Momentum Emas Pariwisata Sulteng di GMT 2016

Palu (Paradiso) – Peristiwa Gerhana Matahari Total (GMT) yang terjadi di satu lintasan hanya 350 tahun menjadi momen langka yang diburu orang di seluruh dunia. Fenomena GMT 2016 juga membawa berkah di Sulawesi Tengah. Diperkirakan 10.000 pengunjung dari dalam dan luar negeri telah menyaksikan GMT di Sulawesi Tengah pada Rabu (9/3) lalu. Hingga 1 Maret 2016, sudah tercatat sekitar 5.000 orang pengunjung dari berbagai negara di dunia yang mengonfirmasikan kehadirannya. Mereka adalah pencinta gerhana yang menamakan diri “eclipse hunter”, ilmuwan, fotografer dan wisatawan.

GMT 2016 hanya meintasi Indonesia, otomatis keindahan Tanah Air bakal dilihat jutaan turis asing. “Sambutlah wisatawan dengan baik agar mereka merasa lebih nyaman, apalagi Gerhana Matahari Total hanya ada di Indonesia,” ucap Esty Reko Astuti, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Indonesia di Palu, Selasa (8/3/2016).

Baginya momen ini merupakan kesempatan emas yang harus dimanfaatkan dengan sempurna apalagi banyak peneliti yang hadir dari berbagai negara. “Hadirnya mereka (wisman dan wisnus) tentu membawa kabar baik demi mengenalkan pariwisata Sulteng dan Palu khususnya ke luar negeri,” ungkapnya.

Ribuan masyarakat Palu bercampur dengan wisatawan menantikan momen GMT 2016 di Kota Palu
Ribuan masyarakat Palu bercampur dengan wisatawan menantikan momen GMT 2016 di Kota Palu.

Esthy mengatakan bila destinasi pariwisata bukan sebatas tempat saja. “Jadikan pariwisata adalah sesuatu yang nyaman buat mereka untuk melihat keindahan di Indonesia,” ujar Esthy.

“Ini merupakan tahun yang sangat spesial karena kami mendapatkan fenomena ini – daya tarik wisata yang diciptakan oleh Tuhan – tinggal kita yang promosikan,” jelas wanita berhijab yang fasih berbahasa mandarin ini.

Akibat membludaknya wisatawan, kamar-kamar hotel mulai yang berbintang sampai kelas melati sudah terpesan penuh untuk empat hari, yakni 7 sampai 10 Maret 2016.

“Kami terpaksa mencari-cari rumah penduduk yang bisa dimanfaatkan untuk tempat menginap para tamu dari sejumlah kementerian dan lembaga negara yang akan datang, karena tidak ada lagi kamar hotel yang kosong,” ujar Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sulawesi Tengah Sitti Norma Mardjanu.

Provinsi berpenduduk sekitar 2,7 juta jiwa ini tampaknya memang lebih beruntung dibanding 11 provinsi lainnya yang akan dilintasi GMT, karena memiliki titik pantau terbanyak yang tersebar pada lima kabupaten yakni Sigi, Parigi Moutong, Poso, Tojo Unauna dan Banggai serta Kota Palu.

Di Desa Ngatabaru misalnya, lokasi yang berada di ketinggian 1.800 hingga 2.000 meter di atas permukaan ait laut (mdpl) tersebut bakal dipadati oleh ribuan turis dari mancanegara.

Ada sekitar 1.800 hingga 2.000 orang wisatawan asing dari Eropa, Amerika dan Asia yang mendatangi lokasi tersebut.

Berbagai festival telah disiapkan untuk para pengunjung GMT yang diharapkan membikin mereka betah berlama-lama di kota ini, serta memikat hati turis untuk kembali lagi berkunjung pada kesempatan berikutnya. Kegiatan puncaknya digelarnya konser grup band Slank yang bertajuk “Solar Eclipse Concert” di Lapangan TVRI Kota Palu.

“Festival seperti ini penting karena, sebagian besar pengunjung asing nanti adalah mereka yang baru pertama kalinya datang ke Sulteng,” tutur Sitti.

Berbagai seni budaya dari berbagai daerah di Sulawesi, khususnya Sulawesi Tengah seperti tari kolosal Raego dari Kabupaten Sigi, yang melibatkan 40 orang penari ditambah 10-an orang pemain musik. Raego dance akan didampingi dengan penampilan tari-tarian dari Tanah Toraja dan Bone, Sulawesi Selatan serta berbagai kelompok etnis seperti Batak dan Jawa.

Berlangsung Dramatis

GMT terjadi di Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (9/3/2016) pagi. Langit Palu pun meredup selama 2 menit 15 detik. Tepat pukul 8.40 Wita suasana di Pantai Talisa, Palu seperti saat sore hari menjelang malam. Warga histeris ketika bulan mulai menutup sebagian matahari.

GMT sempurna di Kota Palu.
GMT sempurna di Kota Palu.

Saat matahari tertutup total oleh bulan, para warga yang menyaksikan bertepuk tangan, berfoto selfie, hingga berdoa. Setelah 2 menit 15 detik langit Palu meredup, matahari mulai menampakan diri. Keriuhan pun kembali terjadi saat matahari muncul. Selang beberapa detik lagu ‘Terlalu Manis’ langsung didendangkan grup band Slank. Warga yang menyaksikan gerhana matahari total di Anjungan Nusantara, Pantai Talise pun langsung berlari mendekat ke panggung Slank.

