tersebut pelaku industri pariwisata atau komunitas sebagai pemasok dapat menginformasikan apa yang dimiliki dan dapat digunakan, dan _traveller_ dapat melakukan _look-book-pay_ secara mudah, murah, dan cepat. Menpar memberi contoh; Trip Advisor dan Ctrip.com adalah contoh _platform look_. Booking.com dan Traveloka.com adalah contoh _platform book,_ sedangkan Alipay dan Paypal adalah contoh _platform pay_. (*)

Facebook Comments

Leave a Reply

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.