Meski Permintaan Banyak, Ngurah Rai Masih Membatasi Penerbangan Langsung Dari Berbagai Negara Di Dunia

Denpasar (Paradiso) – Minat maskapai dari berbagai negara di dunia untuk penerbangan langsung ke Bandara Internasional Ngurah Rai Bali sebetulnya cukup tinggi. Permintaan sejumlah maskapai asing untuk masuk ke Bali terus berdatangan. Namun General Manajer PT Angkasa Pura Ngurah Rai Herry AY Sikado menjelaskan, sekalipun permintaan penerbangan langsung terus berdatangan namun Ngurah Rai untuk sementara belum bisa menerimanya. “Waiting list tetap saja ada. Namun kita belum bisa menyetujui dan menerimanya karena berbagai macam alasan. Salah satunya adalah kapasitas bandara yang belum memadai,” ujarnya di Denpasar, Kamis (18/7).

Menurutnya, sekarang ini lagi banyak pekerjaan pengembangan fasilitas. Bandara Ngurah Rai hanya seluas 285 hektar dengan fasilitas untuk 25 juta penumpang pertahun. “Kita mau menafaatkan kondisi yang ada, hanya tambah 2 pesawat saja akan sangat berdampak pada kegiatan lainnya. ujarnya. Untuk penambahan runway sepertinya lahan sudah tidak memungkinkan lagi. Padahal Bali wajah Indonesia. Visinya beyond airport operator. Impact layanan sangat luar biasa. Sementara untuk slot penerbangan sudah sangat mepet karena berbagai pengerjaan fasilitas yang saat ini sedang dilakukan.

Seharusnya, permintaan penerbangan langsung dari berbagai negara menjadi peluang bagi Bali dan Indonesia di tengah harga tiket domestik yang tidak menentu di satu sisi dan di sisi yang lain bisa mendatangkan banyak wisatawan ke Bali sebanyak-banyaknya. Namun karena berbagai keterbatasan yang ada serta menunggu progress pekerjaan maka untuk sementara permintaan penerbangan langsung belum bisa diterima.

Saat ini hanya ada 30 penerbangan asing. Bila ditambah 2 slot saja, maka semua akan berdampak pada berbagai pelayanan lainnya mulai dari bagasi, bea cukai, imigrasi dan seterusnnya. “Kita akan fokus pada pesawat besar. Bila dua saja pesawat besar  turun, maka diperkirakan ada 600 lebih penumpang. Ini kita harus pikirkan pelayanan lainnya, karena tidak mungkin 600 penumpang itu bisa terlayani dengan baik dancepat,” ujarnya. Untuk semester 1 tahun 2019 saja sudah ada 2,3 juta sampai Mei. Perbulan 460 ribu orang asing datang ke Bali. Bila diterima lagi penerbangan langsung dari asing, maka diperkirakan bisa melayani 5 sampai 6 juta wisatawan asing pertahun di Bali.

Saat ini rata-rata perjam 30 pergerakan pesawat. Perhari ada 413 pergerakan pesawat. Kalau ditambah 2, maka berjumlah 417 pergerakan pesawat perhari. Namun demikian, pada pukul 02.00 dinihari hingga pukul 06.00 dinihari, bandara sudah close. Tujuannya untuk kepentingan perawatan runway. “Selama kekosongan itu, waktu bagi petugas terasa sangat sedikit, sementara bagi maskapai terasa sangat lama. Ini kondisi yang harus kita alami selama ini,” ujar Humas PT Angkasa Pura Arie Ashanurrohim. (*)

Facebook Comments

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.