Nonton Festival Crossborder Sota, Anda Bisa Lakukan 5 Hal Ini

MERAUKE (Paradiso) – Merauke di Papua selalu sukses bikin siapapun rindu. Rindu suasananya, rindu tempat-tempat eksotisnya, serta rindu kuliner khasnya yang selalu membekas di hati. Nah, bagi Anda yang kebetulan nonton Festival Crossborder Sota, 28-30 Juni 2019, silakan lakoni 5 hal ini saat di Merauke.

“Serunya banyak. Aktivitas yang bisa dilakoni juga banyak. Silakan jajal kalau tidak percaya,” ungkap Asdep Pengembangan Pemasaran I Regional III Kemenpar Muh Ricky Fauziani, Jumat (27/6).

Sejak Kamis (26/6), tim Pemasaran I Regional III Kemenpar memang sudah di Merauke, Papua. Kota yang kecil, bersih, dan sangat family friendly.

“Ternyata komplit. Mau hunting kuliner yang gurih, pedas, semua ada. Formasi kelezatan makanannya sulit dicari di kota lain.” tambahnya.

Dari sisi pariwisata, nama Merauke memang tak setenar Sabang di Aceh. Kalah nge-hits dari Raja Ampat di Papua Barat. “Tapi, experience yang bisa didapatkan bisa banyak. Dijamin nggak akan sia-sia,” timpal Deputi Pengembangan Pemasaran I Kemenpa Rizki Handayani.

Setidaknya ada lima pengalaman langka yang bisa kamu ditemui di Merauke. Semuanya dijamin asyik. Dijamin penuh keseruan.

  1. Melihat Titik Paling Timur Indonesia.

Seperti kota-kota lain di Indonesia, Merauke juga menyimpan pesona khas. Salah satu yang paling unik adalah Tugu Kembar Sabang-Merauke. Tugu setinggi tiga meter ini didirikan sebagai simbol titik paling timur di Indonesia. Tugu yang sama juga ada di Sabang, sebagai titik paling barat Indonesia.

Saat ini, gerbang perbatasan negaranya sedang diupgrade. Pos Lintas Batas Sota sedang dikembangkan menjadi Pos Lintas Batas Negara. Meski begitu, sejumlah spot eksotik masih bisa diabadikan di pertigaan jalan Trans Papua yang menghubungkan Kota Merauke, Distrik Sota, dan Kabupaten Boven Digul.

  1. Menikmati Gurihnya Sate Rusa.

Banyak yang bilang, berkunjung ke Merauke tak akan lengkap kalau belum mencicipi gurihnya sate rusa. Itu adalah kuliner khas Merauke. Pilihan bumbunya ada dua. Ada kecap dan kacang. Variannya mirip dengan sate ayam atau sate kambing yang sering kita jumpai.

Pedagang-pedagang sate rusa masih bisa ditemukan di sepanjang jalan utama kota Merauke. Salah satunya di Jalan Mandala.

  1. Belajar Berburu dengan Suku Marind.

Suku marind merupakan suku asli yang menetap di Merauke. Meski begitu, mereka sudah mulai hidup modern. Mereka tidak lagi tampil dengan menggunakan koteka dan tinggal di rumah khas papua, honai. Suku marind ini juga hidup berbaur dengan masyarakat pendatang.

Meski sudah modern, sebagian penduduk suku marind masih menggunakan tradisi lama pada beberapa aspek kehidupan, salah satunya dalam mencari makan. Mereka masih hidup dengan cara berburu di hutan. Rusa, kangguru, dan kuskus merupakan binatang buruan mereka.

Di Merauke, berburu merupakan hal yang legal, asalkan dilakukan suku marind dan menggunakan senjata tradisional seperti panah dan ketapel. Berburu dengan panah dan ketapel merupakan tradisi turun temurun yang dilakukan para lelaki dari suku marind di hutan-hutan Merauke.

Para pemburu ini bisa dijumpai di kawasan Taman Nasional Wasur. Mereka biasa pergi berburu di siang hari dan pulang pada sore hari. Kalau berpapasan dengan mereka, jangan sungkan untuk menyapa. Mereka akan membalas dengan senyum yang lebar dan mengajak berbincang.

  1. Foto Bersama Sarang Rayap Musamus

Selain sate rusa, ciri khas lain kota Merauke adalah Musamus. Musamus adalah sarang rayap yang terbuat dari campuran tanah dan semak belukar. Musamus sangat menarik perhatian karena bentuknya yang unik, menyerupai stalagtit yang sering dijumpai di dalam di goa kapur.

Sarang ini dibuat oleh koloni rayap untuk dijadikan sebagai tempat tinggal mereka. Sarang ini tumbuh perlahan seiring berjalannya waktu.

Ukuran musamus sangat beragam, mulai dari ketinggian di bawah satu meter, sampai yang tertinggi mencapai sekitar lima meter. Diameter sarang rayap ini juga cukup besar, antara 50 centimeter sampai dua meter. Sarang rayap ini bisa ditemui di dekat perbatasan Sota.

Kalau sedang berkunjung ke Merauke, jangan lupa untuk berfoto bareng Musamus. Sarang rayap raksasa yang sangat langka ini cuma bisa ditemui di Merauke dan sebagian kecil wilayah Australia bagian utara.

  1. Mendengar Kisah Inspiratif dari Pak Ma’ruf.

Pak Ma’ruf Suroto merupakan polisi yang ditugaskan di perbatasan Indonesia-Papua Nugini. Rumahnya ada di Distrik Sota, distrik paling timur di Indonesia.

Dengan segala keterbatasan, dia berjuang “menghidupkan” wilayah perbatasan dengan menyulap semak belukar menjadi taman-taman yang cantik. Dia juga menanami pekarangan rumahnya dengan buah-buahan dan sayur-mayur.

Kalau berkesempatan singgah di Sota, luangkan waktu sejenak untuk berbincang dengan Pak Ma’ruf. Dia tak segan berbagi pengalaman dan kisah inspiratif selama bertugas di perbatasan.

“Jangan lupa, foto-foto, upload di media social, kasih hastag yang menarik. Yang bisa mengangkat nama Sota. Selamat berfestival di Sota. Salam Pesona Indonesia,” ucap Menpar Arief Yahya. (*)

Facebook Comments

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Seo wordpress plugin by www.seowizard.org.