Festival Bahari Mandeh 2017, Momentum Bangkitnya Wisata Mandeh

PESISIR SELATAN, SUMBAR – Gemeretak dentungan kendang disambut irama melayu Iyeth Bustami menggoyang Dermaga Carocok Tarusan, Pesisir Selatan, Sumatera Barat, Kamis (4/5/2017) malam. Tanda dimulainya Festival Bahari Mandeh 2017. Tak ayal ribuan pengunjung menyemut merangsek ke bibir panggung ikuti irama goyang melayu yang didendangkan penyanyi asli berdarah minang ini.

Kawasan wisata Mandeh yang banyak kalangan menyebut keindahannya mirip dengan Raja Ampat di Papua Barat ini, kini telah bergerak menjelma menjadi destinasi pariwisata utama di Sumatera Barat. Ditandai Pesona Festival Mandeh 2017, Kabupaten Pesisir Selatan bertekad memajukan Kawasan Mandeh menjadi destinasi unggulan di Indonesia, khususnya Sumatera Barat.

Festival Bahari Mandeh ini merupakan kerjasama Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan dan Kementerian Pariwisata (kemenpar), festival ini berlangsung 4 hingga 7 Mei 2017 yang dipusatkan di Dermaga Carocok Tarusan, Pesisir Selatan, Sumatera Barat.

Penyanyi melayu Iyeth Bustami menggoyang Mandeh.

Dimulai siang hari, Jumat (5/5/2017), Dermaga Carocok Tarusan dihiasi berbagai kegiatan yang menarik, dari lomba underwater fotografi, seni tradisi rabab, ragam kuliner dan lomba perahu tradisional hias. Kemeriahan pun tersaji yang dipenuhi masyarakat bercampur dengan wisatawan, tampak mereka sangat antusias mengikuti jalannya kegiatan. Menariknya, pada sore hari para pengunjung diajak naik perahu-perahu hias mengelilingi kawasan Mandeh yang terdiri dari pulau-pulau besar dan kecil tersebar di kawasan teluk yang indah nan menawan pemandangannya.

Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni mengatakan, selain untuk promosi menarik wisatawan ke kawasan Mandeh, Festival Bahari Mandeh ini juga sebagai tolak ukur bagaimana masyarakat Mandeh ini menerima kunjungan wisatawan. “Sebagai media juga untuk memastikan masyarakat Mandeh mampu menerima kunjungan wisatawan dengan baik,” jelas Hendrajoni.

Hendrajoni mengatakan, berbagai fasilitas pendukung dan infrastuktur telah dibenahi di Mandeh sejak dua tahun terakhir demi menggenjot kawasan Mandeh menjadi destinasi wisata favorit.

“Kita sudah perbaiki jalan, sarana umum seperti toilet, dan pembangunan infrastruktur lainnya. Ini sebagai upaya menjadikan Mandeh destinasi unggulan di Sumatera Barat,” jelas Hendrajoni saat membuka Festival Bahari Mandeh 2017 di Dermaga Carocok Tarusan, Pesisir Selatan, Sumatera Barat, Kamis (4/5/2017) malam.

Berbagai atraksi budaya juga digelar.

Kesempatan sama, Dewan Pengarah Percepatan Pembangunan Wisata Mandeh, Andrinof Chaniago yang turut hadir di Festival Bahari Mandeh 2017 ini, menjelaskan dua setengah tahun ini Mandeh mengalami perubahan drastis, dengan dimulainya penetapan sebagai destinasi kawasan wisata terpadu.

“Mulai pembangunan infrastruktur, dari jalan, telekomunikasi, toilet n sarana umum lainnya. Ekonomi mulai tumbuh di Mandeh, berkat kerjasama semua unsur, pemerintah, industri, komunitas, dan media tentunya sebagai sarana promosi,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Tim Percepatan Pengembangan Pariwisata Sumatera Barat Raseno Arya mengatakan kegiatan promosi ini digelar untuk mengangkat destinasi Mandeh agar dikenal kalayak dunia. “Festival ini merupakan sebuah media promosi dan memperlihatkan kesiapan kawasan Mandeh kepada wisatawan untuk dikunjungi. Masyarakat di Mandeh juga telah menyambut para wisatawan yang datang dengan baik,” ungkapnya.

