Menteri Pariwisata Arief Yahya Siap Majukan Pariwisata Indonesia

Arief Yahya
Arief Yahya

Jakarta (Paradiso) – Arief Yahya resmi dipilih oleh Presiden Jokowi untuk menjadi Menteri Pariwisata di Kabinet Kerja periode 2014-2019. Arief Yahya langsung memasang target jumlah wisatawan yang akan datang ke Indonesia. Arief tak mau kalah saing dengan Malaysia dan Thailand di sektor pariwisata. “Tugas saya supaya pariwisata Indonesia bisa bersaing dengan Malaysia dan Thailand. Kalau kalah saya, kita malu,” ujarnya di Jakarta, Senin (27/10).

Arief mengaku sektor pariwisata darat di Indonesia sudah cukup bagus. Namun pengelolaan wisata laut, dinilai masih kurang. “Wisata darat sudah cukup bagus. Nah yang laut yang masih kurang,” ujarnya.

Arief juga akan memperbaiki infrastruktur yang menunjang transportasi pariwisata. Seperti bekerjasama dengan PT KAI, menambah gerbong kereta untuk alat transportasi wisatawan.

“Terobosan lewat infrastruktur ICT, itu bisa disebut soft infrastructure itu lebih murah. Misalnya dengan PT KAI, tanpa harus bangun rel banyak. Kita perbaiki soft infrastructure dengan perbaiki pelayanan. Kalau tambah gerbong dan rel waktunya lama. Dengan pelindo juga kita melakukan soft infrastruktur. Tingkat keberhasilan 50 persen dan pertumbuhannya sampai 25 persen,” ungkapnya.

Arief mengatakan industri pariwisata sangat penting untuk meningkatkan devisa dan menekan angka pengangguran. Menurutnya, Arief akan menggunakan cara konvensional dan non-konvensional untuk meningkatkan pariwisata di Indonesia.

“Kita tetap pakai cara konvensional. Tapi kita juga menggunakan non konvensional seperti sosial media. Dia global tapi personal. Nanti dengan pakai data analitik kita buat itu secara personal. Misalkan orang dengan segmen tertentu suka apa. Masing-masing komunitas ini besok kumpulkan. Jadi seperti reuni,” jelasnya.

Sementara itu, jajaran pegawai Kementerian Pariwisata yang dulunya bernama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menyambut baik Arief Yahya sebagai pimpinan barunya. Hal tersebut tampak dari spanduk dan karangan bunga ucapan selamat kepada mantan Direktur Utama PT Telkom tersebut dari pegawai dan berbagai instansi yang berjejer di depan kantor kementerian.

Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Pariwisata Vinsensius Jemadu mengatakan jajaran pegawai menyambut baik penunjukan Arief Yahya sebagai pimpinannya. Meski Arief berlatar belakang teknologi informasi dan marketing, pegawai menilai penunjukan tersebut sebagai terobosan.

“Sebagai terobosan yang akan memadukan antara pariwisata dan teknologi informasi, mungkin nanti kalian buka gadget akan ada tulisan selamat datang Jakarta atau selamat datang di Bali, dan itu akan semakin menggencarkan promosi pariwisata kita,” ujar Vinsensius.

Selain sosok pimpinannya, jajaran pegawai juga menurut Vinsensius mengapresiasi keputusan Jokowi yang memisahkah ekonomi kreatif. Pemisahan tersebut lanjut Vinsensius akan menyebabkan pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif akan semakin fokus.

“Perubahan nama sangat positif dan kita sambut gembira, karena pariwisata menjadi fokus tidak terbagi dengan sektor lain meski sinergi antara pariwisata dengan ekonomi kreatif sangat bagus dan tepat. Dengan fokusnya kementerian, semua sumber daya yang ada akan penuh diarahakan ke sana (pariwisata),” ujar Vinsensius.

Tugas Berat Menanti

Pengamat Pariwisata Ida Bagus Surakusuma menegaskan, Arief Yahya yang memperoleh amanat sebagai Menteri Pariwisata Kabinet Kerja 2014-2019 harus mendapat dukungan semua pihak agar mampu mengembangkan sektor pariwisata di Indonesia.

“Dengan dukungan semua pihak khususnya seluruh komponen pariwisata dan jajaran Dinas Pariwisata di seluruh Nusantara akan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara ke seluruh daerah tujuan wisata,” kata Ida Bagus Surakusuma.

Dia menambahkan, untuk itu Arief harus mendapat masukan dari para pemangku kepentingan atau stakeholder, terutama dari para pengelola destinasi favorit dan destinasi yang akan berkembang menjadi gate internasional.

“Selain itu, beliau juga aktif mengundang komponen pariwisata untuk memberikan masukan sehingga mampu melakukan sinergi dengan pelaku komponen pariwisata untuk bersama-sama melakukan promosi ke pasaran potensial,” ujarnya.

Ia mengingatkan, pengembangan pariwisata di Indonesia bukan semata-mata hanya di Bali, namun bisa menyebar secara merata di seluruh daerah di Nusantara. Untuk itu memerlukan dukungan dan kesiapan dari seluruh komponen di daerah, khususnya jajaran Dinas Pariwisata di masing-masing daerah.

