Menyemarakkan Kembali Lagu anak

festival lagu anakJakarta (Paradiso) – Dalam lima tahun belakangan ini kehadiran lagu khusus anak menurut Ahman Sya Direktur Jendral (Dirjen) Ekonomi Kratif Berbasis Seni dan Budaya,Kementrian pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menunjukkan perkembangan yang sangat menghawatirkan. Minat para produser musik untuk melahirkan album lagu anak semakin sedikit.

“Dari keseluruhan produk lagu anak di Indonesia dalam 5 tahun terakhir kurang dari 1 persen. Kalau misalnya dari 10 lagu mungkin lagu anak hanya ada satu itu pun jarang dalam lima tahun,” kata Ahman saat ditemui dalam kegiatan penampilan 15 peserta terbaik dari kegiatan lomba menyanyi anak yang dilaksanakan di Studio Karnos Film, Cibubur, Selasa (5/07).

Lomba menyanyi anak, merupakan salah satu kegiatan dalam kegiatan Festival Lagu Anak-anak 2014 yang digelar April-Juli lalu. Tahun ini merupakan kali kedua kegiatan yang diinisiasi kemnparekraf tersebut dilaksanakan.

Lomba yang sudah digelar sejak April hingga Juli tersebut diikuti 251orang pencipta lagu dengan jumlah lagu yang dilombakan sebanyak 344 lagu. Sementara untuk lomba menyanyi solo, diikuti oleh 83 peserta dan dari jumlah tersebut telah telah terpilih 15 peserta yang terbagi menjadi 3 kategori  umur 3-6 tahun, 7-9 tahun, dan 10-12 tahun.

“Lagu anak sekarang ini kurang diminti para produser karena dianggap tidak memberikan benefit yang menjajanjikan dibandingkan dengan lagu remaja dan dewasa, karena itu perlu ada terobosan, maka dari itu, kemenparekraf menggelar kegiatan ini.Tujuanannya untuk menghidupkan kembali industri musik khususnya lagu anak-anak agar kembali semarak,” jelas Ahman.

Lebih lanjut Ahman mengungkapkan bahwa kegiatan yang rencannya akan dilaksanakan setiap tahun ini merupakan salah satu bentuk  terobosan untuk membuka ruang yang lebih luas kepada pencipta lagu dan penyanyi anak agar bisa berkreatifitas lebih produktif. Dengan harapan memiliki dampak langsung kepada industrinya dan mengajak para produser bisa kembali memberikan ruang yang luas untuk lagu anak-anak.

Ahman juga mengatakan, sebenarnya musik memiliki posisi penting untuk membantu perkembangan karakter, kepekaan sosial, kecerdasan intelektual, dan kreativitas anak.“Melalui musik yang mereka dengar, nyanyikan, dan hayati secara tidak langsung mereka belajar tentang kehidupan,” tuturnya. (Erwin)

Facebook Comments

Leave a Reply

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.