Musik Jazz, Festival Lampion hingga Potong Rambut Anak Gimbal Warnai DCF 2017

Dieng, Banjarnegara (Paradiso) – Dieng Culture Festival (DCF) 2017 telah digelar dari Jumat (4/8/2017) hingga Minggu. Festival ke-14 kali ini mengusung slogan “The Spirit of Culture”. Di sini, para pengunjung disuguhkan kesakralan budaya peradaban kuno masyarakat Dieng yang dikemas dengan hiburan musik jazz dari bintang tamu Anji dan Katon Bagaskara, dan juga keindahan alam khas negeri di atas awan.

Puluhan ribu pengunjung menghadiri acara-acara dalam rangkaian DCF 2017 yang banyak terpusat di sekitar Candi Arjuna, Dieng, Banjarnegara.

Pada hari pertama, pengunjung disajikan  berbagai kuliner khas Dieng dan melihat produk kreatif dari UMKM di kompleks Dieng Plateau.

Selain kuliner yang khas seperti mie ongklok, carica, dan purwaceng, banyak produk unik lain yang merupakan inovasi dari masyarakat Dieng

Pada malamnya, wisatawan juga disuguhkan dengan pertunjukan musik “Jazz di Atas Awan”. Semua pengunjung merasakan merdunya alunan nada dari bintang tamu Anji di tengah kepungan hawa dingin tepat di ketinggian 2093 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Pada hari kedua, pengunjung diarahkan untuk menyaksikan panorama matahari terbit di berbagai puncak gunung Dieng Plateau, di antara yang paling terkenal yakni puncak Gunung Prau (2565 mdpl), dan Bukit Sikunir (2356 mdpl).

Saat matahari telah naik, wisatawan diajak untuk berkeliling ke sejumlah lokasi wisata di kompleks Dieng, seperti Candi Arjuna, Kawah Sikidang, dan Telaga Warna.

Ketua Panitia yang juga Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Dieng Pandawa, Alif Fauzi menjelaskan yang baru dalam DCF tahun ini adalah Festival Caping. Ada sekitar 3.000 caping dibagikan kepada pemegang tiket bersuvenir. Mereka diberikan juga kuas dan cat untuk berekspresi, menggambar keindahan Dieng diatas caping.

“Selain Festival Caping, hal baru lain dalam gelaran DCF 2017 yakni Sendratari Rambut Gembel. Dengan durasi sekitar 60 menit, pengunjung disuguhkan drama tari dan musik yang menceritakan sejarah legenda rambut gembel di Dieng,” ujar Alif.

Tak berhenti sampai di situ, acara yang paling dinanti-nantikan wisatawan yakni Festival Lampion yang dilaksanakan pada pukul 22.30 WIB. Sekitar 4000 lebih lampion warna-warni memadati langit Dieng.

Ribuan lampion memenuhi langit Dieng.

Ribuan lampion yang  diterbangkan memiliki daya jelajah 100-200 meter di atas permukaan tanah sehingga tidak mencapai jalur penerbangan pesawat.

Puncak acara sendiri yakni ritual pemotongan rambut anak gembel atau anak warga yang berambut gimbal dilakukan pada akhir rangkaian acara, Minggu (6/8/2017). Ritual ini diawali oleh kirab anak gembel dari rumah Pemangku Adat dan finis di halaman gedung Soeharto-Withlam.

Sesampainya disana, prosesi jamasan dan pencukuran rambut gimbal dilaksanakan di halaman Candi Arjuna. Rambut gimbal yang telah dipotong ini diarak sebelum dilarung di Telaga Warna.

Sejumlah pejabat pusat dan daerah  hadir dalam gelaran ini, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono, 20 pasang Raja dan Ratu dari sejumlah kerajaan di nusantara dan Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Esthy Reko Astuti didampingi Kepala Bidang (Kabid) Promosi Wisata Budaya Wawan Gunawan.

Menurut Esthy, Kementerian Pariwisata lewat Asdep Pengembangan Pasar Personal, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara mendukung DCF 2017 karena terbukti mampu menjaring wisatawan terutama wisnus dalam jumlah besar.

“Kemenpar sudah beberapa kali mendukung DCF. Salah satu alasannya karena Dieng merupakan destinasi prioritas, festivalnya dibuat oleh komunitas warga lokal dan mengangkat budaya lokal dengan kemasan menarik dan layak jual,” ungkap Esthy yang didampingi Kepala Bidang Wisata Budaya Kemenpar Wawan Gunawan.

Esthy menjelaskan, Indonesia sendiri memiliki faktor-faktor yang menjadi daya tarik promosi bagi wisatawan untuk datang berwisata. Faktor-faktor tersebut, lanjut Esthy, yakni budaya, alam, dan wisata buatan.

“Prosentasenya budaya 60 persen, alam 35 persen, dan wisata buatan 5 persen” kata Esthy.

Prosesi pemotongan rambut gimbal.

Wawan Gunawan menambahkan tradisi potong rambut gimbal merupakan salah satu wisata budaya favorit yang dimiliki Jawa Tengah, khususnya Dieng.

“Seperti yang kerap disampaikan Pak Menteri Arief Yahya, budaya itu semakin dilestarikan, semakin mensejahterakan. Selaras dengan itu, keunikan masyarakat Dieng yang menjaga kuat tradisinya justru menjadi kekuatan sendiri yang bernilai jual wisata tinggi,” jelas Wawan.

Ketua panitia Alif Fauzi mengatakan target pengunjung selama dua 3 hari pelaksanaan 4-6 Agustus sebesar 120 ribu pengunjung terlampaui. “Tahun depan Insya Allah bisa mencapai 150 pengunjung dengan melakukan berbagai pembenahan,” ungkapnya.

Ruatan Rambut Gimbal memang menjadi salah satu andalan DCF, selain Jazz Atas Awan dan Pesta Lampion. Selain unik, lokasi acaranya pun sangat menawan, Kompleks Candi Arjuna berlatarbelakang perbukitan berlangit biru dan berawan putih berarak-arak. Tak heran, animo pengunjung yang menyaksikan ruatan begitu tinggi sehingga tetap ramai sampai akhir acara.

Penginapan Penuh

Kamar-kamar penginapan di sekitar lokasi penyelenggaraan Dieng Culture Festival (DCF) 2017 di Dieng Kulon, Banjarnegara, Jawa Tengah, terlihat penuh disesaki wisatawan.

Penginapan menjadi hal yang paling dicari oleh wisatawan dalam negeri dan mancanegara menjelang dan saat pelaksanaan DCF setiap tahunnya, termasuk homestay sudah habis dipesan oleh pengunjung.

Alif Fauzi, mengatakan terdapat sejumlah homestay warga sekitar yang bisa saja kosong menjelang pelaksanaan DCF.

Selama jeli mencari, katanya, pengunjung bisa mendapatkan penginapan meski pilihan homestay makin sedikit karena banyak yang penuh.

Namun, lanjut dia, upaya mencari homestay tentu relatif lebih sulit dibandingkan mencarinya jauh hari sebelum pelaksanaan DCF.

Terlebih, kata dia, sekitar satu bulan sebelum pelaksanaan DCF menunjukkan homestay rata-rata telah dipesan atau penuh. (*)

Facebook Comments

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.