Dengan demikian akan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan secara merata ke seluruh daerah di Indonesia, bukan hanya ke Bali.

Untuk itu Menteri Pariwisata yang baru itu harus mempunyai kemampuan dan kemauan dalam meningkatkan kinerja, karena menambah kunjungan wisatawan dari 10 juta menjadi 20 juta dalam lima tahun atau dalam setahunnya meningkat rata-rata 20 persen itu tidak mudah.

Pemerintahan Jokowi-JK berencana menggenjot angka kunjungan wisatawan dua kali lipat sampai lima tahun mendatang atau 20 juta wisatawan asing.

Ia mengatakan, untuk itu menteri pariwisata harus betul-betul profesional yang sebelumnya telah mempunyai pengalaman yang mampu membaca potensi pariwisata dan kesiapan dari masing-masing daerah di Indonesia.

“Dengan demikian dapat menggarap pasar-pasar potensial di mancanegara dan mengarahkan mereka berwisata ke Indonesia sesuai dengan potensi dan kesiapan dari masing-masing daerah di Indonesia,” tambahnya.

Arief Yahya, Dari CEO PT Telkom Menjadi Menteri Pariwisata

Menteri Pariwisata Arief Yahya sebelumnya dikenal sebagai CEO PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. Sebelum menjadi orang nomor 1 di PT Telkom, tepatnya sejak Mei 2012, pria kelahiran Banyuwangi, 2 April 1961, ini menduduki jabatan sebagai Direktur Enterprise dan Wholesale Telkom Indonesia semenjak tahun 2005. Ketika duduk di jabatan ini, Arief memperoleh beberapa penghargaan. Antara lain Satyalencana Pembangunan di tahun 2006 atas keberhasilan dalam Peningkatan Pelayanan Prima di Kalimantan dan Jawa Timur dari Presiden RI.

Di tahun yang sama, Arief juga masuk dalam daftar ”25 Business Future Leader” versi majalah Swa. Arief juga terpilih sebagai penerima Economic Challenge Award 2012 kategori Industri Telekomunikasi, penerima Anugerah Business Review 2012 dari majalah Business Review. Terakhir, Arief terpilih sebagai The CEO BUMN Inovatif Terbaik 2012.

Prestasi yang diraih Arief ini juga berbanding dengan prestasi yang diraih Telkom. Pendapatan Telkom sampai dengan September 2012 tercatat sebesar Rp 56,864 triliun. Sedangkan labanya sebesar Rp 14,11 triliun.

Arief Yahya dibesarkan dalam keluarga sederhana dengan ayah, H. Said Suhadi yang berprofesi sebagai pedagang dan ibu, Hj Siti Badriya yang aktif dalam organisasi keagamaan. Arief mengambil teladan dari kedua orang tuanya, terutama dari ibu. Ibunya tak pernah menunjukkan wajah muram namun selalu menunjukkan perjuangan tanpa henti dan selalu memberi yang terbaik kepada anak-anaknya.

Arief meniru keteladanan ibunya dengan selalu berjuang dengan sepenuh hati dalam pendidikannya. Berbekal itulah, Arief berhasil menjadi mahasiswa Institut Teknologi Bandung jurusan Teknik Elektro.

Hal utama yang dia pelajari dari ibunya adalah dalam menjalani sesuatu yang terpenting adalah ketekunan. Berkat ketekunan itu Arief lulus dari ITB dengan nilai yang sangat memuaskan, yang dia persembahkan kepada orang tuanya. Setelah lulus dari ITB, Arief memulai karir di PT Telkom dan berhasil menjadi salah satu karyawan Telkom yang terpilih mengikuti program Master Telematika di Surrey University, Inggris.

Program Master ini berhasil diselesaikannya. Baginya semboyan hidup yang selalu ia pegang adalah “Success without plan is luck. Success with plan is achievement…!”

Kini di bawah kendali Arief, Kementerian Pariwisata mendapatkan tugas berat. Apalagi, Pemerintahan Jokowi-JK menargetkan meraih 20 juta wistawan mancanegara (wisman) sampai 2019. Untuk mencapai target tersebut jelas diperlukan kerja keras.

Dalam dua tahun terakhir pariwisata Indonesia tumbuh di atas angka 8 persen hingga jumlah kunjungan wisman ke Indonesia mencapai kisaran 8-9 jutaan. Tahun 2014 Kemenparekraf hanya mematok target kunjungan wisman 9,5 juta orang sampai tutup tahun. Sedangkan tahun lalu tercatat sebanyak 8,7 juta wisman mengunjungi Indonesia sampai tutup tahun.

Menurut mantan Menparekraf Mari Elka Pangestu untuk meraih angka 20 juta wisman, sektor pariwisata harus tumbuh rata-rata 16 persen per tahun bahkan lebih. Itu berarti dua kali lipat dari pertumbuhan saat ini. (bowo)

Facebook Comments

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.