Gerhana matahari dimulai pada pukul 07.29 Wita. Masyarakat pun memandang ke langit menggunakan kacamata khusus dengan optical density 5. Meski demikian, ada pula beberapa masyarakat yang menggunakan kacamata hitam biasa melihat ke atas. Namun, mereka yang tidak memakai kacamata khusus pun hanya sebentar saja memandang langit karena masih terlalu silau.

GMT di Palu juga member inisiatif Pemda Provinsi Sulteng membuat monumen Gerhana Matahari Total. Monumen Gerhana Matahari Total yang berdiri di Anjungan Nusantara, Pantai Talise kota Palu ini juga melambangkan Kota Palu. “Di bagian bawah terdapat lesung (lumbung padi) yang melambangkan pemerintah, masyarakat, agama dan adat, serta budaya,” ujar Sitti.

Masyarakat berkumpul di Monumen GMT, Pantai Talise, Kota Palu.
Masyarakat berkumpul di Monumen GMT, Pantai Talise, Kota Palu.

Monumen dengan tinggi tujuh meter ini memiliki arti tersendiri bagi Kota Palu. “Palu itu sangat kental dengan agama, adat, dan budaya. Tiga hal ini yang bikin Palu punya ciri khas tersendiri,” ujarnya.

GMT pertama di Indonesia terjadi pada 1983 di era Presiden Soeharto. Saat itu, pemerintah melarang warga untuk melihat fenomena alam ini. Diperkirakan fenomena serupa akan terulang pada 2042 mendatang.

GMT Jadi Trending Topic Dunia

Bagi Kemenpar, Gerhana Matahari Total (GMT) adalah momen sejuta makna. Banyak devisa yang didulang. Banyak rezeki nomplok melalui proomosi gratis bahkan sampai berkibar jadi trending topic worldwide di twitter, google doodle dan instagram.

Google ikut merayakan momen gerhana Matahari dengan memasang doodle bertema fenomena alam tersebut pada logonya. Pengguna Google yang mengunjungi halaman pencarian hari ini, Rabu (9/3/2016), akan menemukan logo Google dengan gambar Bumi menggantikan salah satu huruf ‘O’.Doodle tersebut menampilkan animasi menarik mengenai fenomena gerhana matahari. Bulan sedang mengitari Bumi, dan di satu titik berhenti sehingga menghalangi Bumi dari sinar Matahari.

Ketika diklik, seperti biasanya, doodle akan mengarahkan pengguna ke berbagai update mengenai peristiwa gerhana Matahari, baik berupa berita, artikel, foto-foto maupun video. “Terima kasih Google, turut mempromosikan Wonderful Indonesia,” kata Menpar Arief Yahya.

Media sosial yang berisi gambar-gambar, Instagram juga tak mau ketinggalan. Hingga Rabu sore, netizen terus berlomba memberikan update melalui akun media sosial mereka. Unggahan foto dan video menit ke menit GMT membanjiri linimasa instagram. Menggulir ke bawah, para Instagramer berlomba-lomba menyuguhkan foto terbaik untuk para pengikut masing-masing.

Tengok saja sejumlah tanda pagar (tagar) terkait GMT. Tagar #gerhanamatahari, #GMT2016, #gerhanamataharitotal, dan #gmt menyajikan banyak foto-foto GMT.

Dari masyarakat biasa hingga artis, semua kompak menyajikan keindahan penampakan GMT di langit Indonesia. Dian Sastrowardoyo misalnya. ikon kebangkitan film nasional itu ikut mengunggah foto gerhana matahari pada fase setengah tertutup lewat akun Instagram personalnya, @therealdisastr. Hasilnya menyerupai bulan sabit.”Gerhana matahari setengah melalui pin hole buatan saya,” begitu keterangan foto Dian Sastro.

Pevita Pierce juga tak mau kalah. Melalui akun Instagramnya, Pevita mengunggah video gerhana matahari total yang ia saksikan secara langsung di Pantai Tanjung Kelayang, Sijuk, Belitung. Dia bahkan tak ragu mempromosikan #wonderfulindonesia dan #pesona Indonesia. “Total solar eclipse. #WonderfullIndonesia #PesonaIndonesia These is no dark side of the moon really, matter of its all dark,” tulis Pevita dalam keterangan video tersebut.

“Ini namanya digital marketing. Cari apa yang strategis, yang bisa undang turis datang banyak. Kemudian kita dorong mereka untuk mempromosikan wisata Indonesia lewat dunia maya,” papar Esthy Reko Astuty.

Saat ini, potensi digital marketing sangat besar. Di kawasan Asia-Pasifik saja, ada sekitar 300 juta orang mencari destinasi wisata melalui internet. Karenanya, media digital menjadi tumpuan Kemenpar untuk mempromosikan pariwisata Indonesia. Konsepnya, e-Tourism.

E-tourism menjadi konsep baru yang terus didengungkan Menpar Arief Yahya sebagai salah satu wujud dari digitalisasi promosi pemasaran dan pengembangan pariwisata agar berkinerja dua kali lipat. Misinya, mencapai target kunjungan 20 juta wisatawan mancanegara (wisman) pada tahun 2016. (bowo)

Facebook Comments

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.