Musi Triboatton 2014 Angkat Wisata Sungai di Indonesia

Para peserta rafting berpacu saat start di etape pertama.
Para peserta rafting berpacu saat start di etape pertama.

Empat Lawang (Paradiso) – Indonesia memiliki potensi wisata sungai yang besar, namun sayang wisata jenis ini belum banyak dikembangkan. Kementerian Pariwisata bekerjasama dengan Pemprov Sumatera Selatan telah menggelar lomba dayung Musi Triboatton 2014, lomba unik yang menggabungkan tiga cabang olahraga dayung (arung jeram, kayak, dan perahu naga) ini bertujuan untuk mempromosikan potensi Sungai Musi sebagai destinasi ekowisata unggulan Sumatera Selatan.

“Musi Triboatton juga diharapkan dapat menggugah kepedulian masyarakat bantaran Sungai Musi akan kelestarian lingkungan sungai itu,” ungkap Direktur Jenderal Pemasaran Pariwisata Kementerian Pariwisata Esthy Reko Astuti seusai melepas keberangkatan tim dayung di lokasi keberangkatan etape pertama Musi Triboatton 2014 di Desa Tanjung Raya, Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan, Selasa (25/11).

”Perekonomian masyarakat juga diharapkan turut tergerak melalui event ini. Tahun ini saya lihat warga mulai menjual berbagai kerajinan di sekitar lokasi lomba,” ujar Esthy.

Musi Triboatton ketiga ini diikuti tujuh tim dari sejumlah provinsi Indonesia serta delapan tim luar negeri dari Malaysia, Iran, Singapura, Filipina, Korea Selatan, Brunei, dan Hongkong. Lomba yang berlangsung 24 hingga 29 November ini seluruh tim mengarungi sungai Musi sejauh kurang lebih 523 kilometer, menyusuri empat wilayah Kabupaten dan satu Kota. Yakni Kabupaten Empat Lawang, Musi Rawas, Musi Banyuasin, Kota Palembang dan berakhir di Jembatan Ampera.

musi triboatton (2)Para peserta disuguhkan pemandangan menarik dan menyejukkan mata. Mulai dari pegunungan dan kebun teh di titik awal etape, hingga menyusuri sungai yang diapit hutan asri dan berakhir di Jembatan Ampera.

Para peserta juga merasakan sensasi berlayar dan menginap di kapal tongkang (motherboat) yang telah diubah menjadi kapal wisata, dimulai dari Musi Rawas hingga Palembang. Belum lagi setiap pemerintah daerah yang dilewati lima etape ajang ini menyiapkan keunikan budayanya masing-masing, dan pada malam harinya peserta pun dijamu gala dinner para Bupati yang daerahnya menjadi tuan rumah.

Musi Triboatton yang kali ini mengambil tema “Sport,Challenge and Tourism” tidak hanya fokus pada kompetisi olahraga, namun mengangkat sektor pariwisata dan budaya Sumatera Selatan. “Kita ingin berupaya mempromosikan potensi-potensi pariwisata di Sumsel yang sangat luar biasa, tinggal bentuk kemasan dan promosi saja yang belum begitu maksimal,” jelas Esthy.

Esthy menambahkan peserta tahun ini tergolong meningkat, bila dibandingkan dengan tahun lalu hanya ada dua Negara. Masyarakat Sumsel patut bersyukur event ini bisa digelar disini, mengingat daerah lain seperti Sungai Kapuas dan Barito pun kepingin juga mengadakan kegiatan semacam ini.

Kapal tongkang (motherboat) mengangkut peserta menyusuri sungai Musi.
Kapal tongkang (motherboat) mengangkut peserta menyusuri sungai Musi.

Kesempatan terpisah, Direktur Pemasaran Wisata Minat Khusus dan MICE Kementerian Pariwisata Rizky Handayani mengatakan, peserta Musi Triboatton diajak menyusuri Sungai Musi menggunakan sekoci untuk mengenalkan potensi ekowisata di bantaran sungai itu. ”Ke depan, kami akan menyiapkan perahu yang lebih baik untuk peserta,” kata Rizky.