Raseno, yang asli putra Sumatera Barat ini mengatakan berbagai kegiatan menghiasi festival yang baru pertama kali diselenggarakan ini, seperti festival kuliner, seni tradisi dan festival rabab serta lomba foto bawah air, tentunya akan berdampak promosi bagi kawasan Mandeh.

Puluhan kapal tradisional hias siap mengantar pengunjung keliling kawasan Mandeh.

”Dalam event yang dipusatkan di Dermaga Carocok Tarusan ini, juga diadakan festival rabab yang memecahkan rekor MURI dengan peserta terbanyak, ada juga Mandeh Joy Sailing, lomba perahu tradisional dan atraksi diving. Tidak hanya itu, kegiatan pendukung lainnya yang tidak kalah seru adalah pembukaan dan penutupan dihibur artis Iyeth Bustami dan Budi Doremi. Juga berbagai kuliner khas Minang disajikan di stand-stand sekitar panggung acara,” ujarnya.

Masalah aksestabilitas, tambah Raseno jadi perhatian tersendiri, untuk menuju kawasan Mandeh dibutuhkan waktu kurang lebih dua jam dari Kota Padang. “Sudah terselesaikan pembebasan lahan sekitar kawasan Mandeh yang nantinya akan bangun jalan, tinggal pemprov dan pemkab yang selanjutnya memperbaiki infrastruktur jalan, agar jalan menuju Mandeh bagus, sehingga jarak tempuh dari kota Padang bisa memakan waktu cukup 40 menit,” kata Raseno.

Mandeh, Sepenggal Surga Yang Jatuh ke Bumi

Begitu indahnya kawasan wisata Mandeh, tidak berlebihan bila dikatakan bagai sepenggal surga yang jatuh ke bumi. Kawasan wisata Mandeh sendiri terletak di Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan. Kurang lebih 56 Kilometer dari Kota Padang dan dapat ditempuh menggunakan mobil selama 2 jam perjalanan.

Kawasan Mandeh memiliki total luas area 8.000 hektare. Nama Mandeh sendiri diambil dari sebuah kampung yang ada di kawasan tersebut. Wilayah Mandeh terdiri dari kawasan Pantai, Teluk, Laut dan Pulau-Pulau kecil. Pulau-pulau inilah salah satu daya tarik di Kawasan Mandeh, banyak orang menyebut mirip Raja Ampat di Papua Barat.

Keindahan kawasan Mandeh di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat.

Ada banyak pulau-pulau yang eksotis di Mandeh, dan jika melihat keindahannya akan sulit diungkapkan dengan kata-kata. Sebut saja Pulau Setan, Pulau Cubadak, Pulau Sirandah, Pulau Cingkuak, Pulau Pagang, Pulau Sikuai, Pulau Pamutusan, Pulau Pasumpahan dan masih banyak lagi.Dan masih banyak pulau-pulau kecil lainnya yang masih jarang dikunjungi.

Di bagian selatan Kawasan Mandeh tepatnya di Kampung Carocok ada sebuah tanjung berbentuk mengular, sehingga teluk terlihat bagaikan sebuah danau yang menakjubkan dengan riak-riak kecil didalamnya. Sedangkan di kawasan utara Mandeh terdapat beberapa pulau yang melingkar, yaitu Pulau Bintangor, Pulau Pagang, Pulau Ular, dan Pulau Marak yang berdampingan dengan Pulau Sikuai.

Gerbang masuk Kawasan Mandeh dapat dicapai melalui laut dan jalan darat. Bila naik kapal bisa dari Pelabuhan Bungus, Gaung, Teluk Bayur atau dari Pelabuhan Muara Padang serta Teluk Tarusan. Sedangkan bila melalui jalan darat, terdapat tiga alternatif dari tiga ruas jalan yang berbeda, alternatif pertama dari Pasar Tarusan melalui simpang carocok, dan alternatif kedua dari Bungus terus ke Sungai Pinang dan Sungai Nyalo. Ruas jalan terbaru ialah melewati Carocok, lalu menyusuri bibir pantai dan perbukitan yang landai sepanjang 12,5 Km. (*)

Facebook Comments

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.