Kapten tim dayung Malaysia, Ahmad Shalaby mengatakan, lintasan dalam lomba ini cukup menarik untuk dilalui. ”Kami senang mengikuti lomba ini, cukup unik dan menarik. Dan kami optimistis bisa menang,” ujarnya seusai pelepasan peserta etape pertama.

Salah satu agenda yang ditambahkan pada event Musi Triboatton pada tahun ini adalah adanya penanaman pohon di sejumlah titik di sepanjang lintasan lomba. Pada titik start etape pertama, misalnya, ditanam sejumlah bibit pohon, seperti bibit kayu putih dan cempaka telur.

Pertama di Dunia

Sementara itu, Chairman dan Inisiator Musi Triboatton Sapta Nirwandarmengatakan, bahwa Musi Triboatton olahraga yang memadukan unsur wisata, sejarah,budaya dan petualangan, merupakan event pertama di dunia yang menggabungkan tiga jenis olahraga dayung dengan lintasan yang cukup panjang.

“Sejak diadakan pertama kalitahun 2012 dan yang ketiga tahun 2014, ivent ini sudah diakui oleh internasional Dragon Boat Federation (IDBF) dan Pengurus Besar Olahraga DayungNasional Seluruh Indonesia (PB PODSI), sebagai sarana prestasi dan pembinaanatlit dayung nasional maupun internasional,” jelasnya.

Sapta berharap melalui kegiatan tahunan ini kawasan bantaran Sungai Musi akan semakin bersih karena kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan sungai meningkat. “Di Indonesia wisata sungai relatif belum maju, karena itu kita berpikir bagaimana cara yang efektif untuk memasyarakatkan wisata sungai,” katanya.

Setelah melakukan beberapa kajian, akhirnya ditemukan formulasi yang tepat untuk meningkatkan potensi sungai baik sebagai wisata sekaligus kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan, khususnya sungai dari hulu hingga ke hilir. “Setelah kita melakukan FGD (Focus Group Discussion) akhirnya ditemukan Triboatton, yang merupakan satu-satunya di dunia,” kata dia.

Dengan kegiatan ini masyarakat diharapkan dapat mengubah perilaku dalam menjaga kondisi sungai. “Masyarakat yang ada di bantaran sungai dapat berperilaku dengan baik dan menghargai sungai. Step by step orang akan melihat sungai sebagai sebuah potensi pariwisata,” kata Sapta.

Sapta mengakui masih banyak kekurangan dalam penyelenggaraan perlombaan menyusuri Sungai Musi tersebut. “Masih perlu banyak perbaikan, untuk itu kita perkuat kerjasama dengan pemda tempat penyelenggaraan,” ujarnya.

Selain dari sisi penyelenggaraan, perbaikan juga dilakukan dalam hal teknis. Dalam hal ini pihaknya memperkuat kerjasama dengan Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI).

Kesempatan terpisah, Asisten III Sekretaris Daerah Bidang Kesejahteraan Rakyat Provinsi Sumatera Selatan Ahmad Najib mengatakan event ini dapat membangun partisipasi pemerintah kabupaten atau kota. Masyarakat Sumatera Seatan menyambut hangat dan gembira atas terselenggarannya event Musi Triboatton tahun 2014.

“Kita berharap semoga penyelanggaraan Musi Triboatton 2014, memberikan kesan dan pengalaman yang berharga bagi kita semua. Selain itu, kegiatan ini diharapkan akan selalu dapat meningkatkan kualitas pelaksanaannya, sehingga dapat memberikan kepuasan dan kebanggan tersendiri, baik bagi para peserta maupun kepada seluruh lapisan masyarakat Provinsi Sumsel, sehingga bisa menjadi event yang bergengsi ditanah air,” harap Ahmad Najib. (bowo)

Facebook Comments

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.